Jakarta – Di tengah dominasi petarung Thailand dalam dunia Muay Thai, mulai bermunculan atlet-atlet muda dari berbagai negara yang berani menantang tradisi tersebut. Salah satu nama yang kini menjadi sorotan adalah Ramadan “The Scorpion” Ondash, petarung asal Lebanon yang berhasil mencuri perhatian berkat gaya bertarung agresif dan mentalitas pantang menyerah. Meski baru berusia 19 tahun, Ondash telah menjadi salah satu prospek paling menjanjikan di divisi Flyweight Muay Thai ONE Championship. Dengan tinggi 168 sentimeter dan berat bertanding sekitar 61 kilogram, ia membawa semangat baru bagi perkembangan Muay Thai di Timur Tengah sekaligus membuktikan bahwa talenta hebat bisa lahir dari mana saja.
Ramadan Ondash tumbuh di Lebanon dalam lingkungan yang jauh dari pusat perkembangan Muay Thai dunia. Sejak kecil, ia sudah memiliki ketertarikan terhadap olahraga bela diri. Awalnya, ketertarikan tersebut muncul karena keinginannya membangun kepercayaan diri dan kemampuan mempertahankan diri. Namun, semakin sering berlatih, ia justru jatuh cinta pada seni Muay Thai yang menggabungkan teknik, disiplin, dan keberanian. Karakter keras yang dibutuhkan olahraga ini sesuai dengan kepribadiannya yang selalu ingin berkembang melalui tantangan.
Bakatnya mulai terlihat ketika masih remaja. Ia memiliki refleks yang cepat, keberanian bertukar serangan, serta kemampuan membaca ritme pertandingan dengan baik. Potensi tersebut mendorongnya untuk mencari lingkungan latihan yang lebih kompetitif. Keputusan besar pun diambil ketika ia bergabung dengan Tiger Muay Thai di Phuket, Thailand, salah satu pusat pelatihan bela diri paling bergengsi di dunia. Di tempat inilah kemampuan Ondash berkembang pesat.
Berlatih di Tiger Muay Thai memberinya kesempatan berlatih bersama atlet-atlet elite dari berbagai disiplin bela diri. Setiap hari ia menjalani sesi teknik, sparring, penguatan fisik, hingga latihan ketahanan yang sangat intensif. Lingkungan tersebut membentuknya menjadi petarung yang jauh lebih matang dibanding usianya. Selain meningkatkan kemampuan striking, ia juga belajar pentingnya strategi, pengendalian emosi, dan adaptasi terhadap berbagai tipe lawan.
Karier profesionalnya dimulai melalui berbagai pertandingan regional sebelum akhirnya membangun rekor yang mengesankan. Hingga pertengahan 2026, Ramadan Ondash telah mengoleksi 13 kemenangan dan 4 kekalahan di level profesional. Sebagian besar kemenangan itu diraih berkat kemampuan striking yang agresif dan tekanan tanpa henti kepada lawan. Catatan tersebut membuka jalan menuju ONE Championship, organisasi bela diri terbesar di Asia yang menjadi impian banyak petarung Muay Thai.
Kesempatan tampil di ONE Friday Fights menjadi momen penting dalam kariernya. Debut di panggung tersebut langsung memperlihatkan bahwa Ondash memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menarik perhatian karena selalu tampil penuh percaya diri dan tidak ragu mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan.
Salah satu penampilan paling mengesankan terjadi saat menghadapi Chartpayak Saksatoon. Dalam laga tersebut, Ondash memperlihatkan kekuatan pukulan dan akurasi serangan yang luar biasa hingga berhasil meraih kemenangan melalui knockout cepat. Penyelesaian spektakuler itu semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu striker muda paling berbahaya di divisi flyweight.
Momentum positif itu berlanjut ketika ia menghadapi Suriyanlek Por Yenying pada 29 Mei 2026. Menghadapi lawan berpengalaman asal Thailand tentu bukan tugas mudah, tetapi Ondash tampil disiplin sepanjang tiga ronde. Ia berhasil mengendalikan tempo pertandingan, memanfaatkan kecepatan kombinasi pukulan dan tendangan, serta menjaga pertahanan dengan baik. Hasilnya adalah kemenangan melalui keputusan mutlak, sebuah hasil yang semakin memperkuat posisinya di jajaran penantang potensial.
Hingga saat ini, Ondash mencatat rekor 5 kemenangan dan 1 kekalahan di ONE Championship, dengan 2 kemenangan melalui KO dan sisanya melalui keputusan juri. Statistik tersebut menunjukkan bahwa ia tidak hanya mampu mengakhiri pertarungan secara eksplosif, tetapi juga memiliki ketahanan fisik dan kecerdasan taktik untuk memenangkan laga yang berlangsung penuh.
Julukan “The Scorpion” bukan sekadar nama panggung. Julukan tersebut menggambarkan gaya bertarungnya yang sabar mengamati lawan sebelum melancarkan serangan mematikan. Ia mampu mengubah tempo dengan cepat dan sering kali mengejutkan lawan melalui kombinasi pukulan lurus, hook, serta tendangan yang datang dari berbagai sudut. Ketika menemukan celah, ia tidak memberi kesempatan lawan untuk bernapas.
Meski identik sebagai striker agresif, Ondash juga memiliki filosofi bertarung yang sederhana namun kuat. Baginya, kemenangan bukan hanya soal menyerang tanpa henti, melainkan kemampuan tetap tenang di bawah tekanan. Ia percaya bahwa disiplin latihan dan kesiapan mental jauh lebih penting dibanding bakat semata. Filosofi inilah yang membuatnya terus berkembang meski usianya masih sangat muda.
Metode latihannya pun mencerminkan pendekatan modern. Selain mengasah teknik Muay Thai klasik, ia menjalani latihan penguatan otot, peningkatan kecepatan, koordinasi, hingga simulasi pertarungan dengan berbagai tipe lawan. Semua itu dilakukan agar mampu beradaptasi terhadap gaya bertarung yang berbeda-beda di ONE Championship.
Perjalanan menuju puncak tentu tidak bebas hambatan. Berasal dari negara yang belum memiliki tradisi kuat di dunia Muay Thai membuat Ondash harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pengakuan internasional. Ia juga harus beradaptasi dengan budaya latihan di Thailand yang terkenal sangat disiplin. Namun, tantangan tersebut justru membentuk mentalitas kompetitif yang kini menjadi salah satu kekuatan utamanya.
Kini, tantangan terbesar berikutnya telah menantinya. Pada 31 Juli 2026, Ramadan Ondash dijadwalkan menghadapi sensasi muda Malaysia, Johan Ghazali, di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Duel dua petarung muda penuh talenta ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di divisi flyweight. Bagi Ondash, kemenangan akan menjadi langkah besar menuju jajaran elite ONE Championship sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu bintang masa depan Muay Thai dunia. Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan “The Scorpion” baru saja dimulai, tetapi fondasi yang telah dibangunnya menunjukkan bahwa masa depannya di panggung internasional sangat cerah.
(PR/timKB)
Sumber foto: google