Jakarta – Di tengah semakin berkembangnya divisi strawweight putri ONE Championship, nama Aleksandra Savicheva mulai mencuri perhatian sebagai salah satu petarung muda Rusia yang memiliki karakter bertarung agresif dan penuh determinasi. Lahir pada tahun 1998, Savicheva tampil di kelas strawweight dengan tinggi 165 sentimeter dan berat bertanding 52 kilogram. Mengusung gaya bertarung striker ortodoks, ia dikenal berani bertukar pukulan, memiliki kombinasi serangan yang tajam, serta selalu tampil percaya diri di dalam Circle. Julukan “Sasha” yang melekat padanya menjadi identitas sederhana yang justru mencerminkan kepribadiannya: tenang di luar arena, tetapi berubah menjadi petarung tanpa kompromi ketika bel pertandingan dimulai.
Seperti banyak atlet Rusia lainnya, perjalanan Savicheva menuju dunia bela diri dimulai sejak usia muda. Ia tumbuh di lingkungan yang menghargai olahraga sebagai bagian dari pembentukan karakter. Sejak kecil, ia telah mengenal latihan fisik yang disiplin, sementara ketertarikannya terhadap seni bela diri muncul ketika menyaksikan berbagai kompetisi kickboxing dan mixed martial arts. Baginya, bela diri bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, dan kemampuan mengendalikan emosi.
Awalnya Savicheva lebih banyak mengasah kemampuan striking melalui latihan tinju dan kickboxing. Teknik pukulan lurus, kombinasi hook, serta tendangan rendah menjadi fondasi utama yang kemudian membentuk identitasnya sebagai striker. Namun ketika memutuskan berkarier di mixed martial arts, ia memahami bahwa kemampuan menyerang saja tidak cukup. Ia mulai mempelajari wrestling dan Brazilian Jiu-Jitsu agar mampu menghadapi berbagai situasi di dalam arena, meski striking tetap menjadi senjata utamanya.
Perjalanan profesionalnya dimulai dari berbagai ajang regional di Rusia. Bertanding melawan lawan dengan latar belakang yang beragam membuat kemampuannya berkembang secara bertahap. Ia mulai dikenal sebagai petarung yang mampu menjaga tekanan sepanjang pertandingan dan tidak mudah kehilangan ritme. Rekor profesionalnya kemudian berkembang menjadi tujuh kemenangan dan dua kekalahan, dengan rincian dua kemenangan melalui knockout atau technical knockout, satu kemenangan lewat submission, serta empat kemenangan melalui keputusan juri. Menariknya, dua kekalahan yang ia alami sama-sama terjadi akibat submission, sesuatu yang kemudian menjadi perhatian utama dalam perkembangan kariernya.
Alih-alih menjadikan kekalahan tersebut sebagai hambatan, Savicheva justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Ia mulai memberikan porsi latihan yang lebih besar pada aspek grappling dan pertahanan bawah. Bersama Raty Team, tempatnya berlatih, ia memperbaiki transisi dari striking ke grappling, meningkatkan kemampuan bertahan dari submission, serta mengasah teknik bangkit kembali ketika berhasil dijatuhkan lawan. Pendekatan tersebut menunjukkan kematangannya sebagai atlet yang selalu ingin berkembang.
Momentum besar datang ketika Savicheva resmi bergabung dengan ONE Championship pada tahun 2023. Kesempatan tampil di organisasi bela diri terbesar di Asia menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. Debut di ONE menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan kompetisi regional. Ia harus menghadapi petarung-petarung elite dengan pengalaman internasional dan gaya bertarung yang sangat beragam. Namun, kehadirannya di organisasi tersebut juga menjadi bukti bahwa kualitas yang dimilikinya telah diakui di tingkat dunia.
Selama berkompetisi di ONE Championship, Savicheva menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Ia tetap mempertahankan identitas sebagai striker agresif, tetapi kini tampil lebih sabar dalam membangun serangan. Ia tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan pukulan, melainkan juga memanfaatkan footwork untuk menciptakan sudut serangan yang lebih efektif. Kombinasi jab, straight, dan low kick menjadi senjata utama yang sering digunakan untuk mengontrol jarak sekaligus menguras stamina lawan.
Keunggulan lain yang dimiliki Savicheva adalah kemampuannya menjaga tempo pertandingan. Ia tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi lawan yang lebih agresif. Sebaliknya, ia memilih membaca pola serangan terlebih dahulu sebelum melancarkan kombinasi balik yang akurat. Gaya bertarung seperti ini membuatnya cukup efektif dalam pertandingan yang berlangsung hingga keputusan juri, terbukti dari empat kemenangan yang diraih melalui angka.
Meski demikian, pengalaman mengalami dua kekalahan akibat submission membuatnya terus berupaya meningkatkan kemampuan grappling. Di setiap kamp pelatihan, ia memberikan perhatian khusus terhadap teknik bertahan dari kuncian, scrambling, hingga mempertahankan posisi ketika pertarungan berpindah ke bawah. Perkembangan ini menjadi salah satu aspek penting yang berpotensi membuatnya menjadi petarung yang jauh lebih komplet di masa mendatang.
Bagi Savicheva, filosofi bertarung tidak hanya berkaitan dengan kemenangan. Ia percaya bahwa setiap pertarungan adalah kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Mentalitas tersebut membuatnya mampu menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang sama: menjadikannya bagian dari proses menjadi atlet yang lebih baik. Ia juga dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam menjalani latihan, menjaga pola makan, serta memberikan perhatian besar terhadap pemulihan fisik agar selalu berada dalam kondisi terbaik.
Rutinitas latihannya mencakup sesi striking, sparring, wrestling, Brazilian Jiu-Jitsu, latihan kekuatan, kardio, hingga analisis video calon lawan. Bersama Raty Team, ia terus mengembangkan strategi agar mampu menghadapi berbagai tipe petarung, baik striker maupun grappler. Pendekatan yang menyeluruh tersebut menunjukkan keseriusannya untuk terus berkembang di level tertinggi.
Persaingan di divisi strawweight ONE Championship memang bukan perkara mudah. Banyak petarung elite dengan pengalaman panjang dan kemampuan yang sangat lengkap menghuni kelas ini. Namun Savicheva melihat kondisi tersebut sebagai motivasi, bukan tekanan. Ia percaya bahwa hanya dengan menghadapi lawan-lawan terbaik, seorang atlet dapat mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimilikinya.
Dengan usia yang masih berada pada masa emas seorang petarung, pengalaman internasional yang terus bertambah, serta semangat untuk memperbaiki kelemahan, Aleksandra Savicheva memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu penantang serius di divisi strawweight ONE Championship. Rekor profesional 7 kemenangan dan 2 kekalahan hanyalah awal dari perjalanan panjang seorang petarung yang terus berusaha membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk belajar adalah fondasi utama menuju kesuksesan di dunia mixed martial arts.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda