Ambisi PSG Kuasai Tahta Eropa Tanpa Nama Besar

Bambang Parikesit 25/08/2026 3 min read
Ambisi PSG Kuasai Tahta Eropa Tanpa Nama Besar

Jakarta – Paris Saint-Germain memasuki musim 2026/2027 dengan status sebagai salah satu tim paling ditakuti di Eropa. Di bawah Luis Enrique, PSG tidak lagi sekadar mengandalkan nama-nama besar, tetapi membangun skuad dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Setelah menjadi juara Ligue 1 dan mempertahankan status sebagai penguasa Prancis, target PSG musim ini kembali tinggi: mempertahankan dominasi domestik sekaligus mengejar kesuksesan Eropa. Bahkan, PSG disebut sebagai favorit kuat untuk merebut gelar Ligue 1 keenam secara beruntun.

Di posisi penjaga gawang, PSG memiliki Lucas Chevalier, Matvey Safonov dan kiper muda Alessandro Longoni. Chevalier menjadi salah satu wajah baru yang menarik perhatian, sementara Safonov memberikan pengalaman kompetitif. Longoni sendiri merupakan bagian dari investasi PSG terhadap pemain muda. Di lini pertahanan, pilihan Luis Enrique semakin beragam dengan kehadiran Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Illia Zabarnyi, Lucas Beraldo, Nuno Mendes, Lucas Hernández dan Lucas Digne. Komposisi tersebut memberikan perpaduan antara kecepatan, pengalaman dan kemampuan membangun serangan dari belakang.

Lini tengah menjadi salah satu kekuatan utama PSG. Vitinha tetap menjadi otak permainan dengan kemampuan mengatur tempo dan membawa bola, sementara João Neves memberikan energi serta agresivitas. Fabián Ruiz menghadirkan pengalaman dan kontrol permainan, sedangkan Warren Zaïre-Emery menjadi salah satu simbol regenerasi klub. PSG juga memiliki Maghnes Akliouche, Senny Mayulu dan Dro Fernández yang memberi Luis Enrique lebih banyak pilihan. Menariknya, Akliouche merupakan salah satu rekrutan baru yang diharapkan memperkaya kreativitas lini tengah PSG.

Untuk lini depan, PSG tetap memiliki kekuatan luar biasa. Ousmane Dembélé menjadi salah satu pemain paling penting setelah perkembangan luar biasanya dalam beberapa musim terakhir. Ia akan didukung Khvicha Kvaratskhelia, Désiré Doué dan Bradley Barcola. PSG juga mendatangkan Ferran Torres dari Barcelona serta Mika Godts dari Ajax untuk menambah variasi serangan. Godts bahkan menjadi rekrutan ofensif ketiga PSG pada musim panas dan menjadi bagian dari strategi klub memperkuat kedalaman skuad.

Perubahan di lini depan menunjukkan bahwa Luis Enrique ingin memiliki skuad yang lebih fleksibel. Kepergian beberapa pemain, termasuk Gonçalo Ramos, membuat PSG harus mencari alternatif baru, sementara kedatangan Ferran Torres dan Godts memberikan karakter berbeda. Ferran memiliki pengalaman bermain di level tertinggi dan baru saja menjadi bagian dari tim Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026. Bahkan pada laga pembuka Ligue 1 melawan Rennes, Ferran langsung menunjukkan dampaknya dengan mencetak dua gol setelah masuk dari bangku cadangan.

Tantangan terbesar PSG musim ini adalah menjaga rasa lapar setelah kesuksesan luar biasa sebelumnya. Luis Enrique sendiri telah memperingatkan para pemainnya agar tidak merasa nyaman dengan pencapaian masa lalu. PSG memang masih menjadi favorit utama di Ligue 1, tetapi kekalahan dari Lens di Trophée des Champions dan hasil imbang 2-2 melawan Rennes menunjukkan bahwa dominasi mereka tidak akan selalu berjalan mulus. Dengan jadwal Ligue 1, Liga Champions dan kompetisi domestik yang padat, kedalaman skuad akan menjadi faktor penting.

Pada akhirnya, PSG 2026/2027 memiliki semua elemen untuk kembali menjadi kekuatan dominan. Dembélé, Kvaratskhelia, Doué, Hakimi, Vitinha, João Neves dan Marquinhos memberikan fondasi kelas dunia, sementara pemain seperti Akliouche, Godts, Zaïre-Emery dan Mayulu memperlihatkan arah masa depan klub. Misi PSG bukan hanya memenangkan Ligue 1 untuk keenam kalinya secara beruntun, tetapi juga membuktikan bahwa kesuksesan Eropa mereka bukan sekadar sebuah periode emas. Jika Luis Enrique mampu menjaga intensitas dan keseimbangan skuad, PSG berpotensi kembali menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menguasai Eropa pada musim 2026/2027.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...