Para Penjaga Gawang Tangguh La Albiceleste

Yahya Pahlevy 26/08/2026 3 min read
Para Penjaga Gawang Tangguh La Albiceleste

Jakarta – Argentina dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi sepak bola paling kuat di dunia. Di balik nama-nama besar seperti Diego Maradona dan Lionel Messi, La Albiceleste juga memiliki sederet penjaga gawang yang memainkan peran penting dalam sejarah tim nasional. Mulai dari Ubaldo Fillol yang menjadi pahlawan saat Argentina meraih Piala Dunia 1978, Sergio Goycochea yang bersinar pada Piala Dunia 1990, hingga Emiliano Martínez yang menjadi bagian penting dari generasi juara dunia 2022. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa posisi penjaga gawang memiliki tempat khusus dalam sejarah Argentina.

Nama pertama yang tidak mungkin dilewatkan adalah Ubaldo Fillol. Dijuluki El Pato, Fillol merupakan penjaga gawang utama Argentina ketika menjadi juara dunia untuk pertama kalinya pada 1978. Ia dikenal karena refleks luar biasa, kepemimpinan, serta kemampuan tampil gemilang dalam pertandingan besar. Fillol melakukan debut bersama Argentina di Piala Dunia 1974 dan kemudian menjadi salah satu figur utama dalam kesuksesan 1978. Sepanjang karier internasionalnya, ia mencatat 58 penampilan bersama La Albiceleste.

Generasi berikutnya memiliki sosok Nery Pumpido, kiper yang menjadi bagian penting ketika Argentina kembali mengangkat trofi Piala Dunia pada 1986. Pumpido dipercaya sebagai penjaga gawang utama dalam skuad asuhan Carlos Bilardo yang diperkuat Diego Maradona. Ia tampil dalam seluruh pertandingan Argentina di Meksiko dan menjadi bagian dari tim yang mengalahkan Jerman Barat 3-2 pada final. Kehadiran Pumpido menunjukkan kesinambungan tradisi kiper Argentina setelah era Fillol.

Kemudian muncul Sergio Goycochea, yang namanya sangat melekat dengan Piala Dunia 1990. Goycochea sebenarnya bukan pilihan utama ketika turnamen dimulai, tetapi cedera Nery Pumpido membuka kesempatan baginya. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan luar biasa. Dalam babak perempat final melawan Yugoslavia, Goycochea menggagalkan dua penalti dalam adu penalti. Tiga hari kemudian, ia kembali menjadi pahlawan ketika Argentina menyingkirkan tuan rumah Italia di semifinal melalui adu penalti. AFA bahkan menyebutnya sebagai sosok yang kemudian menjadi legenda karena kemampuannya menghentikan penalti-penalti menentukan.

Di era berikutnya, Roberto Abbondanzieri menjadi salah satu penjaga gawang penting Argentina. Kiper yang akrab disapa Pato tersebut merupakan bagian dari generasi Argentina pada awal hingga pertengahan 2000-an. Ia tampil di Piala Dunia 2006 dan menjadi pilihan utama ketika Argentina mencapai perempat final sebelum tersingkir dari Jerman melalui adu penalti. Abbondanzieri juga termasuk dalam jajaran kiper dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Argentina; sebelum dilewati Emiliano Martínez, ia berada di posisi ketiga dalam daftar tersebut dengan 49 pertandingan.

Generasi terbaru kemudian melahirkan Emiliano Martínez, atau Dibu, yang statusnya sudah masuk dalam sejarah terbesar sepak bola Argentina. Sejak melakukan debut senior pada 2021, Martínez berkembang menjadi pilar utama era Lionel Scaloni. Ia membantu Argentina memenangkan dua Copa América, Finalissima, serta Piala Dunia 2022. Kemampuannya dalam adu penalti menjadi salah satu senjata paling menentukan, terutama ketika Argentina menghadapi Belanda di perempat final Piala Dunia 2022 dan Prancis pada final. AFA mencatat Martínez telah melewati 50 penampilan dan menjadi salah satu kiper dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah tim nasional.

Selain nama-nama tersebut, Argentina juga memiliki penjaga gawang lain yang ikut memperkaya sejarah La Albiceleste, seperti Héctor Baley, Sergio Romero, dan Gerónimo Rulli. Sergio Romero bahkan tercatat sebagai kiper dengan penampilan terbanyak untuk Argentina dalam daftar AFA yang memuat 96 pertandingan. Sementara Rulli menjadi bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 dan kembali masuk dalam skuad Piala Dunia 2026 bersama Emiliano Martínez dan Juan Musso. Dari Fillol hingga Martínez, sejarah Argentina memperlihatkan satu benang merah: ketika panggung terbesar datang, mereka selalu memiliki penjaga gawang yang mampu menghadirkan momen-momen luar biasa.

(Yp/timKB).

Sumber foto: googlr

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...