Jakarta – Joshua Boisvert, yang dikenal dengan julukan “The Fresh Prince”, merupakan salah satu nama yang mulai mencuri perhatian di divisi lightweight Power Slap. Atlet asal Kanada yang memiliki darah Jamaika ini hadir sebagai wajah baru dengan kombinasi postur ideal, kekuatan eksplosif, dan mental bertanding yang tenang. Dengan tinggi sekitar 185 sentimeter dan bertanding di kelas lightweight (154 pon atau sekitar 70 kilogram), Boisvert mampu memanfaatkan jangkauan tubuhnya untuk menghasilkan ayunan yang keras dan presisi. Meski karier profesionalnya masih tergolong singkat, rekor sempurna 2-0 dengan dua kemenangan KO/TKO membuatnya mulai diperhitungkan sebagai salah satu prospek menarik di organisasi tersebut.
Lahir dan dibesarkan di Kanada, Boisvert tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai disiplin dan kerja keras sejak usia muda. Darah Jamaika yang mengalir dalam dirinya turut membentuk karakter percaya diri dan pantang menyerah yang kemudian terlihat saat berada di atas panggung Power Slap. Informasi mengenai kehidupan pribadinya memang tidak banyak dipublikasikan, namun ia dikenal sebagai sosok yang gemar berolahraga dan menjaga kondisi fisik jauh sebelum memutuskan meniti karier sebagai atlet profesional. Ketertarikannya terhadap olahraga kontak bermula dari kegemarannya mengikuti berbagai cabang bela diri dan latihan kebugaran yang menuntut kekuatan tubuh secara menyeluruh.
Berbeda dengan atlet MMA yang membangun karier melalui tinju, gulat, atau kickboxing, perjalanan Boisvert menuju level profesional berkembang ketika olahraga Power Slap mulai mendapatkan popularitas internasional. Ia melihat olahraga tersebut sebagai tantangan baru yang membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan tangan. Kemampuan menjaga keseimbangan, mengontrol emosi, serta menerima pukulan dengan tenang menjadi bagian penting yang harus dikuasai. Kesadaran itulah yang membuatnya memutuskan berlatih secara serius dan mengembangkan teknik khusus untuk berkompetisi di arena Power Slap.
Perkembangan kemampuan Boisvert semakin pesat setelah bergabung dengan tim yang dipimpin Robert Trujillo, salah satu striker terbaik sekaligus mantan juara lightweight Power Slap. Di bawah arahan Trujillo, ia mempelajari berbagai aspek teknis yang tidak terlihat oleh penonton awam, mulai dari rotasi pinggul, distribusi tenaga, posisi kaki, hingga sinkronisasi gerakan bahu dan lengan agar setiap ayunan menghasilkan tenaga maksimal. Selain latihan teknik, porsi besar juga diberikan pada penguatan otot leher, bahu, inti tubuh, dan latihan keseimbangan untuk meningkatkan daya tahan saat menerima tamparan dari lawan.
Karier profesional Joshua Boisvert dimulai di Power Slap, bukan di UFC maupun ONE Championship. Hal ini penting karena Power Slap merupakan olahraga tersendiri yang berada di bawah payung organisasi yang juga dipimpin Dana White, namun berbeda dari kompetisi MMA. Debutnya berlangsung pada ajang Power Slap: Road to the Title pada Juli 2024 ketika menghadapi Jay Rivera. Meskipun menjalani pertandingan profesional pertamanya, Boisvert tampil tanpa beban. Setelah menerima pukulan dari lawannya, ia membalas dengan satu ayunan keras yang langsung menjatuhkan Rivera hingga pertandingan dihentikan melalui KO/TKO pada ronde pertama. Kemenangan tersebut menjadi salah satu knockout yang paling banyak diperbincangkan pada musim itu dan langsung mengangkat namanya sebagai prospek baru yang layak diperhatikan.
Momentum positif tersebut berlanjut beberapa bulan kemudian ketika Boisvert menghadapi Anthony DeFrank pada September 2024. Pertandingan kedua ini berlangsung lebih kompetitif karena DeFrank mampu memberikan perlawanan yang lebih baik. Namun, Boisvert kembali menunjukkan ketenangan dan kesabarannya dalam menunggu momen yang tepat. Setelah beberapa ronde saling bertukar tamparan, ia kembali melepaskan serangan yang menghasilkan KO/TKO pada ronde ketiga. Kemenangan itu membuat rekornya menjadi 2-0, dengan seluruh kemenangan diraih melalui penyelesaian cepat tanpa harus bergantung pada keputusan juri.
Salah satu kekuatan utama Boisvert terletak pada gaya bertarungnya yang efisien. Ia bukan atlet yang mengandalkan gerakan berlebihan sebelum melepaskan tamparan. Sebaliknya, ia fokus memaksimalkan rotasi tubuh, keseimbangan, dan titik kontak sehingga tenaga yang dihasilkan dapat tersalurkan secara optimal. Posturnya yang tinggi untuk kelas lightweight juga memberinya keuntungan dalam menciptakan sudut ayunan yang sulit ditiru lawan. Selain itu, kemampuannya menjaga ekspresi tetap tenang setelah menerima pukulan menunjukkan mental kompetitif yang matang meski usianya sebagai atlet profesional masih relatif muda.
Di luar arena pertandingan, Boisvert dikenal memiliki filosofi bahwa kemenangan dibangun melalui konsistensi latihan, bukan semata-mata kekuatan alami. Ia menjalani program latihan yang menitikberatkan pada kekuatan fungsional, latihan leher dan bahu, stabilitas inti tubuh, reaksi, mobilitas, serta pemulihan fisik melalui pola makan dan istirahat yang disiplin. Baginya, kemampuan mempertahankan fokus di bawah tekanan sama pentingnya dengan menghasilkan pukulan keras. Pendekatan tersebut membuatnya berkembang sebagai atlet yang tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga memahami aspek teknis dan mental dalam setiap pertandingan.
Meski demikian, perjalanan Boisvert masih panjang. Dengan pengalaman profesional yang baru dimulai, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah menjaga konsistensi saat menghadapi lawan-lawan yang memiliki jam terbang lebih tinggi. Persaingan di divisi lightweight Power Slap semakin ketat seiring bermunculannya striker-striker dengan kekuatan luar biasa. Namun, berbekal bimbingan Robert Trujillo, etos kerja yang tinggi, serta rekor profesional sempurna berupa dua kemenangan KO/TKO atas Jay Rivera dan Anthony DeFrank tanpa satu pun kekalahan, Joshua “The Fresh Prince” Boisvert memiliki fondasi kuat untuk berkembang menjadi salah satu penantang utama di divisi lightweight Power Slap pada masa mendatang.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda