Rambolek Chor Ajalaboon: Sang Juara Dunia ONE

Piter Rudai 08/09/2026 4 min read
Rambolek Chor Ajalaboon: Sang Juara Dunia ONE

Jakarta – Bagi Rambolek Chor Ajalaboon, Muay Thai bermula dari sesuatu yang sederhana. Lahir dan besar di Chaiyaphum, Thailand, dalam keluarga petani di kawasan Isan, ia mulai berlatih bukan dengan ambisi menjadi juara dunia, melainkan sekadar untuk mengisi waktu. Pertandingan pertamanya bahkan berlangsung di sebuah pesta kuil lokal. Namun, pengalaman tersebut perlahan berubah menjadi jalan hidup. Rambolek terus bertanding untuk membantu perekonomian keluarganya, sementara kemampuan yang awalnya biasa-biasa saja mulai berkembang setelah melewati sekitar 20 pertandingan. Dari situlah muncul sosok petarung dengan julukan “Rambo Kecil”, nama yang mencerminkan gaya bertarungnya yang agresif dan selalu bergerak maju.

Pada usia 15 tahun, Rambolek meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Bangkok untuk mengejar karier yang lebih serius. Ia bergabung dengan Phayak Phudin Gym dan mulai berhadapan dengan persaingan yang jauh lebih berat. Perjalanan itu tidak langsung menghasilkan kesuksesan. Beberapa kekalahan melalui KO membuatnya sempat mempertanyakan masa depannya di dunia Muay Thai. Rambolek kemudian mengambil jeda dari pertarungan untuk menyelesaikan pendidikan sekolah menengah. Namun, ia kembali bertanding pada 2020 dengan tekad berbeda. Kebangkitan tersebut menjadi titik balik penting dalam kariernya.

Perlahan, namanya mulai diperhitungkan di panggung Muay Thai Thailand. Pada Mei 2022, Rambolek merebut gelar Channel 7 Stadium Super Lightweight Championship, sebuah pencapaian penting bagi petarung muda yang sebelumnya sempat mengalami masa sulit. Ia kemudian menambah kemenangan atas nama-nama berpengalaman seperti Kulabdam Sor Jor Piek Uthai dan Kongklai Sor Sommai. Keberhasilan tersebut membuka pintu menuju ONE Championship. Rambolek tidak datang sebagai bintang besar, tetapi sebagai petarung muda yang membawa reputasi sebagai striker agresif dengan keberanian tinggi.

Kesempatan itu datang melalui ONE Friday Fights. Debutnya berlangsung pada 2023 dan langsung menghasilkan kemenangan atas Theeradet Chor Hapayak. Rambolek kemudian kembali menghentikan Zhang Chenglong, keduanya melalui penyelesaian pada ronde kedua. Dua penampilan tersebut membuatnya mencatat sejarah sebagai petarung pertama dari ONE Friday Fights yang mendapatkan kontrak US$100.000 dan naik ke roster utama ONE Championship. Bagi Rambolek, lompatan tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan bayaran sekitar US$8 yang ia terima ketika memenangkan pertandingan pertamanya di pesta kuil bertahun-tahun sebelumnya.

Namun, level dunia segera menunjukkan sisi lain. Setelah mendapatkan kontrak, Rambolek mengalami dua kekalahan beruntun, termasuk dari Fariyar Aminipour dan Asa Ten Pow. Ia tidak membiarkan hasil tersebut menghentikan perkembangannya. Kemenangan atas Soner Sen kemudian menjadi awal kebangkitan baru. Rambolek semakin matang setelah bergabung dengan Superbon Training Camp, berlatih di lingkungan yang juga dihuni petarung elite seperti Superbon dan Nong-O Hama. Pengalaman tersebut membantu memperkaya permainannya. Ia tetap agresif, tetapi mulai memperlihatkan kemampuan membaca lawan, memilih jarak dan mengatur serangan dengan lebih sabar.

Perkembangan tersebut semakin terlihat pada 2025 dan awal 2026. Rambolek menghentikan Parham Gheirati dan Dmitrii Kovtun, kemudian menghadapi Abdulla “Smash Boy” Dayakaev pada Januari 2026. Dalam laga tersebut, ia memanfaatkan keunggulan variasi serangan dibandingkan Dayakaev yang menurutnya lebih mengandalkan pukulan. Rambolek akhirnya memenangkan pertarungan melalui penghentian ronde kedua. Kemenangan itu memperpanjang tren positifnya dan membuatnya berani menantang Nabil Anane, pemegang gelar dunia ONE Bantamweight Muay Thai saat itu.

Pertarungan melawan Anane pada 20 Maret 2026 menjadi ujian terbesar dalam kariernya. Perbedaan postur dan jangkauan membuat Anane memiliki keunggulan fisik, tetapi Rambolek tidak memaksakan pertarungan jarak dekat. Ia tampil tenang dari luar, membaca pergerakan lawan, lalu memilih waktu yang tepat untuk menyerang. Strategi tersebut berjalan efektif sepanjang lima ronde. Rambolek akhirnya memenangkan pertarungan melalui keputusan mutlak dan merebut ONE Bantamweight Muay Thai World Championship. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan keenamnya secara beruntun di ONE.

Di balik agresivitasnya, Rambolek sebenarnya merupakan petarung yang semakin strategis. Ia mampu menggunakan pukulan, tendangan, feint dan perubahan jarak untuk menciptakan peluang. Pengalamannya menghadapi kekalahan juga membentuk mentalitas kompetitifnya. Ia pernah berada dalam posisi meragukan masa depan, tetapi memilih kembali dan membangun karier dari bawah. Filosofinya sederhana: tidak meremehkan lawan, tetap bekerja keras dan berusaha menemukan cara untuk menang. Bahkan ketika berbicara mengenai pertarungan melawan Dmitrii Kovtun, ia menegaskan bahwa dirinya ingin menggunakan pendekatan taktis, bukan sekadar mengandalkan agresivitas.

Menurut profil resmi ONE Championship, hingga saat ini Rambolek memiliki rekor 8 kemenangan dan 2 kekalahan di ONE Championship, dengan lima kemenangan melalui penyelesaian. Sementara itu, menjelang perebutan gelar melawan Anane, ONE mencatat rekor keseluruhan Rambolek sebesar 67-14, dan setelah kemenangan tersebut angkanya meningkat menjadi 68-14. Perbedaan angka antara catatan keseluruhan dan rekor khusus ONE penting diperhatikan karena statistik Muay Thai lintas promotor tidak selalu dicatat dengan format yang sama.

Kini, Rambolek berada di puncak divisi bantamweight Muay Thai ONE. Namun, perjalanan mempertahankan tahtanya segera dimulai. Ia dijadwalkan menghadapi Yod-IQ Or Pimolsri pada 11 September 2026 di Lumpinee Stadium dalam pertahanan gelar dunia pertamanya. Laga tersebut belum berlangsung hingga 7 September 2026, sehingga hasilnya belum dapat dicantumkan. Apa pun yang terjadi nanti, perjalanan Rambolek sudah menjadi salah satu kisah kebangkitan menarik dalam generasi baru Muay Thai Thailand: dari anak keluarga petani, pertandingan di pesta kuil dengan bayaran hanya beberapa dolar, masa sulit dan kekalahan, hingga akhirnya menjadi juara dunia ONE.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...