Julio Lobo, Petarung Brasil Di ONE Championship

Piter Rudai 14/09/2026 4 min read
Julio Lobo, Petarung Brasil Di ONE Championship

Jakarta – Nama Julio Lobo mungkin belum setenar bintang-bintang Muay Thai Thailand, tetapi perjalanan petarung Brasil ini memperlihatkan bagaimana ketekunan dapat membawa seorang striker dari luar Asia ke panggung terbesar. Lahir pada 10 Juni 1994, Lobo dikenal dengan nama lengkap Julio Cesar Casanova Lobo Silva Ferreira. Ia memiliki tinggi sekitar 180 cm dan bertanding di kelas bantamweight Muay Thai. Saat ini, ia berlatih serta bertanding dari Phuket Fight Club, Thailand. Berbeda dari sejumlah nama yang kerap dikaitkan dengan MMA, Lobo pada dasarnya adalah spesialis Muay Thai. Rekor MMA profesionalnya tercatat 0-0, sementara karier Muay Thai-nya telah mencapai puluhan kemenangan.

Detail mengenai masa kecil Lobo dan kapan tepatnya ia pertama kali mengenal bela diri memang tidak banyak dipublikasikan. Namun, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa Muay Thai kemudian menjadi pusat kehidupannya. Ia membangun reputasi sebagai striker kelas bantamweight dengan kemampuan clinch yang kuat dan gaya bertarung agresif. Sebelum mendapatkan panggung ONE Championship, Lobo telah mengumpulkan pengalaman panjang menghadapi petarung-petarung Thailand. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia kemudian memilih Phuket Fight Club sebagai basis latihannya dan masuk ke lingkungan kompetisi Muay Thai yang sangat kompetitif. ONE sendiri menggambarkannya sebagai petarung dengan kemampuan clinch kelas dunia dan gaya all-action.

Kesempatan besar datang pada 6 Oktober 2023 ketika Lobo menjalani debutnya di ONE Friday Fights 36. Turun di kelas bantamweight, lawannya bukan nama sembarangan, melainkan Superball TDed99, petarung Thailand yang berpengalaman. Duel di Lumpinee Stadium tersebut berlangsung tiga ronde dan berakhir dengan kemenangan Superball melalui keputusan mutlak. Kekalahan itu menjadi awal yang berat, tetapi tidak membuat Lobo kehilangan arah. Hanya sekitar tujuh pekan kemudian, ia kembali ke arena yang sama untuk menghadapi mantan juara Muay Thai Lumpinee, Kaonar Sor Jor Thongprajin. Kali ini ceritanya berubah drastis.

Pada ONE Friday Fights 42, 24 November 2023, Lobo tampil jauh lebih agresif di kelas bantamweight. Setelah dua ronde yang berlangsung keras, ia menemukan celah pada ronde ketiga. Lobo menekan Kaonar ke tali ring, kemudian melepaskan kombinasi siku kanan, hook kiri, dan overhand kanan yang menjatuhkan lawannya. Wasit menghentikan pertandingan pada 46 detik ronde ketiga. Kemenangan tersebut menjadi salah satu tonggak penting karier Lobo sekaligus membuat rekor kariernya ketika itu menjadi 59-26-2.

Namun, dunia Muay Thai kembali menguji ketahanannya. Pada Februari 2024, Lobo menghadapi Kulabdam Sor Jor Piek Uthai dalam laga utama ONE Friday Fights 52 di kelas bantamweight. Ia harus menerima kekalahan TKO akibat aturan tiga knockdown pada ronde pertama. Setelah itu, Lobo tidak langsung kembali ke ONE. Ia menjalani sejumlah pertandingan di Thailand, termasuk hasil imbang dan kekalahan melawan Alessandro Sara, sebelum bangkit dengan kemenangan pada 2025. Periode tersebut memperlihatkan sisi lain karier seorang petarung veteran: kemajuan tidak selalu berjalan lurus, dan kekalahan menjadi bagian dari proses mempertahankan level kompetitif.

Kebangkitan Lobo terlihat ketika ia kembali ke ONE pada November 2025. Menghadapi Worapon Lukjaoporongtom di ONE Friday Fights 135, ia bertarung selama tiga ronde dalam kelas bantamweight dengan kombinasi clinch, siku, lutut, serta pukulan ke tubuh. Lobo akhirnya menang melalui keputusan mutlak. Lima bulan kemudian, ia kembali menghadapi Kongklai Sor Sommai di ONE Friday Fights 152. Pertarungan berlangsung keras, tetapi Lobo mampu menjatuhkan Kongklai pada ronde ketiga dan mengamankan kemenangan melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut menjadi kemenangan ke-66 dalam kariernya.

Puncaknya datang pada 26 Juni 2026 dalam The Inner Circle 20. Menghadapi veteran Thailand PTT Apichart Farm di kelas bantamweight, Lobo justru sempat dijatuhkan oleh pukulan kanan pada ronde pertama. Alih-alih mundur, ia mengubah pertarungan menjadi adu tekanan pada ronde kedua. Lobo melepaskan rentetan pukulan tanpa henti hingga wasit menghentikan laga pada menit 2:01. Kemenangan TKO itu merupakan kemenangan ketiganya secara beruntun di ONE, memberinya bonus penampilan dan disebut ONE sebagai kemenangan terbesar dalam kariernya.

Di sinilah karakter Lobo paling jelas terlihat. Ia bukan petarung kelas bantamweight yang mengandalkan satu serangan spektakuler, melainkan tekanan bertahap, pukulan keras, clinch, serta keberanian bertarung di jarak dekat. Saat menghadapi PTT, Lobo mengungkapkan bahwa timnya memintanya “mengambil kembali ronde tersebut” setelah knockdown, dan ia memilih bertarung dengan hati. Filosofinya sederhana: bekerja keras setiap hari, menghadapi tantangan satu per satu, lalu membiarkan penampilan di ring berbicara. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru memikirkan gelar dunia dan memilih fokus pada pertarungan berikutnya.

Metode latihannya di Phuket Fight Club pun berpusat pada disiplin dan tekanan berulang. Lobo mengatakan bahwa dirinya berlatih keras setiap hari bersama pelatih yang terus mendorong dan menantangnya. Pola tersebut terlihat dalam gaya bertarungnya: ia mampu tetap aktif setelah menerima serangan, meningkatkan tekanan ketika lawan mulai lelah, dan memanfaatkan kombinasi pukulan untuk membuka pertahanan. Hingga kemenangan atas PTT pada Juni 2026, ONE mencatat Lobo telah mengoleksi 67 kemenangan dalam kariernya. Sementara itu, rekor ONE-nya telah berkembang menjadi tiga kemenangan beruntun sejak kekalahan dari Kulabdam.

Bagi Julio Lobo, perjalanan di ONE belum selesai. Ia masih mengejar kontrak bernilai US$100.000 yang menjadi salah satu hadiah terbesar di jalur ONE Friday Fights/The Inner Circle. Ambisinya tidak dibungkus dengan klaim berlebihan. Lobo memilih pendekatan selangkah demi selangkah, pertarungan demi pertarungan. Dari Brasil menuju Thailand, dari kekalahan debut melawan Superball hingga comeback dramatis atas PTT, kisahnya adalah tentang seorang striker veteran kelas bantamweight yang menolak berhenti berkembang. Dan selama pukulannya masih mampu berbicara, Lobo masih punya alasan untuk terus mengejar panggung yang lebih besar.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...