Chartpayak Saksatoon: Veteran Dengan Tangan Kiri Mematikan

Piter Rudai 21/09/2026 4 min read
Chartpayak Saksatoon: Veteran Dengan Tangan Kiri Mematikan

Jakarta – Nama Chartpayak Saksatoon mungkin belum setenar sejumlah bintang utama Muay Thai Thailand, tetapi perjalanan panjangnya di ring membuatnya layak diperhitungkan. Petarung yang berafiliasi dengan Kiatpet ini merupakan produk dari kerasnya kompetisi Muay Thai Thailand. Sebelum tampil di panggung internasional, ia sudah mengumpulkan puluhan kemenangan. ONE Championship mencatat bahwa ketika menghadapi Kongchai Chanaidonmueang pada Maret 2025, Chartpayak telah memiliki rekor profesional 67 kemenangan dan 15 kekalahan, sekaligus menunjukkan betapa panjang pengalaman yang dimilikinya sebelum menjadi bagian dari ONE.

Chartpayak kemudian mendapatkan kesempatan membuktikan kemampuannya di ONE Friday Fights. Ia tampil sebagai salah satu petarung yang memiliki kemampuan finis mengesankan dan dengan cepat membangun reputasi sebagai striker berbahaya. Dalam perjalanan awalnya di organisasi tersebut, kemenangan demi kemenangan membuatnya menjadi salah satu nama yang mulai diperhatikan. Salah satu periode terbaiknya terjadi ketika ia mampu membukukan enam kemenangan beruntun dan menjaga rekor sempurna 6-0 di ONE. Kemenangan atas Kongchai pada ONE Friday Fights 98 menjadi pencapaian penting karena ia mampu mengatasi tekanan lawan melalui kombinasi serangan, pertahanan dan counterattack untuk menang lewat keputusan mutlak.

Salah satu karakter paling menonjol dari Chartpayak adalah kemampuannya menciptakan ancaman melalui serangan tangan dan kombinasi pukulan. ONE beberapa kali menggambarkannya sebagai petarung knockout yang eksplosif. Ia tidak sekadar menunggu lawan membuka ruang, tetapi berusaha mengambil inisiatif dan memaksa pertarungan berlangsung dalam tempo yang ia inginkan. Kekuatan tersebut terlihat dari rangkaian kemenangan KO yang mengantarkannya semakin dekat ke level elite. Meski demikian, pertarungan melawan Kongchai memperlihatkan sisi lain dari permainannya: Chartpayak juga mampu bertarung selama tiga ronde, membaca serangan lawan dan menggunakan counterattack ketika diperlukan.

Perjalanan tersebut kemudian membawanya menghadapi Ramadan Ondash pada ONE Friday Fights 114, 27 Juni 2025. Pertarungan itu menjadi salah satu ujian terbesar dalam kariernya. Chartpayak akhirnya mengalami kekalahan KO dan kehilangan momentum setelah sebelumnya membangun rentetan kemenangan di ONE. Kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting karena menunjukkan bahwa agresivitas dan kemampuan menyerang harus diimbangi dengan pertahanan yang lebih disiplin ketika menghadapi lawan dengan kemampuan finishing tinggi. Pertandingan melawan Ondash menjadi bagian dari proses Chartpayak untuk memahami bahwa di level internasional, satu kesalahan kecil dapat mengubah arah pertarungan secara drastis.

Alih-alih tenggelam setelah kekalahan tersebut, Chartpayak berusaha membangun kembali kepercayaan dirinya. Dalam wawancara menjelang pertarungan pada awal 2026, ia berbicara tentang perkembangan dirinya sebagai petarung. Pengalaman menghadapi lawan-lawan internasional membuatnya semakin memahami pentingnya mengontrol emosi, menjaga pertahanan dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengambil alih pertandingan. Ia tetap ingin menjadi petarung yang agresif, tetapi agresivitas itu kini harus disertai kemampuan membaca situasi. Pendekatan tersebut memperlihatkan evolusi seorang veteran yang tidak ingin hanya mengandalkan naluri bertarung, melainkan juga pengalaman dan fight IQ.

Namun, perjalanan kebangkitan itu kembali mendapat ujian ketika Chartpayak bertemu Ayad Albadr di ONE Friday Fights 138 pada 16 Januari 2026. Dalam pertarungan strawweight Muay Thai tersebut, Chartpayak sempat memberikan tekanan melalui tendangan dan pukulan. Ia bahkan terus berusaha menyerang setelah dijatuhkan oleh sebuah spinning elbow pada ronde kedua. Akan tetapi, Albadr mampu mempertahankan keunggulannya hingga akhir dan meraih kemenangan melalui unanimous decision. Kekalahan tersebut membuat rekor profesional Chartpayak yang dicatat ONE menjadi 19-5 dalam konteks rekor yang digunakan organisasi itu, sebuah angka yang berbeda dari catatan keseluruhan pertandingannya.

Yang menarik dari Chartpayak adalah kemampuannya untuk tetap mempertahankan identitas sebagai striker meskipun menghadapi berbagai gaya lawan. Ia mempunyai keberanian untuk bertukar serangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan menyesuaikan strategi ketika pertarungan tidak berjalan sesuai rencana. Dalam konteks latihan, informasi publik mengenai rutinitas hariannya memang terbatas, sehingga tidak tepat mengarang detail seperti jumlah ronde sparring atau program fisik tertentu. Yang dapat dipastikan dari wawancara dan penampilannya adalah ia terus berusaha memperbaiki aspek teknis, pertahanan, pengendalian emosi dan pengambilan keputusan di dalam ring.

Kini, Chartpayak kembali mendapatkan pertandingan besar. Pada 28 Agustus 2026, ia menghadapi Rambong Sor Therapat dalam duel flyweight Muay Thai di The Inner Circle 28, Lumpinee Stadium, Bangkok. ONE menyebut Chartpayak membawa rekor profesional 71 kemenangan dan 18 kekalahan, dengan catatan 10-2 di ONE Championship. Di sisi lain, Rambong datang dengan 84 kemenangan dan rekor 11-4 di ONE. Pertarungan tersebut mempertemukan dua veteran Thailand yang sama-sama memiliki pengalaman panjang dan kemampuan mengakhiri laga lebih awal.

Chartpayak Saksatoon pada akhirnya adalah contoh petarung yang dibentuk oleh perjalanan panjang, bukan sekadar popularitas. Ia telah merasakan kemenangan beruntun, kekalahan yang menyakitkan, tekanan menghadapi lawan internasional, serta tuntutan untuk terus memperbaiki diri. Dengan gaya striking agresif, kemampuan counterattack dan keberanian bertukar serangan, ia selalu membawa ancaman ketika memasuki ring. Duel melawan Rambong menjadi kesempatan baru untuk menunjukkan bahwa pengalaman panjang tersebut belum habis. Bagi Chartpayak, pertarungan itu bukan sekadar soal menambah satu kemenangan lagi, melainkan pembuktian bahwa seorang veteran masih mampu berevolusi dan bersaing di panggung Muay Thai yang semakin kompetitif.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...