Jakarta – Di tengah deretan petarung Muay Thai Thailand yang datang dan pergi di ONE Championship, Suriyanlek Por Yenying punya daya tarik yang sulit disamakan. Ia bukan petarung yang dibangun dari satu kemenangan besar atau sabuk juara dunia. Daya tariknya justru lahir dari keberanian untuk menerima hampir siapa pun yang ditempatkan di depannya. Dengan tinggi sekitar 160 cm dan bertarung di kelas flyweight, Suriyanlek dikenal sebagai petarung agresif yang terus bergerak maju, mengandalkan pukulan keras, tendangan, serta tekanan konstan. ONE sendiri menggambarkannya sebagai veteran dengan pengalaman lebih dari 100 pertandingan profesional.
Suriyanlek berasal dari Provinsi Maha Sarakham, Thailand, dan mulai berlatih Muay Thai sejak usia sekitar 10 tahun. Latar belakang kehidupannya jauh dari gambaran atlet profesional yang memperoleh fasilitas lengkap sejak kecil. Menurut profil MuaySpot, keluarganya memiliki penghasilan dari berjualan rangkaian bunga, sementara pertarungan menjadi salah satu cara Suriyanlek memperoleh uang untuk membantu keluarga. Ia kemudian menapaki rangkaian pertandingan di berbagai stadion daerah Thailand. Sumber tersebut mencatat perjalanan profesionalnya mulai dihitung sejak sekitar 2016, dengan jumlah pertandingan yang telah melewati 100 laga sebelum ia menjadi bagian dari ONE.
Perjalanan menuju ONE bukanlah proses instan. Bertahun-tahun bertarung di sirkuit Muay Thai Thailand membuat Suriyanlek terbiasa menghadapi lawan dengan karakter berbeda dan jadwal pertandingan yang padat. Pengalaman itu menjadi modal ketika ia akhirnya mendapatkan kesempatan di ONE Friday Fights 25 pada 14 Juli 2023. Debutnya berlangsung hanya sekitar satu ronde. Menghadapi Yodduangjai SorJorMontree di kelas 132 pound, Suriyanlek mencetak KO ronde pertama dan langsung memperkenalkan dirinya sebagai petarung yang tidak datang untuk bermain aman.
Setelah debut tersebut, momentumnya berkembang cepat. Ia kembali menang KO atas Songfangkhong FA Group di ONE Friday Fights 28, sebelum menghadapi Black Panther pada September 2023. Kekalahan melalui keputusan juri dalam laga tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa agresivitas saja tidak selalu cukup menghadapi petarung elite. Namun Suriyanlek segera bangkit. Ia mencatat kemenangan KO atas Tomyamkoong Bhumjaithai dan Yodkritsada Sor Sommai pada akhir 2023. Pada 2024, persaingannya semakin keras. Ia menang atas Rittidet Sor Sommai melalui keputusan juri setelah dua kali menjatuhkan lawannya, kemudian menghentikan Pompet PK Saenchai melalui KO ronde pertama. Laga melawan Rittidet bahkan membuatnya meraih bonus ketujuh secara beruntun, sebuah pencapaian yang menggambarkan betapa konsistennya ia menghasilkan pertarungan menghibur.
Salah satu babak terpenting dalam kariernya datang pada ONE 170, 24 Januari 2025, ketika ia menghadapi petarung Myanmar Thant Zin. Suriyanlek sempat berada dalam posisi sulit, tetapi justru mengubah keadaan secara brutal pada ronde kedua. Ia menjatuhkan Thant Zin tiga kali sebelum pertandingan dihentikan dan dinyatakan menang TKO. Kemenangan itu memperkuat reputasinya sebagai petarung yang tidak mudah menyerah ketika berada dalam tekanan. Setelah sempat kalah dari Ryusei Kumagai dalam laga kickboxing pada Maret 2025, ia kembali ke jalur kemenangan dengan KO ronde kedua atas Rambong Sor Therapat pada Juli. Ia kemudian mengalahkan Decho Por Borirak lewat keputusan mutlak pada September 2025 setelah pertarungan tiga ronde yang menghasilkan tiga knockdown secara keseluruhan.
Memasuki 2026, Suriyanlek tetap aktif. Ia menang atas Mohamed Taoufyq pada Februari dan Gregor Thom pada Maret. Laga melawan Thom memperlihatkan mentalitasnya secara jelas: meskipun kaki kanannya sudah kesakitan akibat serangan low kick sejak awal dan ia sempat dijatuhkan pada ronde kedua, ia tetap maju setelah mendapat instruksi dari pelatih Moses Sangtiennoi untuk meninggalkan semuanya di atas ring. Suriyanlek kemudian membalas dengan knockdown dan mengamankan kemenangan. Ia bahkan menggambarkan prinsipnya secara sederhana: selama belum dibuat tidak sadar, ia merasa belum benar-benar kalah.
Gaya bertarung Suriyanlek sangat mudah dikenali. Ia adalah pressure fighter yang senang mempersempit ruang gerak lawan dan memaksa pertukaran serangan. Pukulan kanan menjadi salah satu senjata utamanya, sementara tendangan dan kombinasi pukulan menjaga lawan tetap berada dalam tekanan. Julukan informalnya sebagai petarung dengan “wild buffalo punch” menggambarkan karakter tersebut—maju dengan kekuatan dan momentum, bukan menunggu kesempatan datang. Ia juga dikenal berani menerima pertandingan melawan lawan yang lebih tinggi atau memiliki momentum kemenangan. Dalam salah satu laga 2026, ia bahkan menghadapi Mohamed Taoufyq yang disebut memiliki keunggulan tinggi sekitar 24 cm.
Menariknya, metode latihan Suriyanlek memiliki unsur yang sama uniknya dengan gaya bertarungnya. Di Tor Sangtiennoi Gym, Pathum Thani, pelatih Moses Sangtiennoi menggunakan musik heavy metal selama latihan. Bagi Suriyanlek, ritme gitar dan drum bukan sekadar hiburan. Ia mengatakan musik tersebut membantu meningkatkan adrenalin, mendorongnya melewati sesi kardio berat, sekaligus membuat kombinasi pukulannya mengalir mengikuti tempo musik. Ia bahkan menggemari band metal Thailand Ebola, terutama lagu Survivor, karena tema lagunya mengenai perjuangan menghadapi kesulitan.
Dalam hal pencapaian, Suriyanlek kini lebih dikenal sebagai “bonus hunter” daripada seorang pemegang sabuk. Menurut MuaySpot, ia telah mengoleksi sembilan bonus di ONE Lumpinee, masing-masing bernilai 350.000 baht. Secara khusus di ONE Championship, catatan resminya tercatat 11 kemenangan dan 7 kekalahan dari 18 laga, dengan tujuh kemenangan berakhir melalui KO/TKO dan tingkat penyelesaian sekitar 64 persen.
Untuk rekor profesional keseluruhan, perlu dicatat bahwa database Muay Thai tidak selalu menggunakan metode pencatatan yang sama. ONE menyebutnya membawa rekor 86-31 sebelum menghadapi Ramadan Ondash pada 29 Mei 2026; setelah kalah melalui keputusan mutlak dalam laga tersebut, catatan yang mengikuti angka itu menjadi sekitar 86-32. Karena itu, angka keseluruhan sebaiknya dipahami sebagai catatan yang bergantung pada database, sedangkan angka 11-7 di ONE Championship merupakan statistik promosi yang paling konsisten dan dapat diverifikasi.
Pada akhirnya, kisah Suriyanlek bukan terutama tentang jumlah kemenangan. Ia adalah cerita seorang anak dari Maha Sarakham yang tumbuh melalui kerasnya sirkuit Muay Thai, membawa pengalaman lebih dari seratus laga ke panggung internasional, dan menjadikan keberanian sebagai bagian dari identitasnya. Ia mungkin tidak selalu keluar sebagai pemenang, tetapi selama bel berbunyi dan tubuhnya masih mampu bergerak maju, Suriyanlek hampir selalu memilih untuk bertarung—dan justru itulah yang membuat namanya begitu sulit dilupakan di ONE Championship.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda