Linus Bylander: Juara Swedia Di ONE Championship

Piter Rudai • 07/10/2026 • 3 min read
Linus Bylander: Juara Swedia Di ONE Championship

Jakarta – Linus Bylander adalah salah satu nama yang menarik dalam generasi baru petarung Muay Thai Swedia. Lahir pada 6 Maret 1997, petarung asal Swedia ini mulai berlatih Muay Thai sejak usia sekitar 20 tahun dan kemudian bergabung dengan Fightgym Borås. Bagi Bylander, kompetisi sejak awal bukan sekadar tentang mengejar kemenangan. Dalam wawancara dengan Federasi Muay Thai Swedia, ia mengatakan bahwa alasan dirinya mulai bertanding adalah untuk menguji kemampuan diri sendiri. Dari sana, perjalanan yang awalnya berakar di kompetisi domestik berkembang menjadi karier internasional yang membawanya ke panggung ONE Championship.

Perkembangannya berlangsung cukup cepat. Bylander menjadi juara Swedia tiga kali, termasuk dua gelar SM di kelas -63,5 kg pada 2020 dan 2021. Ia kemudian menjadi juara Nordik dan mulai mendapatkan tempat di tim nasional Swedia. Di level internasional, ia meraih medali perunggu IFMA World Championships 2022 di Abu Dhabi pada kelas -63,5 kg. Setahun kemudian, ia kembali meraih medali perunggu di European Games 2023 pada kelas -67 kg. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Bylander bukan hanya terbukti di kompetisi lokal, tetapi juga mampu bertahan ketika menghadapi petarung dari negara-negara dengan tradisi Muay Thai yang kuat.

Memasuki jalur profesional, Bylander memilih membangun kariernya secara bertahap. Ia menjalani debut profesional pada Muay Thai For Life 5.0 pada Maret 2023, menghadapi Nasim Kazem dan menang melalui keputusan. Ia kemudian mengalahkan Kim Falk pada Oktober 2023 untuk merebut WMC Super Lightweight National Title, sebuah gelar yang memiliki arti khusus karena menjadi bagian dari sejarah penobatan juara profesional Swedia. Setelah itu, Bylander kembali menang atas Nico Sanabria pada MTFL 10 pada Desember 2024. Tiga kemenangan profesional di Swedia tersebut akhirnya membuka pintu menuju panggung yang jauh lebih besar.

Kesempatan tersebut datang pada ONE Friday Fights 130, 24 Oktober 2025, ketika Bylander melakukan debut di ONE Championship menghadapi petarung Thailand Saensak Supergirl Jaroonsak di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Debut tersebut berlangsung keras. Bylander menjatuhkan Saensak pada ronde pertama melalui kombinasi pukulan dan lutut, tetapi pada ronde kedua justru dirinya yang terjatuh akibat pukulan lurus. Ia mampu bangkit dan menutup pertarungan dengan kuat hingga akhirnya memenangkan pertandingan melalui keputusan mutlak. Debut itu memperlihatkan salah satu karakter terpentingnya: kemampuan tetap tenang dan bertahan ketika momentum pertandingan berubah.

Namun, panggung ONE juga segera memberikan ujian berbeda. Pada ONE Friday Fights 152, 1 Mei 2026, Bylander menghadapi veteran Thailand Suksawat PK Saenchai. Pertarungan tersebut berakhir dengan kekalahan Bylander melalui keputusan mutlak. Hasil itu menjadi kekalahan profesional pertamanya dalam catatan pertarungan yang terdokumentasi, sekaligus mengingatkannya bahwa level ONE menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Catatan yang tersedia saat ini mencatat Bylander dengan 4 kemenangan dan 1 kekalahan, seluruh kemenangan profesionalnya melalui keputusan.

Di atas ring, Bylander dikenal sebagai southpaw dengan postur sekitar 185 cm dan bertanding di sekitar kelas bantamweight/super lightweight, tergantung format pertandingan. ONE menggambarkannya sebagai petarung teknis yang berbahaya dengan left body kick. Ia cenderung memanfaatkan panjang tubuh dan jangkauan untuk menjaga jarak, kemudian masuk dengan kombinasi pukulan, tendangan, serta lutut. Pertarungan melawan Saensak menunjukkan bahwa ia juga mampu bertarung dalam tempo keras, bukan hanya bermain aman dari luar. Gaya tersebut membuat Bylander terlihat sebagai petarung yang mengandalkan teknik, timing, kontrol jarak, dan kecerdasan membaca pertandingan.

Mentalitasnya mungkin merupakan bagian paling menarik dari profil Bylander. Ia pernah menyebut disiplin sebagai faktor 100 persen penting untuk mencapai level tim nasional. Ia juga mengatakan bahwa lawan tersulit yang pernah dihadapinya adalah dirinya sendiri, karena seorang petarung harus mampu mengontrol dirinya sebelum setiap pertandingan. Dalam persiapan menuju kompetisi internasional, ia meningkatkan intensitas sparring dan berusaha beradaptasi dengan tuntutan pertandingan. Ia juga mengaku terinspirasi oleh Tawanchai, sementara filosofi sederhananya kepada petarung muda adalah terus berlatih keras dan selalu berusaha berkembang.

Perjalanan Bylander kini memasuki babak baru. Setelah kemenangan debut dan kekalahan pertamanya di ONE, ia dijadwalkan menghadapi Tyson Harrison dalam Muay Thai kelas bantamweight pada The Inner Circle 34, 9 Oktober 2026. Pertandingan itu menjadi kesempatan untuk kembali membangun momentum di panggung global. Dengan fondasi tiga gelar nasional, prestasi internasional, gelar WMC profesional, serta pengalaman ONE Championship, Linus Bylander bukan lagi sekadar juara dari Swedia. Ia adalah petarung teknis yang sedang berusaha membuktikan bahwa disiplin dan pengalaman dari Eropa dapat membawanya bersaing di jantung dunia Muay Thai.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...