Rustam “Tomahawk” Yunusov: Bintang Muda Muay Thai Rusia

Piter Rudai • 07/10/2026 • 3 min read
Rustam “Tomahawk” Yunusov: Bintang Muda Muay Thai Rusia

Jakarta – Di usia yang masih sangat muda, Rustam “Tomahawk” Yunusov sudah membangun reputasi sebagai salah satu prospek paling menarik di dunia Muay Thai. Lahir di Moskow, Rusia, pada 21 Januari 2007, Yunusov tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan olahraga tarung. Ayahnya, Ruslan Yunusov, merupakan mantan petinju sekaligus pelatih tinju. Ketika Rustam berusia enam tahun, sang ayah awalnya membawanya ke olahraga gulat karena menganggap disiplin tersebut cocok untuk anak seusianya. Namun, pertemuannya dengan pelatih Muay Thai Magomed Kamilov mengubah arah perjalanan Rustam. Ia kemudian beralih ke Muay Thai dan langsung menunjukkan potensi. Setelah sekitar enam bulan latihan, ia mengikuti turnamen pertamanya dan meraih kemenangan. Sejak saat itu, kompetisi demi kompetisi menjadi bagian dari kehidupannya.

Perkembangannya berlangsung cepat. Pada usia belia, Yunusov sudah memenangkan sejumlah turnamen junior di Rusia, termasuk Golden Gloves, menjadi juara K-1 Rusia, memenangkan Moscow Cup, serta meraih gelar pada kejuaraan Muay Thai tingkat distrik. Ia juga sempat menjalani pemusatan latihan di Thailand untuk meningkatkan kemampuannya. Pola latihannya sejak awal menunjukkan kedisiplinan yang tidak biasa untuk seorang anak muda. Dalam sebuah wawancara, ayahnya menjelaskan bahwa Rustam berlatih enam hari dalam seminggu: tiga hari bersama kelompok Magomed Kamilov dan hari-hari lainnya menjalani latihan khusus bersama sang ayah.

Langkah besar berikutnya datang ketika Yunusov memasuki panggung ONE Championship. Pada 8 Maret 2024, ketika baru berusia 17 tahun, ia menjalani debut di ONE Friday Fights 54 melawan Ramu Araya di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Yunusov tampil tenang sekaligus agresif dan memenangkan pertarungan melalui keputusan mutlak. Kemenangan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya di panggung internasional. Setelah itu, ia mengalahkan Blair Geraghty melalui keputusan di ONE Friday Fights 79, kemudian menghentikan Toufiq Chabibi dengan kombinasi siku dan lutut pada ronde kedua di ONE Friday Fights 89. Pada 2025, ia kembali mencatat kemenangan atas Alfie Ponting melalui TKO ronde pertama dan Donking Yotharakmuaythai melalui keputusan. Ia kemudian menghentikan Phetsukumvit Boi Bangna dengan KO pada ronde pertama di ONE Friday Fights 131.

Tahun 2026 menjadi fase penting dalam perkembangan Yunusov. Pada Januari, ia menghadapi Khunponnoi Sor Sommai dalam pertarungan keras di ONE Friday Fights 139. Yunusov memenangkan laga melalui keputusan mutlak setelah memperlihatkan kombinasi pukulan, tendangan, siku, lutut, dan tekanan maju yang konsisten. Kemenangan tersebut membuat rekornya menjadi 16-0 menurut catatan ONE saat itu. Tantangan terbesarnya kemudian datang pada 22 Mei 2026 ketika ia menghadapi petarung Thailand Decho Mavinn Muaythai dalam main event ONE Friday Fights 155. Decho memberikan perlawanan melalui clinch dan serangan lutut, bahkan sempat mengguncang Yunusov dengan pukulan lurus. Namun, Yunusov mampu mengubah momentum melalui kombinasi pukulan dan serangan siku hingga akhirnya menang melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut membawa rekor kariernya menjadi 17-0.

Secara gaya bertarung, Yunusov adalah southpaw yang mengandalkan kombinasi kecepatan, pergerakan kaki, timing, dan kemampuan membaca lawan. Ia bukan sekadar petarung yang maju mengejar KO. Kemampuannya menemukan celah, melakukan counter, kemudian kembali mengontrol jarak membuatnya terlihat jauh lebih matang daripada usianya. Dalam pertarungan melawan Khunponnoi, misalnya, ia mampu menggabungkan tekanan maju dengan serangan siku dan lutut yang presisi. ONE juga mencatatnya sebagai petarung yang memiliki fight IQ tinggi dan kemampuan teknis yang menonjol. Ia berlatih bersama ONE CHANCE, tim yang berada di bawah naungan juara dunia tiga divisi ONE, Anatoly Malykhin, yang melihat Yunusov sebagai talenta dengan potensi besar.

Namun, mungkin aspek paling menarik dari Yunusov justru bukan tekniknya, melainkan mentalitasnya. Menjelang pertarungan melawan Decho, ia mengatakan bahwa dirinya tidak menganggap bakat sebagai keunggulan utama. Baginya, “discipline beats talent”—disiplin mengalahkan bakat. Pandangan tersebut menjelaskan mengapa perkembangan Yunusov berlangsung begitu cepat: ia membangun karier bukan hanya dengan kemampuan alami, tetapi melalui latihan konsisten, analisis lawan, dan keberanian menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.

Saat ini, Yunusov bertanding di kelas flyweight Muay Thai, dengan berat sekitar 135 pound/61,2 kg. Catatan resminya di ONE adalah 8 kemenangan tanpa kekalahan, terdiri dari 3 KO/TKO dan 5 kemenangan keputusan, sementara catatan keseluruhan yang dilaporkan ONE setelah kemenangan atas Decho mencapai 17-0. Perjalanan Rustam Yunusov masih berada pada tahap awal, tetapi fondasinya sudah terbentuk: disiplin sejak kecil, teknik Muay Thai yang matang, mentalitas kompetitif, serta pengalaman menghadapi lawan Thailand yang keras. Jika perkembangan tersebut terus berlanjut, “Tomahawk” bukan sekadar prospek Rusia—ia berpotensi menjadi salah satu nama besar generasi berikutnya di panggung Muay Thai dunia.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...