Raul Rosas Jr.: Perjalanan Sang “El Niño Problema” Di UFC

Piter Rudai • 12/10/2026 • 4 min read
Raul Rosas Jr.: Perjalanan Sang “El Niño Problema” Di UFC

Jakarta – Di dunia mixed martial arts (MMA), usia sering kali dianggap sebagai batas pengalaman. Namun, Raul Rosas Jr. justru menjadikan usia mudanya sebagai bagian dari identitas. Dengan julukan “El Niño Problema”, petarung keturunan Meksiko-Amerika ini menarik perhatian sejak remaja melalui kemampuan gulat dan Brazilian jiu-jitsu, sebelum mencatatkan sejarah sebagai salah satu atlet termuda yang menembus Ultimate Fighting Championship (UFC). Perjalanannya bukan sekadar kisah tentang bakat muda, melainkan juga tentang bagaimana seorang petarung membangun keberanian, menghadapi kekalahan, dan beradaptasi dengan tuntutan kompetisi profesional.

Latar Belakang dan Awal Ketertarikan pada Bela Diri

Raúl Gilberto Rosas Ríos Jr. lahir pada 8 Oktober 2004 di Clovis, New Mexico, Amerika Serikat. Orang tuanya berasal dari Meksiko dan kemudian menetap di Amerika Serikat. Ketika berusia sekitar 13 tahun, Rosas Jr. bersama keluarganya pindah ke Santa Rosa, California. Di tempat inilah perkembangan minatnya terhadap olahraga pertarungan semakin serius. Ia mulai berlatih gulat di sekolah menengah dan mengikuti pankration, cabang bela diri amatir yang memiliki kemiripan dengan MMA.

Pengalaman di gulat menjadi fondasi penting dalam gaya bertarungnya. Olahraga tersebut membentuk kemampuan mengendalikan posisi, menjatuhkan lawan, dan mempertahankan keseimbangan ketika berada daam tekanan. Rosas Jr. kemudian mengembangkan kemampuannya melalui latihan grappling dan Brazilian jiu-jitsu. Pada usia 14 tahun, ia memenangkan medali emas di Kejuaraan Dunia Remaja IMMAF 2019 di Roma. Prestasi ini menunjukkan bahwa ia telah memiliki pengalaman kompetitif sebelum memasuki dunia profesional.

Menembus Dunia Profesional dan Sejarah di UFC

Rosas Jr. memulai karier profesional MMA pada November 2021 melalui promotor Ultimate Warrior Challenge México (UWC México). Ia meraih lima kemenangan sebelum mendapatkan kesempatan tampil di Dana White’s Contender Series pada 20 September 2022. Menghadapi Mando Gutiérrez, Rosas Jr. memenangkan pertarungan melalui keputusan mutlak. Hasil itu membawanya mendapatkan kontrak UFC dan mencatatkan namanya sebagai petarung termuda yang menandatangani kontrak dengan organisasi tersebut, pada usia 17 tahun.

Debut UFC-nya berlangsung pada 10 Desember 2022 di UFC 282 melawan Jay Perrin. Rosas Jr. menampilkan kemampuan grappling yang menjadi ciri khasnya dan mengakhiri pertarungan melalui rear-naked choke pada ronde pertama. Kemenangan tersebut juga memberinya penghargaan Performance of the Night. Debut ini menegaskan bahwa ia tidak sekadar hadir sebagai prospek muda, tetapi mampu menyelesaikan pertandingan di panggung besar.

Namun, perjalanan awalnya tidak selalu mulus. Pada UFC 287, 8 April 2023, Rosas Jr. menghadapi Christian Rodriguez dan mengalami kekalahan melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut menjadi kekalahan profesional pertamanya, sekaligus ujian penting bagi seorang atlet muda yang sejak awal mendapat perhatian besar. Kekalahan itu memperlihatkan bahwa persaingan di UFC menuntut lebih dari sekadar kemampuan dominan ketika menghadapi lawan dengan pengalaman dan pertahanan yang efektif.

Bangkit, Mengembangkan Permainan, dan Menapaki Persaingan UFC

Setelah kekalahan tersebut, Rosas Jr. kembali ke jalur kemenangan. Pada September 2023, ia mengalahkan Terrence Mitchell melalui technical knockout dalam waktu 54 detik pada ronde pertama. Kemenangan itu memperlihatkan bahwa kemampuan menyerangnya juga menjadi bagian dari perkembangan permainan, tidak hanya mengandalkan teknik kuncian. Pada Juni 2024, ia kembali mencatat kemenangan melalui submission atas Ricky Turcios dengan rear-naked choke pada ronde kedua. Pertarungan tersebut memberinya penghargaan Performance of the Night.

Pada UFC 306, 14 September 2024, Rosas Jr. menghadapi Aoriqileng dan meraih kemenangan melalui keputusan mutlak. Pertandingan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya karena ia berhasil memenangkan pertarungan tiga ronde dengan penilaian juri. International Mixed Martial Arts Federation (IMMAF) mencatat kemenangan tersebut sebagai momen bersejarah di The Sphere, Las Vegas, tempat Rosas Jr. menjadi petarung pertama yang meraih kemenangan di arena tersebut.

Pada 29 Maret 2025, ia menghadapi Vince Morales dalam ajang UFC on ESPN: Moreno vs. Erceg di Mexico City. Rosas Jr. kembali meraih kemenangan melalui keputusan mutlak. Hasil ini memperkuat catatan positifnya setelah kekalahan pada 2023, sekaligus memperlihatkan kemampuannya menjaga konsistensi dalam pertarungan jarak penuh.

Kelas Bertanding, Rekor, dan Gaya Bertarung

Rosas Jr. berkompetisi di kelas bantamweight atau kelas bantam, dengan batas berat 135 pound (sekitar 61,2 kilogram) dalam aturan UFC. Gaya bertarungnya berakar pada gulat dan grappling, dengan kecenderungan mencari takedown, mengendalikan posisi lawan, serta menciptakan peluang submission. Namun, kemenangan melalui technical knockout dan keputusan juri menunjukkan bahwa repertoarnya tidak terbatas pada permainan bawah.

Berdasarkan catatan yang tersedia hingga kemenangan atas Rob Font pada UFC 326, 7 Maret 2026, Rosas Jr. memiliki rekor profesional MMA 12 kemenangan dan 1 kekalahan (12–1–0). Rincian kemenangan yang tercatat mencakup enam submission, dua kemenangan knockout atau technical knockout, serta empat kemenangan melalui keputusan. Satu-satunya kekalahan profesionalnya tercatat melalui keputusan mutlak.

Mentalitas Kompetitif dan Tantangan Karier

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Rosas Jr. adalah tuntutan untuk berkembang di tengah sorotan yang muncul sejak usia remaja. Menjadi petarung termuda yang mendapatkan kontrak UFC membawa perhatian publik sekaligus ekspektasi tinggi. Kekalahan melawan Rodriguez menunjukkan bahwa proses perkembangan tetap berlangsung, bahkan ketika seorang atlet telah mencapai panggung terbesar.

Latihan gulat, grappling, dan MMA menjadi fondasi penting dalam persiapannya. Meski demikian, rincian lengkap mengenai jadwal latihan harian, intensitas fisik, dan metode spesifik yang digunakan timnya tidak seluruhnya tersedia dalam sumber yang diverifikasi di sini. Karena itu, penjelasan tentang metode latihannya sebaiknya dibatasi pada disiplin bela diri yang memang terdokumentasi, tanpa mengasumsikan rutinitas yang belum dikonfirmasi.

Perjalanan Raul Rosas Jr. memperlihatkan bagaimana seorang petarung muda membangun karier melalui kombinasi pengalaman amatir, keberanian memasuki level profesional, dan proses belajar dari kemenangan maupun kekalahan. Ia belum menyelesaikan seluruh perjalanan kariernya, tetapi kisahnya sudah menjadi bagian dari generasi baru atlet MMA yang berkembang di bawah perhatian dunia.

Dari arena kompetisi remaja hingga UFC, Rosas Jr. membawa satu ciri yang terus melekat pada namanya: keberanian untuk menghadapi tantangan lebih besar. Julukan El Niño Problema bukan hanya menggambarkan usia mudanya, tetapi juga menjadi identitas seorang petarung yang berusaha membuktikan kemampuannya dalam persaingan profesional.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...