Liu Mengyang: Naga Muda Dari China Di ONE Championship

Piter Rudai • 12/10/2026 • 3 min read
Liu Mengyang: Naga Muda Dari China Di ONE Championship

Jakarta – Dunia kickboxing Asia terus melahirkan petarung muda dengan karakter dan gaya bertanding yang menarik perhatian. Salah satunya adalah Liu Mengyang, kickboxer asal China yang tampil di panggung ONE Championship dengan julukan “Spirit Dragon”. Dengan postur sekitar 183 sentimeter dan kiprah di kelas featherweight, Liu dikenal sebagai petarung yang mampu menghadapi lawan-lawan berpengalaman di bawah sorotan kompetisi internasional. Perjalanannya menunjukkan bagaimana seorang atlet dari China membangun reputasi melalui pertandingan demi pertandingan, bukan hanya melalui kemenangan, tetapi juga melalui pengalaman menghadapi tekanan dan kekalahan.

Liu Mengyang lahir pada 23 Desember 2002. Informasi mengenai masa kecilnya, kapan tepatnya ia mulai berlatih bela diri, serta sosok yang pertama kali memperkenalkannya pada kickboxing belum banyak dipublikasikan oleh sumber resmi yang tersedia. Karena itu, perjalanan awal Liu lebih tepat dipahami melalui catatan kompetisinya. Sebelum tampil di ONE Championship, ia telah mengikuti sejumlah pertandingan kickboxing di China dan membangun pengalaman melalui pertarungan domestik maupun internasional. Rekam jejak tersebut menjadi fondasi penting ketika ia mulai berhadapan dengan petarung dari berbagai negara.

Salah satu periode penting dalam perkembangan karier Liu terjadi pada 2024. Pada tahun tersebut, ia mencatat beberapa kemenangan dalam kompetisi kickboxing, termasuk kemenangan melalui penghentian wasit dan keputusan juri. Ia juga tercatat memenangkan gelar kelas 75 kilogram dalam ajang Yu Ao Ti Yu Fighting Championship setelah meraih kemenangan atas Masoud Minaei dan Narek Aboyan. Namun, perjalanan itu tidak sepenuhnya mulus. Pada April 2024, Liu mengalami kekalahan dari Dominik Bereczki dalam pertandingan Wu Lin Feng di Budapest, Hungaria. Kekalahan tersebut menjadi bagian dari proses kompetitif yang membentuk pengalamannya sebelum memasuki panggung yang lebih besar.

Kesempatan tampil di ONE Championship datang pada 20 Desember 2024 melalui ONE Friday Fights 92 di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Dalam debutnya, Liu menghadapi petarung Jepang, Masaaki Noiri. Pertandingan berlangsung selama tiga ronde dan berakhir dengan kemenangan angka mutlak bagi Liu. Hasil tersebut menjadi pembuka yang penting karena Noiri merupakan lawan berpengalaman dalam dunia striking. Kemenangan atas nama besar pada penampilan perdananya membantu memperkenalkan Liu kepada penonton ONE Championship dan menempatkannya sebagai salah satu petarung yang patut diperhatikan di divisi featherweight kickboxing.

Pada 18 April 2025, Liu kembali bertanding menghadapi Mohammad Siasarani di ONE Friday Fights 105. Kali ini, hasil pertandingan tidak berpihak kepadanya. Siasarani memenangkan pertarungan melalui keputusan juri terbelah setelah tiga ronde. Liu kemudian merespons dengan kemenangan atas Shadow Singha Mawynn pada 26 September 2025. Pertandingan tersebut dimenangkannya melalui keputusan angka mutlak. Dua pertandingan itu memperlihatkan dinamika karier seorang petarung profesional: kemenangan dapat meningkatkan momentum, sementara kekalahan memaksanya kembali mengevaluasi pendekatan dan kesiapan menghadapi lawan berikutnya.

Momen paling mencolok dalam karier Liu terjadi pada 19 Desember 2025 ketika ia menghadapi Tawanchai PK Saenchai dalam ONE Friday Fights 137. Liu meraih kemenangan melalui TKO pada ronde pertama, dengan pertandingan berakhir setelah 52 detik. Hasil tersebut menjadi salah satu kemenangan terbesar dalam catatan kariernya karena Tawanchai merupakan nama penting dalam lanskap striking Muay Thai dan kickboxing. Kemenangan itu memperlihatkan kemampuan Liu untuk memanfaatkan peluang dalam pertarungan dan mengakhiri laga sebelum berlangsung panjang. Meski demikian, satu kemenangan besar tidak otomatis menggambarkan keseluruhan kemampuan seorang atlet; konsistensi menghadapi lawan dengan karakter berbeda tetap menjadi tantangan berikutnya.

Liu melanjutkan kiprahnya pada 22 Mei 2026 melawan Gabriel Pereira. Dalam pertandingan tersebut, ia meraih kemenangan melalui keputusan juri mutlak setelah tiga ronde. Namun, pada 8 Agustus 2026, Liu menghadapi Masaaki Noiri untuk kedua kalinya dalam ajang ONE Samurai 2 dan mengalami kekalahan melalui KO pada ronde pertama. Hasil ini menunjukkan bahwa perjalanan Liu masih berkembang dan belum terbebas dari tantangan kompetitif. Dengan usia yang masih relatif muda, pengalaman menghadapi kemenangan besar, pertandingan ketat, dan kekalahan cepat dapat menjadi bagian penting dalam proses pematangan kariernya.

Di dalam ring, Liu Mengyang berkompetisi sebagai kickboxer dengan tinggi sekitar 183 sentimeter. Catatan pertandingannya di ONE Championship menunjukkan kombinasi kemenangan melalui keputusan juri dan penghentian pertandingan. Namun, informasi publik yang terverifikasi mengenai metode latihan hariannya, struktur kamp pelatihan, filosofi bertarung yang ia pegang secara pribadi, serta rincian strategi teknisnya masih terbatas. Oleh karena itu, penilaian terhadap gaya bertanding Liu sebaiknya didasarkan pada rekaman pertandingan dan statistik yang tersedia, bukan pada klaim mengenai karakter atau kebiasaannya yang belum dikonfirmasi.

Perjalanan Liu Mengyang menggambarkan fase awal karier seorang petarung yang sedang membangun tempatnya di kompetisi internasional. Ia telah meraih kemenangan atas lawan berpengalaman, mencatat kemenangan penting atas Tawanchai, dan menghadapi hasil yang beragam dalam pertandingan berikutnya. Masa depannya akan ditentukan oleh bagaimana ia mengembangkan kemampuan, memperbaiki kelemahan, serta merespons tantangan dari lawan-lawan baru. Di panggung ONE Championship yang kompetitif, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk memperkuat reputasi sekaligus menguji sejauh mana potensi Spirit Dragon dapat berkembang.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...