Drakkar Klose: Petarung Veteran UFC

Piter Rudai • 19/10/2026 • 4 min read
Drakkar Klose: Petarung Veteran UFC

Jakarta – Bagi Drakkar Klose, menjadi petarung bukanlah cita-cita yang sejak kecil ia susun dengan pasti. Lahir pada 9 Maret 1988 di Kalamazoo, Michigan, Klose terlebih dahulu menekuni gulat saat kuliah. Setelah menyelesaikan masa kuliahnya, ia mulai mencoba MMA dan menemukan bahwa kompetisi di dalam cage memberinya tantangan yang berbeda. Klose pernah mengatakan bahwa ia mulai bertarung setelah masa kuliah karena memang menyukai kompetisi. Pengaruh bela diri juga sudah hadir di rumahnya sejak kecil melalui sang ayah yang pernah ingin menjadi petinju dan sering melakukan shadowboxing di rumah.

Perjalanan profesional Klose dimulai pada 2014. Ia menang atas Nolan McLaughlin melalui TKO pada ronde pertama dalam Duel for Domination 7. Setelah itu, kemenangan demi kemenangan dikumpulkannya di berbagai organisasi regional, termasuk Rage in the Cage dan World Fighting Federation. Sebelum masuk UFC, Klose tercatat memiliki rekor amatir 7-0, kemudian membangun rekor profesional yang solid. Ia juga sempat menjadi Rage in the Cage Lightweight Champion dan dikenal sebagai salah satu petarung lightweight yang berkembang dari scene regional Arizona.

Momentum besar datang pada 2016 ketika Klose memperoleh kesempatan bertanding di RFA. Setelah menang atas Hugh Pulley, ia kemudian mendapatkan panggilan UFC. Debutnya berlangsung pada 15 Januari 2017, menghadapi Devin Powell. Klose memenangkan pertarungan tersebut melalui unanimous decision. Menariknya, ia sebenarnya sudah cukup akrab dengan atmosfer UFC sebelum menjadi petarungnya sendiri. Ketika berlatih di MMA Lab, ia sempat menjadi partner latihan dan membantu mempersiapkan pertandingan Benson Henderson. Pengalaman tersebut membuat Klose merasa siap ketika akhirnya memasuki Octagon.

Salah satu pertandingan penting dalam fase awal UFC-nya terjadi melawan Marc Diakiese pada TUF 25 Finale, Juli 2017. Klose memenangkan pertarungan melalui split decision dalam laga yang berlangsung ketat. Ia menggunakan tekanan ke depan, serangan ke kaki dan permainan clinch untuk mengganggu pergerakan Diakiese. Setelah mengalami kekalahan pertama di UFC dari David Teymur pada UFC 218, Klose kemudian bangkit dengan tiga kemenangan beruntun atas Lando Vannata, Bobby Green, dan Christos Giagos. Kemenangan atas Green pada Desember 2018 menjadi salah satu penampilan pentingnya karena Klose mampu mempertahankan tekanan dan terus menyerang kaki sepanjang tiga ronde.

Kariernya kemudian menghadapi periode yang lebih sulit. Pada UFC 248, Maret 2020, Klose dihentikan Beneil Dariush melalui KO pada ronde kedua. Setelah itu ia harus menunggu lebih dari dua tahun sebelum kembali bertanding. Comeback tersebut berlangsung pada April 2022 ketika ia menghadapi Brandon Jenkins. Klose kembali menunjukkan kemampuan menyerangnya dengan menghentikan Jenkins melalui TKO hanya 33 detik memasuki ronde kedua. Ia kemudian menang angka atas Rafa Garcia dan kembali membuat kejutan pada Desember 2023 dengan menghentikan Joe Solecki melalui slam pada ronde pertama.

Kemenangan atas Solecki menjadi salah satu gambaran paling jelas mengenai perkembangan Klose sebagai petarung MMA. Ia tidak hanya mengandalkan striking, tetapi mampu menggunakan kekuatan fisik, wrestling, kontrol tubuh dan ground-and-pound untuk menciptakan penyelesaian. Setelah kemenangan tersebut, ia kembali menang atas Joaquim Silva melalui unanimous decision pada UFC 301, sebelum kalah KO dari Joel Álvarez pada Desember 2024. Klose kemudian bangkit dan mencatat kemenangan penting atas veteran Edson Barboza melalui unanimous decision di UFC 319 pada Agustus 2025.

Gaya bertarung Klose dibangun di atas tekanan, low kick, pukulan kanan, wrestling, dan kemampuan bertarung dalam jarak dekat. UFC mencatat teknik striking favoritnya adalah right hand, sementara teknik grappling favoritnya adalah heel hook. Sherdog mencatat enam kemenangan profesionalnya datang melalui KO/TKO dan sepuluh lainnya melalui keputusan juri. Dalam pertarungannya melawan Green, misalnya, Klose terus maju sambil mengincar kaki lawan dengan low kick. Pola tersebut memperlihatkan pendekatannya: mengurangi ruang gerak lawan, memaksanya bekerja dalam tekanan, kemudian menggabungkan striking dengan wrestling ketika kesempatan muncul.

Mentalitas tersebut juga terlihat dari filosofi latihannya. Klose pernah mengatakan bahwa ia “kalah setiap hari” di gym, karena MMA Lab menjadi lingkungan latihan yang penuh petarung berkualitas. Ia justru menganggap pengalaman tersebut sebagai bagian penting dari perkembangannya. Prinsip yang ia pelajari dari Benson Henderson adalah berusaha menjadi satu persen lebih baik setiap hari, sementara pesan dari ibunya membuatnya tetap rendah hati dan tidak terlena oleh kemenangan. Bagi Klose, hasil pertandingan bukan alasan untuk berhenti berkembang.

Tantangan lain dalam kariernya adalah usia dan panjangnya perjalanan profesional. Klose memasuki UFC bukan sebagai prospek muda, melainkan setelah lebih dahulu membangun pengalaman di level regional. Ia juga menghadapi jeda panjang setelah kekalahan dari Dariush pada 2020. Namun setelah kembali, ia mampu mempertahankan posisinya sebagai petarung aktif di kelas lightweight. Pada 12 September 2026, dalam laga terbarunya di Noche UFC, Klose menghadapi Tommy Gantt dan kalah melalui reverse triangle choke pada ronde ketiga. Hasil tersebut membuat rekor profesionalnya menjadi 16 kemenangan, 4 kekalahan, dan 1 hasil imbang.

Klose bertanding di kelas lightweight dengan batas 155 pound atau sekitar 70,3 kg. UFC mencatat tinggi badannya sekitar 175 cm dengan reach 70 inci, sementara profil resminya menyebut ia berlatih di Red Hawk Academy. Hingga pertandingan terakhirnya, ia mengoleksi enam kemenangan KO/TKO dan sepuluh kemenangan melalui keputusan juri. Dengan pengalaman panjang sejak 2014, Klose menjadi gambaran petarung yang berkembang melalui proses bertahap: dari pegulat pascakampus, juara regional, pendatang baru UFC, hingga veteran yang mampu bertahan selama hampir satu dekade di salah satu divisi paling kompetitif dalam MMA.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...