Tommy Gantt: Dari Matras Gulat Ke Panggung UFC

Piter Rudai • 19/10/2026 • 4 min read
Tommy Gantt: Dari Matras Gulat Ke Panggung UFC

Jakarta – Tommy Gantt menempuh jalan yang tidak biasa menuju UFC. Ketika banyak petarung profesional mulai membangun karier MMA sejak usia belasan atau awal 20-an, Gantt justru baru memasuki dunia MMA pada usia 30 tahun. Lahir pada 9 Januari 1993 dan tumbuh di Centreville, Illinois, Gantt lebih dahulu menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai pegulat. Ia mulai berlatih gulat pada usia 12 tahun dan kemudian berkembang menjadi atlet NCAA Division I di North Carolina State University (NC State). Di sana, ia meraih status All-American, menjadi juara ACC, serta mencatat 91 kemenangan sepanjang karier gulatnya. Ia juga berprestasi di freestyle wrestling dengan gelar Pan-American dan medali perunggu World Cup bersama Team USA.

Meski memiliki fondasi gulat kelas tinggi, MMA bukanlah tujuan yang sejak awal direncanakan Gantt. Setelah bertahun-tahun berkompetisi di gulat, ia mulai merasa jenuh dan membutuhkan tantangan baru. Pada 2023, ketika berusia sekitar 30 tahun, ia memutuskan mencoba pertandingan MMA amatir. Persiapannya bahkan terbilang singkat—sekitar tiga minggu sebelum pertandingan pertamanya. Namun kemenangan tersebut mengubah pandangannya. Gantt menikmati setiap aspek pertarungan dan merasa kemampuan gulatnya dapat menjadi fondasi untuk olahraga yang jauh lebih kompleks. Ia kemudian menjalani lima pertandingan amatir tanpa kekalahan, dengan empat kemenangan KO dan satu kemenangan submission.

Setelah memutuskan menjadi profesional, Gantt bergerak dengan kecepatan luar biasa untuk mengejar pengalaman yang hilang selama bertahun-tahun. Ia melakukan debut profesional pada 6 April 2024 melawan Paul Teague di Showcase MMA 37 dan menang hanya dalam 21 detik melalui guillotine choke. Dalam waktu kurang dari setahun, ia bertanding berulang kali di berbagai organisasi regional. Ia menghadapi lawan di kelas welterweight, middleweight, bahkan catchweight, sembari mengumpulkan kemenangan demi kemenangan. Dari 2024 hingga awal 2025, ia merebut gelar New Line Cage Fighting Welterweight Championship dan North Iowa Fights Welterweight Championship. Satu pertandingan melawan Kyle Wright pada Agustus 2024 berakhir sebagai No Contest, tetapi tidak menghentikan lajunya.

Pada periode tersebut, Gantt bahkan bertanding 11 kali dalam kurang dari satu tahun setelah menjadi profesional. Ia mengakui bahwa langkah tersebut merupakan cara untuk mengejar ketertinggalan pengalaman karena memulai MMA relatif terlambat. Dalam beberapa pertandingan, ia harus menerima lawan dan kelas berat yang tersedia, bahkan pernah naik hingga sekitar 185 pound. Pendekatan tersebut memberinya pengalaman menghadapi berbagai gaya dan situasi pertandingan. Pada Februari 2025, ia menutup rangkaian tersebut dengan kemenangan KO ronde pertama atas Deven Paulsen dan membawa rekor profesionalnya menjadi 10-0 dengan satu No Contest.

Panggung yang mengubah kariernya datang melalui Dana White’s Contender Series pada 16 September 2025. Menghadapi Adam Livingston, Gantt tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kualitas grappling-nya. Ia mengamankan guillotine choke pada ronde pertama menit 2:47, mempertahankan rekor tak terkalahkan dan mendapatkan kontrak UFC. Kemenangan itu sekaligus menjadi bukti bahwa transisinya dari gulat elite menuju MMA telah berkembang jauh dalam waktu relatif singkat.

Debut UFC akhirnya tiba pada 16 Mei 2026 melawan Artur Minev dalam kelas lightweight. Pertandingan tersebut sempat mengalami perubahan lawan pada menit-menit akhir setelah Trey Ogden mundur karena cedera. Gantt menghadapi situasi tersebut dengan pendekatan yang sudah terbentuk sejak masa gulat: fokus pada dirinya sendiri dan beradaptasi terhadap siapa pun yang berada di sisi lain arena. Ia kemudian menghentikan Minev melalui TKO akibat serangan pada ronde kedua, 2:51. Kemenangan itu membuat rekornya menjadi 12-0 dengan satu No Contest.

Pertandingan berikutnya menghadirkan ujian yang lebih berpengalaman. Pada 12 September 2026, Gantt menghadapi veteran UFC Drakkar Klose dalam Noche UFC di Glendale, Arizona. Gantt kembali menunjukkan kekuatan grappling dan kontrolnya, sebelum menyelesaikan Klose melalui reverse triangle choke pada ronde ketiga menit 2:46. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 13-0 dengan satu No Contest, sekaligus membuatnya memiliki dua kemenangan dari dua penampilan UFC.

Gaya bertarung Gantt sangat dipengaruhi latar belakang gulatnya. Ia mengandalkan tekanan, takedown, kontrol posisi, ground-and-pound, serta kemampuan berpindah dari satu ancaman submission ke ancaman lainnya. Namun ia tidak ingin dikenal hanya sebagai pegulat yang masuk ke MMA. Gantt mengatakan dirinya ingin bertarung secara agresif sepanjang pertandingan dan terus memberikan tekanan. Ia menggambarkan tujuan kompetitifnya bukan sekadar mencari kemenangan angka, melainkan “mengambil kemauan lawan untuk bertarung”—sebuah filosofi yang menggambarkan pendekatan fisik dan mentalnya di dalam cage.

Dalam latihan, standar Gantt juga sangat tinggi. Ia kini berlatih di The Academy Fight Club di Gilroy, California, di bawah bimbingan Daniel Cormier, mantan juara dua divisi UFC. Cormier dan tim pelatihnya membantu Gantt menyempurnakan aspek yang tidak ia dapatkan dari gulat: pertahanan terhadap tendangan, striking, sparring, transisi antardisiplin, hingga persiapan menghadapi lawan MMA secara menyeluruh. Gantt menggambarkan sesi latihan sebagai lingkungan yang keras, bahkan mengatakan hanya ada sedikit hari ketika ia merasa benar-benar tampil baik menurut para pelatih. Ia juga mempelajari film pertandingan secara lebih serius dibanding ketika masih menjadi pegulat.

Kini, Gantt bertanding di kelas lightweight dengan batas sekitar 155 pound (70,3 kg). UFC mencatat tinggi badannya 5 kaki 11 inci atau sekitar 180 cm, dengan reach sekitar 76,5 inci. Rekor profesionalnya adalah 13 kemenangan, tanpa kekalahan, dan 1 No Contest, dengan 6 kemenangan KO/TKO dan 6 submission. Dari 13 kemenangan tersebut, 12 berakhir sebelum keputusan juri. Ia juga tercatat memiliki 7 kemenangan beruntun melalui penyelesaian.

Perjalanan Tommy Gantt pada akhirnya adalah cerita tentang perubahan arah yang terjadi relatif terlambat, tetapi dijalani dengan intensitas tinggi. Dari pegulat NCAA yang mencari tantangan baru, ia berubah menjadi petarung MMA profesional, juara regional, peraih kontrak melalui Contender Series, dan kemudian pemenang dalam dua pertandingan pertamanya di UFC. Fondasi gulatnya tetap menjadi identitas utama, tetapi perkembangan striking, submission, dan pemahaman MMA membuat permainannya semakin lengkap. Pada usia 33 tahun, perjalanan Gantt di UFC masih berada pada tahap awal—namun sejauh ini, setiap langkah profesionalnya masih tercatat tanpa kekalahan.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...