Jakarta – Kevin Vallejos bukan sekadar petarung muda dengan pukulan keras. Petarung asal Argentina berjuluk “El Chino” ini mulai menarik perhatian dunia setelah menunjukkan kemampuan menyelesaikan pertarungan secara meyakinkan di Ultimate Fighting Championship (UFC). Perjalanannya dari kompetisi regional hingga menghadapi petarung berpengalaman memperlihatkan kombinasi keberanian, disiplin, dan kemampuan beradaptasi yang menjadi modal penting untuk bersaing di level tertinggi.
Kevin Axel Vallejos Montenegro lahir pada 8 Desember 2001 di Mar del Plata, Argentina. Ia tumbuh di kawasan Batán dan mulai mengenal bela diri secara serius ketika berusia 16 tahun. Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut perlahan berkembang menjadi ambisi untuk berkompetisi secara profesional. Sebelum memasuki dunia profesional, Vallejos mencatat rekor amatir 14 kemenangan tanpa kekalahan. Catatan tersebut menjadi fondasi awal bagi kariernya di mixed martial arts (MMA), olahraga yang menggabungkan berbagai disiplin bela diri.
Vallejos memulai karier profesional pada September 2021 dengan mengalahkan Rocco Cena melalui knockout di ajang Supreme Warriors 6. Ia kemudian mengumpulkan kemenangan atas sejumlah lawan di Argentina, termasuk melalui knockout, technical knockout (TKO), dan submission. Penampilannya di Samurai Fight House turut memperkuat reputasinya sebagai petarung agresif dengan kemampuan menyelesaikan pertandingan. Ia juga pernah bertanding di beberapa kelas berat, sebelum akhirnya memusatkan perhatian pada kelas bulu.
Kesempatan menembus UFC datang melalui Dana White’s Contender Series pada September 2023. Namun, langkah pertamanya belum berhasil setelah ia kalah melalui keputusan mutlak dari Jean Silva. Kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya. Vallejos kembali bertanding di kompetisi regional dan meraih kemenangan atas Maximiliano Perez serta Gonzalo Contreras. Ia kemudian mendapatkan kesempatan kedua di Contender Series pada September 2024. Kali ini, Vallejos berhasil mengalahkan Cameron Teague melalui TKO pada ronde pertama dan memperoleh kontrak UFC.
Debutnya di UFC berlangsung pada 15 Maret 2025 melawan Seung Woo Choi. Vallejos langsung mencuri perhatian dengan kemenangan TKO pada ronde pertama. Pada Agustus tahun yang sama, ia kembali meraih kemenangan atas Danny Silva melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuannya tidak hanya bergantung pada knockout cepat, tetapi juga mencakup pengaturan tempo dan konsistensi sepanjang pertandingan.
Momen penting berikutnya terjadi pada Desember 2025 ketika Vallejos menghadapi Giga Chikadze, petarung berpengalaman yang dikenal dengan kemampuan tendangannya. Setelah menghadapi tekanan pada ronde pertama, Vallejos mampu menyesuaikan strategi dan menjatuhkan lawannya menggunakan spinning backfist, diikuti serangan lanjutan yang mengakhiri pertandingan pada ronde kedua. Kemenangan knockout tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu petarung muda yang patut diperhitungkan di kelas bulu UFC.
Pada 14 Maret 2026, Vallejos menghadapi Josh Emmett dalam pertarungan utama UFC Fight Night. Emmett merupakan veteran berpengalaman yang pernah menantang gelar interim kelas bulu. Namun, Vallejos tampil agresif sejak awal dan mengakhiri pertandingan melalui TKO pada ronde pertama. Kemenangan itu menjadi pencapaian penting karena memperlihatkan kemampuannya menghadapi lawan dengan pengalaman dan kekuatan pukulan yang telah teruji.
Vallejos bertanding di kelas bulu dengan batas berat 145 pon atau sekitar 65,8 kilogram. Gaya bertarungnya berorientasi pada striking, terutama kombinasi pukulan eksplosif, tekanan agresif, dan kemampuan memanfaatkan celah pertahanan lawan. Meski demikian, ia juga memiliki dasar Brazilian jiu-jitsu dengan sabuk biru, yang memberinya pilihan untuk mengakhiri pertarungan melalui submission. Perpaduan tersebut membuatnya tidak sepenuhnya bergantung pada satu metode serangan.
Dalam persiapannya, Vallejos menjalani latihan intensif yang dilaporkan mencapai dua hingga empat sesi sehari, enam hari seminggu. Program semacam ini mendukung pengembangan teknik, kekuatan, daya tahan, serta kesiapan menghadapi tekanan kompetisi. Mentalitasnya terlihat ketika mampu mengubah pendekatan saat menghadapi Chikadze. Alih-alih terus memaksakan strategi yang kurang efektif, ia mencari celah dan memanfaatkan kesempatan ketika situasi mulai menguntungkan.
Hingga Oktober 2026, rekor profesional Vallejos tercatat 18 kemenangan dan satu kekalahan, dengan 13 kemenangan melalui knockout atau TKO, dua melalui submission, dan tiga melalui keputusan juri. Catatan tersebut menggambarkan efektivitas serangannya sekaligus kemampuannya meraih kemenangan melalui berbagai cara.
Perjalanan “El Chino” masih panjang. Ia perlu mempertahankan konsistensi, meningkatkan pertahanan terhadap grappling, dan membuktikan kemampuannya menghadapi persaingan yang semakin ketat. Namun, keberhasilannya bangkit dari kekalahan awal hingga menaklukkan lawan berpengalaman menunjukkan potensi besar yang dimilikinya. Dari Argentina menuju panggung UFC, Vallejos sedang membangun reputasi sebagai petarung muda yang layak diperhitungkan dalam perebutan posisi teratas kelas bulu.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda