Aaron Pico: Dari Matras Gulat ke Octagon UFC

Piter Rudai 30/06/2025 3 min read
Aaron Pico: Dari Matras Gulat ke Octagon UFC

Jakarta – Aaron Pico adalah salah satu nama paling menarik dalam dunia seni bela diri campuran (MMA) saat ini. Dikenal karena kombinasi unik antara kemampuan gulat elite dan kekuatan striking eksplosif, Pico memulai perjalanannya bukan di dalam kandang oktagon, melainkan di atas matras gulat sejak usia dini. Lahir pada 23 September 1996 di Whittier, California, Pico dibesarkan dalam keluarga berdarah Meksiko-Amerika yang menjunjung tinggi nilai kerja keras dan kebanggaan akan warisan budaya.

Asal Usul dan Warisan Keluarga

Meski sempat dikaitkan dengan tokoh revolusioner Meksiko, Miguel Hidalgo y Costilla, tidak ada bukti historis yang menyatakan bahwa Pico benar-benar merupakan keturunannya. Namun, ia memang berasal dari keluarga Pico yang berpengaruh di sejarah California. Warisan inilah yang memberi Pico identitas kuat sebagai atlet muda penuh semangat dan motivasi besar untuk mengharumkan nama keluarga.

Karier Gulat yang Luar Biasa

Sejak kecil, Pico menunjukkan talenta luar biasa di cabang gulat gaya bebas. Ia memenangkan berbagai kejuaraan lokal dan nasional, hingga akhirnya meraih medali emas di ajang kejuaraan dunia U17 dan menjadi bagian dari Tim Nasional Junior Amerika Serikat. Pada 2016, ia bahkan menjadi Olympic alternate—posisi cadangan untuk tim Olimpiade AS—menunjukkan betapa besarnya potensi yang dimilikinya untuk mendunia di bidang gulat.

Namun, justru saat peluang untuk menjadi pegulat Olimpiade semakin terbuka, Pico mengambil keputusan mengejutkan: ia meninggalkan dunia gulat dan mulai mengejar karier sebagai petarung profesional MMA.

Transisi ke MMA: Keberanian Menghadapi Ketidakpastian

Pada tahun 2014, saat usianya baru 17 tahun, Pico menandatangani kontrak dengan Bellator MMA. Meskipun belum menjalani satu pun pertarungan profesional saat itu, antusiasme terhadap bakatnya sangat tinggi. Debutnya akhirnya datang tiga tahun kemudian, pada Bellator 180 di tahun 2017—namun berakhir mengecewakan. Pico dikalahkan oleh Zach Freeman hanya dalam waktu 24 detik melalui submission, dalam pertarungan yang banyak diprediksi akan menjadi momen kejayaan perdananya.

Tapi seperti atlet besar lainnya, Pico tidak membiarkan kegagalan mendefinisikan dirinya. Sebaliknya, ia menggunakannya sebagai bahan bakar untuk bangkit dan membuktikan dirinya layak diperhitungkan.

Kebangkitan dan Evolusi Gaya Bertarung

Setelah debut yang sulit, Pico kembali ke Bellator dengan performa luar biasa. Ia meraih kemenangan KO spektakuler atas Justin Linn, Shane Krutchen, dan Leandro Higo. Dengan kekuatan pukulan yang luar biasa dan fondasi gulat yang solid, Pico mulai dikenal sebagai petarung yang serba bisa—memiliki kemampuan untuk mendominasi lawan baik dalam pertarungan berdiri maupun di atas matras.

Gaya bertarungnya menggabungkan strategi cerdas dengan agresivitas tinggi. Ia mampu membaca pola lawan, mengontrol tempo pertarungan, dan mengeksekusi teknik dengan presisi mematikan. Kombinasi antara gulat dan striking menjadikannya salah satu ancaman terbesar di divisi kelas bulu.

Langkah Besar Menuju UFC

Setelah bertahun-tahun bertarung di Bellator dan membangun reputasi sebagai talenta terbaik di generasinya, Aaron Pico resmi bergabung dengan UFC pada awal tahun 2025. Ia dijadwalkan melakukan debutnya melawan petarung tak terkalahkan, Movsar Evloev, pada 26 Juli 2025 di Abu Dhabi. Ini bukan hanya pertandingan besar—ini adalah momen krusial yang dapat membuka jalan menuju perebutan sabuk juara UFC.

Masa Depan yang Menjanjikan

Dengan usia yang baru 28 tahun dan pengalaman bertarung melawan lawan-lawan elite, Aaron Pico tampaknya baru memasuki masa keemasannya. Ia memiliki segala atribut yang dibutuhkan untuk menjadi juara dunia: teknik, kekuatan fisik, mental baja, serta rasa lapar untuk menang. Jika ia terus berkembang dan mempertahankan etos kerja kerasnya, masa depannya di UFC bukan hanya cerah—tetapi penuh potensi sejarah.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...