Nittikorn JP.Power, Sang Rising Star Muay Thai

Piter Rudai 25/11/2025 4 min read
Nittikorn JP.Power, Sang Rising Star Muay Thai

Jakarta – Dalam dunia Muay Thai, setiap generasi selalu menghadirkan wajah-wajah baru yang membawa harapan besar untuk meneruskan tradisi panjang seni bela diri Thailand. Dari desa-desa kecil hingga stadion-stadion suci seperti Lumpinee dan Rajadamnern, ribuan petarung muda lahir, bertarung, tumbuh, dan—bagi yang paling menonjol—melangkah naik ke panggung internasional. Dari sekian banyak talenta muda itu, Nittikorn JP.Power, yang lahir pada 9 Oktober 2003, menjadi salah satu nama yang mulai bersinar terang di kancah global. Kini bertarung di divisi atomweight Muay Thai ONE Championship, ia membawa gaya bertarung agresif yang dipadukan dengan ketangguhan khas nak muay Thailand sejati.

Anak Gym yang Dibesarkan oleh Tradisi

Nittikorn tumbuh di lingkungan yang tidak asing dengan kerasnya kehidupan seorang petarung. Sejak kecil, suara pukulan pada pad mitt, irama lari pagi, serta keringat para petarung senior adalah bagian dari kesehariannya. Ia mulai berlatih ketika anak-anak lain seusianya masih bermain sepeda; tubuhnya ditempa dengan metode latihan klasik Thailand: bangun sebelum matahari terbit, lari jarak jauh, memukul ban mobil, sparing hingga kehabisan napas, dan mengulanginya setiap hari.

Lingkungan itulah yang menumbuhkan mental baja pada dirinya. Ia bukan hanya belajar teknik Muay Thai—ia belajar hidup sebagai seorang pejuang. Setiap luka, setiap memar, setiap ronde yang ia menangkan di sasana lokal, mengajarinya tentang disiplin, ketekunan, dan arti kerja keras. Dari usia yang sangat muda, ia sudah terlihat memiliki ketenangan yang jarang ditemui pada petarung seusianya, sebuah kualitas yang nantinya membantunya bersinar di panggung yang jauh lebih besar.

Dari Arena Lokal ke Sorotan Nasional

Seperti banyak petarung Thailand, perjalanan kompetitif Nittikorn dimulai di festival-festival kecil kampung, tempat pertandingan berlangsung di panggung seadanya dan penonton bersorak tanpa henti. Di sinilah ia pertama kali merasakan panasnya adrenalin kompetisi dan tekanan mental seorang nak muay.

Potensinya tidak butuh waktu lama untuk terlihat. Beberapa kemenangan beruntun membuatnya mulai dipanggil bertarung di tingkat provinsi. Lawan-lawannya tidak lagi anak-anak dari desa sebelah, melainkan petarung muda berbakat dari sasana-sasana ternama. Dari laga-laga inilah tekniknya berkembang pesat. Ia belajar membaca jarak dengan lebih baik, memanfaatkan kecepatan, serta memperkuat clinch yang kelak menjadi ciri khasnya.

Seiring waktu, Nittikorn menjadi salah satu prospek muda yang banyak dibicarakan oleh promotor lokal. Walaupun usianya masih belia, ia menunjukkan kedewasaan dan ketangguhan yang memikat perhatian pelatih-pelatih besar. Tidak mengherankan jika kemudian ONE Championship melirik dan memberikan kesempatan emas padanya.

Tantangan Baru di Panggung Dunia

Bergabung dengan ONE Friday Fights—sebuah platform yang kini dikenal sebagai pabrik penghasil bintang Muay Thai dunia—adalah titik balik dalam karier Nittikorn. Di usia baru 20-an, ia masuk ke panggung internasional dengan membawa nama sasana dan negara, menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih berpengalaman dari berbagai penjuru dunia.

Dalam dua penampilan perdananya di ONE Friday Fights, pertandingan berlangsung sengit hingga bel akhir ronde ketiga. Keduanya berakhir melalui keputusan juri, tetapi yang paling penting bagi perkembangan kariernya adalah bagaimana ia menunjukkan kemampuan bersaing, daya tahan luar biasa, serta keberanian yang tidak luntur meski tertekan.

Para komentator dan pengamat Muay Thai mencatat bahwa kendati ia belum mencatat kemenangan eksplosif, performanya membuktikan bahwa ia adalah petarung yang matang dan memiliki potensi untuk berkembang jauh lebih tinggi.

Energi Muda dengan Teknik Klasik Thailand

Gaya bertarung Nittikorn adalah perpaduan antara tradisi dan modernitas. Menggunakan stance ortodoks, ia membawa ciri khas Muay Thai yang melekat kuat: ritme terkontrol, teknik tendangan yang bersih, serta permainan clinch yang berbahaya. Namun ada sentuhan anak muda di dalamnya—agresivitas, kecepatan, dan kecenderungan untuk menekan sejak awal.

Tendangan kerasnya sering digunakan untuk mengendali jarak dan melumpuhkan kaki lawan. Pukulan cepatnya membuat ia bisa memainkan tempo. Sementara clinch kuatnya bukan hanya alat bertahan, tetapi juga pintu untuk meluncurkan serangan lutut yang keras, membuat lawan berpikir dua kali sebelum masuk jarak dekat.

Yang paling menonjol dari Nittikorn adalah stamina dan intensitasnya. Dalam dua laga perdananya di ONE, ia sama sekali tidak menurun ritme meski tempo pertarungan tinggi. Ini menunjukkan persiapan fisik dan mental yang luar biasa.

Bintang yang Tengah Bertumbuh

Melihat rekam jejaknya, tidak berlebihan jika Nittikorn disebut sebagai salah satu petarung muda paling menjanjikan dari Thailand. Ia memiliki semua fondasi untuk menjadi petarung top:

    • teknik dasar kuat,
    • ketangguhan mental,
    • stamina tinggi,
    • serta keinginan untuk terus maju.

Dengan semakin banyaknya jam terbang, ia berpotensi menjadi salah satu pesaing serius di divisi atomweight ONE Championship. Pelatih dan analis Muay Thai menilai bahwa seiring bertambahnya pengalaman, Nittikorn dapat berkembang menjadi petarung yang lebih matang, bahkan mungkin menjadi kandidat juara dalam beberapa tahun ke depan.

ONE Championship adalah panggung yang tidak mudah, tetapi bagi seorang petarung muda dengan disiplin sekeras Nittikorn, semua tantangan itu hanyalah anak tangga dalam perjalanan panjang menuju puncak.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...