Tre’ston Vines: Petarung Alabama Di UFC

Piter Rudai 22/04/2026 4 min read
Tre’ston Vines:  Petarung Alabama Di UFC

Jakarta – Di dunia MMA Amerika, selalu ada petarung yang datang bukan dari sorotan besar, melainkan dari kerja keras yang berlangsung lama di panggung-panggung regional. Mereka bertarung di arena kecil, membangun reputasi dari satu kemenangan ke kemenangan berikutnya, lalu perlahan memaksa pintu UFC terbuka. Tre’ston Vines adalah salah satu nama yang tumbuh dari jalur seperti itu. Ia lahir pada 18 Juni 1996 di Alabama, Amerika Serikat, dan kini dikenal sebagai petarung kelas middleweight UFC dengan julukan “TV Time.” Profil ESPN mencatat Vines bertinggi 6 kaki 1 inci dengan bobot 185 lbs, berstance orthodox, berlatih di Kage Fit Academy, dan memiliki rekor profesional 10 kemenangan serta 4 kekalahan.

Julukan “TV Time” terasa menarik karena ada kesan bahwa setiap kali ia masuk ke arena, ia ingin memberi penonton sesuatu yang layak ditonton. Itu bukan sekadar nama panggung. Rekor profesionalnya menunjukkan bahwa ia memang petarung yang cukup sering mengakhiri laga dengan cara tegas. Dari 10 kemenangan profesionalnya, ESPN mencatat 6 kemenangan lewat KO/TKO, 1 submission, dan sisanya lewat keputusan juri. Komposisi ini menggambarkan sosok petarung yang sangat nyaman bertarung dalam tekanan, dengan dasar striking agresif dan cukup banyak daya rusak untuk menutup pertarungan sebelum waktu habis.

Perjalanan Vines menuju UFC tidak datang dari jalan yang mulus. Ia membangun dirinya di berbagai ajang regional Amerika Serikat, terutama di kawasan Selatan. Riwayat laga ESPN menunjukkan bahwa ia aktif bertarung di promotor seperti Strike Hard Productions, B2 Fighting Series, Aries Fight Series, CFFC, All In Combat, Birmingham Beatdown, hingga National Fighting Championship. Jalur seperti ini penting untuk dipahami, karena di sanalah karakter seorang petarung biasanya dibentuk. Tidak ada kemewahan, tidak banyak panggung besar, hanya pertarungan nyata dan tuntutan untuk terus berkembang.

Awal karier profesional Vines juga memperlihatkan sesuatu yang cukup jelas: ia punya naluri penyelesaian sejak dini. Pada laga profesional pertamanya yang tercatat di ESPN, ia menang atas Ben DeLeon lewat TKO ronde pertama hanya dalam 43 detik pada Juni 2019. Setelah itu, ia menambah kemenangan cepat atas Alvin Davis dan Bryan McDowell, keduanya juga lewat TKO. Pola ini penting karena menunjukkan bahwa sejak awal Vines bukan petarung yang dibangun dari permainan aman. Ia datang untuk menciptakan kerusakan, memaksakan tekanan, lalu menutup pertarungan bila momen terbuka.

Namun seperti banyak petarung regional lain, kariernya juga dibentuk oleh benturan yang keras. Vines sempat kalah dari Jalin Fuller di LFA pada 2021, lalu kalah lagi dari Bakhromjon Mashrapov pada 2022, dan kemudian dari Raheam Forest pada 2023. Tiga kekalahan ini penting dalam membaca kisahnya. Ia bukan petarung yang tumbuh dengan rekor tanpa cela. Ia justru berkembang dari pengalaman jatuh-bangun, dari rasa kalah, lalu dari usaha untuk menata ulang dirinya. Dalam olahraga tarung, pola seperti ini sering kali membuat seorang atlet menjadi lebih matang, karena ia dipaksa memahami bahwa bakat saja tidak cukup.

Respons Vines terhadap fase sulit itu cukup meyakinkan. Sepanjang 2024 hingga 2025, ia membangun laju yang mengantar namanya ke UFC. Pada 29 Maret 2024, ia mengalahkan Chris Mixan lewat unanimous decision di All In Combat 5. Lalu pada 29 Juni 2024, ia menghentikan Ratavious Thrasher lewat TKO ronde pertama di Birmingham Beatdown 2. Tidak berhenti di sana, pada 20 September 2024 ia menambah kemenangan atas Robert Hale lewat rear-naked choke ronde kedua di National Fighting Championship 168. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa Vines tidak hanya menang, tetapi juga mulai memperluas identitasnya. Ia bukan sekadar pemukul keras, tetapi petarung yang juga bisa memanfaatkan submission saat situasi memintanya.

Momentum itu semakin kuat ketika ia mengalahkan Ethan Hughes pada 30 Agustus 2025 di AFC 12: The Great Commission. ESPN mencatat kemenangan itu datang lewat TKO (retirement) di ronde pertama pada menit 3:10. Dengan hasil itu, Vines masuk ke UFC membawa rekor 10-3, sebuah angka yang menunjukkan bahwa ia benar-benar sedang berada dalam fase naik. Bukan mustahil bahwa laju itulah yang membuat UFC akhirnya memberi panggung kepadanya. Ia bukan petarung yang datang tiba-tiba. Ia datang setelah mengumpulkan bukti bahwa dirinya layak diuji di level yang lebih besar.

Debut resmi Tre’ston Vines di UFC terjadi di UFC 320: Ankalaev vs. Pereira 2 pada 4 Oktober 2025 di Las Vegas. Lawannya adalah Ateba Gautier, dan di sinilah ia menghadapi realitas paling keras dari transisi menuju level tertinggi. Vines kalah lewat KO/TKO ronde pertama pada menit 1:41. ESPN menampilkan hasil itu dalam profil dan riwayat laganya, sementara hasil resmi UFC 320 juga menegaskan bahwa Gautier menghentikannya dengan strikes di ronde pembuka.

Kekalahan debut seperti ini tentu berat, terutama untuk petarung yang masuk dengan momentum bagus. Namun justru dari titik seperti itulah cerita seorang atlet mulai terasa lebih hidup. Vines tidak datang ke UFC sebagai prospek yang dilindungi penuh, melainkan sebagai petarung regional yang harus langsung menghadapi kerasnya level elite. Perbedaan tempo, akurasi, dan ketenangan lawan di panggung UFC sering kali sangat terasa pada debut. Bagi Vines, laga melawan Gautier menjadi semacam cermin pertama tentang apa yang dibutuhkan untuk benar-benar bertahan di divisi middleweight.

Dari sisi prestasi, mungkin Tre’ston Vines belum punya daftar pencapaian besar di UFC. Tetapi pencapaiannya tetap layak dihargai. Ia berhasil membangun rekor profesional 10-4, mencetak 6 kemenangan KO/TKO, memenangkan laga lewat submission, dan menembus UFC setelah melewati jalur regional Amerika yang keras. Bagi banyak petarung, mencapai titik itu saja sudah merupakan hasil dari bertahun-tahun pengorbanan. Dalam konteks yang lebih luas, Vines adalah contoh petarung yang kariernya tidak dibangun oleh jalan pintas, melainkan oleh ketekunan.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...