Buakaew Sor Sor Pakorn: Petarung Thailand Di ONE Championship

Piter Rudai • 30/09/2026 • 4 min read
Buakaew Sor Sor Pakorn: Petarung Thailand Di ONE Championship

Jakarta – Di tengah panjangnya tradisi Muay Thai Thailand, tidak semua petarung membutuhkan kemenangan knockout untuk menarik perhatian. Buakaew Sor Sor Pakorn justru membangun reputasinya melalui kemampuan beradaptasi, ketenangan, dan konsistensi dalam pertarungan. Petarung Thailand berusia 28 tahun ini kini menjadi salah satu nama yang menarik untuk diperhatikan di divisi flyweight Muay Thai ONE Championship, setelah meraih dua kemenangan beruntun dalam dua penampilan pertamanya di ajang ONE Friday Fights. Kedua kemenangan tersebut sama-sama diraih melalui split decision, memperlihatkan bahwa Buakaew memiliki kemampuan bertahan dalam pertarungan kompetitif hingga ronde terakhir.

Sebagai petarung Thailand, Buakaew datang dari lingkungan olahraga yang menjadikan Muay Thai bukan sekadar cabang bela diri, tetapi bagian penting dari budaya kompetisi. Namun, informasi publik mengenai masa kecil, keluarga, serta titik awal Buakaew mulai berlatih Muay Thai masih relatif terbatas dibandingkan sejumlah bintang ONE lainnya. Karena itu, perjalanan profesionalnya lebih tepat dilihat melalui rekam pertandingan dan perkembangan kariernya di arena. Yang jelas, sebelum memperoleh sorotan internasional melalui ONE, Buakaew telah menghabiskan waktu membangun pengalaman sebagai petarung profesional. Ketika akhirnya masuk ke ONE Friday Fights, ia bukan datang sebagai pendatang baru tanpa pengalaman, melainkan sebagai veteran Thailand yang membawa jam terbang Muay Thai ke panggung internasional.

Debutnya di ONE berlangsung pada ONE Friday Fights 144, 27 Februari 2026, di Lumpinee Stadium, Bangkok. Buakaew menghadapi petarung Inggris Jacob “Sombat” Thompson dalam pertarungan flyweight Muay Thai. Thompson sendiri datang setelah memenangkan turnamen Road to ONE di Inggris dan dikenal dengan permainan tinju yang mengandalkan jab serta straight right. Menghadapi lawan dengan karakter tersebut, Buakaew mengandalkan salah satu ciri teknis yang kemudian menjadi identitasnya di ONE: kemampuan berganti stance secara fleksibel. ONE secara khusus menggambarkan gaya Buakaew sebagai versatile stance-switching style, yang membuatnya mampu mengubah sudut serangan dan ritme ketika berhadapan dengan lawan. Setelah tiga ronde, tiga juri memberikan keputusan terbelah yang mengantarkan Buakaew meraih kemenangan dalam debutnya.

Kemenangan tersebut menjadi awal yang penting karena Buakaew langsung memperlihatkan bahwa ia mampu menghadapi striker internasional dengan gaya berbeda. Alih-alih bergantung pada satu pola serangan, pergantian stance memberinya lebih banyak pilihan untuk menciptakan sudut, mengubah jarak, sekaligus membuat lawan kesulitan membaca serangan berikutnya. Karakter seperti ini menjadi sangat berharga dalam format pertandingan ONE Friday Fights yang berlangsung cepat dan menuntut efektivitas sejak awal. Namun, kemenangan melalui split decision juga menunjukkan bahwa pertarungannya bukanlah kemenangan dominan; Buakaew harus mempertahankan konsentrasi dan efektivitas hingga bel terakhir.

Ujian berikutnya datang pada ONE Friday Fights 162, 17 Juli 2026. Kali ini Buakaew berhadapan dengan Aldo Cruz, petarung asal Meksiko, masih dalam kelas flyweight Muay Thai. Seperti debutnya, laga berlangsung tiga ronde dan kembali berakhir dengan split decision. Hasil tersebut membawa Buakaew menjadi 2-0 di ONE Friday Fights, dengan dua kemenangan yang diperoleh melalui keputusan terbelah. ONE kemudian kembali menempatkannya dalam jadwal pertandingan berikutnya, sebuah indikasi bahwa performanya di dua penampilan awal membuatnya tetap berada dalam radar persaingan divisi tersebut.

Dari dua pertandingan tersebut, karakter bertarung Buakaew mulai terlihat jelas. Ia bukan petarung yang hanya mengandalkan tekanan konstan untuk mencari knockout. Kemampuan berganti stance menunjukkan pendekatan yang lebih adaptif: membaca respons lawan, mengubah posisi, kemudian mencari peluang dari sudut yang berbeda. Dalam konteks Muay Thai modern, kemampuan tersebut memungkinkan seorang petarung untuk menjaga lawan tetap bereaksi sekaligus menghindari pola permainan yang mudah ditebak. Dua kemenangan melalui split decision juga menggambarkan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan untuk tetap bekerja ketika pertandingan berlangsung ketat. Meski belum mencatat kemenangan finis di ONE, Buakaew telah menunjukkan kemampuan menyelesaikan pertandingan dan mempertahankan keunggulan di mata mayoritas juri.

Perjalanan tersebut kini memasuki babak yang lebih menarik. Pada ONE Friday Fights 173, 2 Oktober 2026, Buakaew dijadwalkan menghadapi Nat Khat Min dari Myanmar dalam pertarungan flyweight Muay Thai di Lumpinee Stadium. ONE menyebut Buakaew sebagai petarung yang telah memenangkan kedua penampilannya di seri Friday Fights, sementara laga melawan Nat Khat Min menjadi kesempatan berikutnya untuk memperpanjang catatan sempurnanya.

Dengan demikian, perjalanan Buakaew Sor Sor Pakorn di ONE masih berada pada tahap awal, tetapi fondasinya sudah terbentuk. Rekor ONE-nya saat ini adalah 2-0, seluruhnya melalui split decision, dan seluruh pertandingannya berlangsung di flyweight Muay Thai. Belum ada debut di UFC maupun divisi MMA yang tercatat dalam perjalanan ONE-nya; panggung yang sedang dibangunnya adalah Muay Thai internasional. Tantangan terbesar berikutnya adalah mengubah konsistensi tersebut menjadi kemenangan yang semakin meyakinkan dan, pada akhirnya, membuka jalan menuju kontrak besar ONE. Untuk saat ini, Buakaew memilih membangun namanya ronde demi ronde—dengan stance yang terus berubah, kemampuan beradaptasi, dan ketenangan seorang petarung yang tahu bahwa dalam Muay Thai, kemenangan tidak selalu harus datang lewat satu pukulan pamungkas.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...