Jakarta – Pertandingan lanjutan fase Grup 4 ajang UEFA Nations League 2026-2027 antara Timnas Denmark kontra Timnas Portugal di Stadion Parken, Kopenhagen, menyajikan drama luar biasa. Laga yang digelar pada Jumat (2/10/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan tim tamu Selecao das Quinas.
Namun, sebelum bola ditendang di atas rumput Stadion Parken, atmosfer pemusatan latihan Timnas Portugal justru diguncang oleh berita besar di luar lapangan. Sang megabintang sekaligus kapten tim, Cristiano Ronaldo, secara mengejutkan memutuskan untuk meninggalkan skuad tim nasional lebih awal.
Keputusan drastis penyerang berusia 41 tahun itu diambil menyusul adanya perselisihan panas dengan pelatih kepala Portugal, Jorge Jesus. Konflik bermula ketika sang pelatih secara terbuka menyatakan bahwa Ronaldo tidak akan diproyeksikan sebagai pemain inti dalam laga krusial menghadapi Denmark.
Perselisihan mengenai jatah waktu bermain dan peran di dalam tim inti ini membuat hubungan sang pemain dengan jajaran kepelatihan merenggang seketika. Ronaldo yang masih berambisi besar menorehkan sejarah dan memburu target milestone gol kariernya merasa kecewa dengan keputusan taktis tersebut.
Tidak mencapai kata sepakat dalam diskusi internal, Ronaldo bahkan dikabarkan sempat menghubungi presiden federasi sepak bola Portugal untuk mencoba menyelesaikan ketegangan. Kendati demikian, jalan keluar tidak ditemukan hingga akhirnya peraih lima trofi Ballon d’Or itu memilih angkat kaki dari kamp latihan tim.
Absennya sang kapten veteran tentu meninggalkan lubang besar sekaligus tanda tanya besar mengenai masa depan sang penyerang di kancah internasional. Ban kapten Portugal dalam laga kontra Denmark pun beralih kepada gelandang Manchester United, Bruno Fernandes.
Sementara itu, nomor punggung 7 keramat yang biasa dikenakan oleh Ronaldo diambil alih sementara oleh penyerang sayap AC Milan, Rafael Leao. Terlepas dari prahara internal yang melanda, skuad asuhan Jorge Jesus mencoba fokus penuh menghadapi tekanan publik Kopenhagen.
Pertandingan baru berjalan 13 menit, Portugal langsung mengejutkan pendukung tuan rumah lewat aksi gemilang Joao Cancelo. Memanfaatkan celah di lini belakang Denmark, Cancelo sukses mengecoh kiper Mads Hermansen sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
Denmark tidak tinggal diam dan memberikan respons cepat pada menit ke-23 melalui sepakan melengkung indah Mikkel Damsgaard. Akan tetapi, keunggulan imbang tidak bertahan lama karena Goncalo Ramos kembali membawa Portugal memimpin 2-1 di menit ke-25 usai menerima umpan matang Bruno Fernandes.
Memasuki babak kedua, Denmark kembali menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-53 berkat aksi tenang Rasmus Hojlund. Penyerang Manchester United tersebut berhasil mencukil bola melewati kiper Diogo Costa setelah lolos dari perangkap offside.
Mental bajak baja Portugal terlihat ketika pertandingan memasuki pertengahan babak kedua. Gelandang kreatif Vitinha sukses mencetak gol ketiga bagi tim tamu melalui sundulan keras di depan kotak penalti pada menit ke-67 untuk mengubah skor menjadi 3-2.
Menjelang pengujung laga, tepatnya pada menit ke-87, pemain pengganti Joao Felix memastikan kemenangan Portugal lewat tendangan akurat memanfaatkan umpan silang Diogo Dalot. Gol penutup tersebut mengunci keunggulan mutlak Selecao das Quinas dengan skor 4-2.
Kemenangan gemilang di kandang Denmark ini membuat Portugal kokoh di puncak klasemen sementara Grup 4 dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan. Di balik pesta gol dan performa impresif lini serang tanpa kehadiran Ronaldo, publik kini menantikan bagaimana federasi meredam tensi konflik internal antara pelatih dan sang ikon sepak bola tersebut.
Sebelum melangkah ke drama kemenangan 4-2 atas Denmark di Kopenhagen, kampanye Timnas Portugal dalam ajang UEFA Nations League 2026-2027 ini diawali dengan performa yang sangat meyakinkan. Pada pertandingan perdana penyisihan grup, Selecao das Quinas sukses menjamu lawannya di Stadion da Luz, Lisbon, dengan menampilkan dominasi total atas lawan-lawan mereka di zona Eropa.
Dalam laga pembuka tersebut, Portugal berhadapan dengan tim kuat Kroasia dalam duel klasik yang sarat akan taktik tingkat tinggi dari kedua kubu. Berkat penampilan solid lini tengah serta ketajaman Cristiano Ronaldo yang saat itu masih memimpin rekan-rekannya di lapangan, Portugal berhasil mengamankan kemenangan krusial dengan skor tipis 2-1 di hadapan publik sendiri.
Tidak berhenti sampai di situ, tren positif skuad asuhan Jorge Jesus berlanjut pada pertandingan kedua saat mereka harus melakoni laga tandang yang cukup menantang ke markas lawan. Menghadapi Polandia di Stadion Narodowy, Warsawa, Portugal kembali memperlihatkan mentalitas juara dengan membungkam tuan rumah lewat skor meyakinkan 3-1.
Dua kemenangan beruntun di awal fase grup inilah yang sempat menempatkan Portugal di jalur mulus sebelum badai prahara internal benar-benar menghantam skuad. Rangkaian hasil positif tersebut membuktikan bahwa kedalaman skuad Portugal sangat luar biasa, meski kini mereka harus membuktikan kapasitasnya tanpa kehadiran sang kapten legendaris di sisa turnamen.
(EA/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda