Tyson Harrison: Dari Gold Coast Ke Panggung Muay Thai

Piter Rudai • 06/10/2026 • 4 min read
Tyson Harrison: Dari Gold Coast Ke Panggung Muay Thai

Jakarta – Di antara petarung Australia yang mencoba menaklukkan kerasnya panggung Muay Thai Thailand, nama Tyson “John Wayne Noi” Harrison memiliki cerita yang berbeda. Bukan hanya karena gaya bertarungnya yang agresif, tetapi juga karena keputusan besar yang ia ambil ketika masih berusia 16 tahun: meninggalkan Gold Coast, Australia, dan pindah ke Thailand demi mengejar mimpinya di dunia the art of eight limbs. Langkah itu kemudian membawanya ke ONE Championship dan menjadikannya salah satu petarung yang paling menghibur di rangkaian ONE Friday Fights.

Harrison mengenal Muay Thai sejak usia muda dan mulai membangun reputasi di sirkuit lokal Australia ketika masih remaja. Namun, ia tidak ingin berhenti di level lokal. Pada usia 16 tahun, ia memilih menetap di Thailand dan bergabung dengan Tor Sangtiennoi Muay Thai Gym, di utara Bangkok. Di sana ia mendapat bimbingan dari legenda Muay Thai era 1990-an, Sangtiennoi Sor Rungroj, yang kemudian menjadi sosok seperti ayah baginya. Lingkungan gym tersebut bukan sekadar tempat latihan, tetapi juga rumah kedua ketika Harrison harus jauh dari keluarga dan teman-temannya di Australia.

Hubungannya dengan Sangtiennoi juga melahirkan identitas yang melekat kuat hingga sekarang. Sangtiennoi memberinya nama ring “John Wayne Noi”, sebagai penghormatan kepada legenda Muay Thai Australia John Wayne Parr, yang dahulu merupakan rekan latihan Sangtiennoi. Nama tersebut bukan sekadar julukan. Harrison kemudian membawa karakter agresif dan pantang mundur yang juga menjadi ciri khas Parr. Bahkan Parr sendiri melihat kemiripan antara keduanya: sama-sama senang bergerak maju, bertarung agresif, dan memberikan pertandingan yang menghibur.

Terobosan besar Harrison terjadi pada 20 Januari 2023, ketika ia menjalani debutnya di ONE Friday Fights 1 di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Lawannya langsung bukan nama sembarangan: Seksan Or Kwanmuang, salah satu petarung Muay Thai Thailand yang sangat berpengalaman. Pertandingan tersebut berubah menjadi perang tiga ronde yang penuh pertukaran pukulan, siku, lutut, dan tekanan tanpa henti. Harrison memang kalah melalui split decision, tetapi penampilannya membuat publik Thailand langsung memperhatikannya. Bahkan pertarungan tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu laga paling menghibur dalam sejarah awal ONE Friday Fights.

Alih-alih mundur setelah kekalahan, Harrison justru semakin menunjukkan karakter aslinya. Pada ONE Friday Fights 11, ia menghadapi Rambo Mor Rattanabandit. Setelah hampir tiga ronde berada dalam pertarungan sengit dan tertinggal dalam penilaian, Harrison menemukan momentum melalui sebuah pukulan kanan keras di penghujung laga dan mencatat kemenangan KO secara dramatis. Ia kemudian kalah dari mantan penantang gelar ONE, Pongsiri PK Saenchai, sebelum bangkit dengan kemenangan KO ronde pertama atas Tapaokaew Singha Mawynn di ONE Friday Fights 27. Empat penampilan awal tersebut membuat Harrison berubah dari pendatang baru menjadi salah satu daya tarik utama ONE Friday Fights.

Namun, perjalanan Harrison juga memperlihatkan sisi keras olahraga tarung. Pada September 2023, ia menghadapi Kulabdam Sor Jor Piek Uthai. Pertandingan itu berakhir pada ronde pertama setelah Harrison mengalami patah tangan dan tidak dapat melanjutkan laga. Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi dan berhenti berlatih untuk sementara. Masa pemulihan menjadi periode yang sangat sulit secara mental. Harrison mengakui bahwa ia sempat kehilangan arah dan terjerumus dalam kebiasaan minum serta berpesta. Dari titik terendah itu, ia menyadari betapa pentingnya Muay Thai bagi hidupnya dan menjadikannya alasan untuk kembali bangkit.

Comeback-nya terjadi pada ONE Friday Fights 68, 28 Juni 2024, ketika ia menghadapi Sibmuen Sitchefboontham. Kali ini Harrison berusaha menggabungkan agresivitasnya dengan pendekatan yang lebih cerdas. Hasilnya adalah kemenangan melalui split decision dalam pertarungan yang berlangsung ketat. Setahun kemudian, ia kembali menang atas Kendu Irving melalui TKO ronde pertama di ONE Friday Fights 117 pada Juli 2025. Namun, momentum tersebut terhenti pada 3 Oktober 2025, ketika Harrison kalah KO dari Parham Gheirati pada ronde kedua di ONE Friday Fights 127.

Secara gaya, Harrison adalah petarung yang mengandalkan tekanan konstan, agresivitas, volume serangan, dan keberanian untuk bertukar pukulan. Ia bukan tipe petarung yang menunggu lawan melakukan kesalahan. Ia cenderung maju, memaksa lawan bertarung dalam ritmenya, lalu mencari celah melalui kombinasi pukulan dan serangan khas Muay Thai. Karena itu, pertandingannya sering berubah menjadi duel terbuka yang menguras fisik dan mental. Setelah mengalami kekalahan dan cedera, ia mulai berbicara tentang pentingnya “bertarung keras, tetapi lebih cerdas”, menunjukkan perkembangan mentalitas kompetitifnya.

Harrison bertanding terutama di kelas bantamweight Muay Thai, meskipun beberapa laganya tercatat pada bobot sekitar 145 pound/65,8 kg. Rekor profesional keseluruhan dapat berbeda antar-database karena pencatatan laga Muay Thai tidak selalu seragam; salah satu catatan menjelang laga Oktober 2025 mencantumkannya dengan 26 kemenangan dan 11 kekalahan, sementara setelah kemenangan atas Kendu Irving dan kekalahan dari Gheirati, catatan tersebut menjadi sekitar 27–12.

Pada akhirnya, perjalanan Tyson Harrison bukan sekadar kisah tentang menang dan kalah. Ia adalah cerita tentang seorang remaja Gold Coast yang berani meninggalkan kenyamanan rumah untuk mengejar Muay Thai di Thailand, ditempa oleh salah satu gym bersejarah di negeri tersebut, jatuh karena cedera dan tekanan mental, lalu kembali menemukan tujuan melalui olahraga yang dicintainya. Di ring, ia mungkin dikenal karena keberaniannya maju menghadapi lawan. Di luar ring, perjalanan itu menunjukkan bahwa keberanian terbesar seorang petarung terkadang justru diperlukan untuk bangkit setelah dirinya sendiri berada di titik terendah.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...