Shamil Gaziev: Dari Lapangan Voli Dagestan Menuju Kerasnya Persaingan UFC

Piter Rudai • 30/10/2026 • 4 min read
Shamil Gaziev: Dari Lapangan Voli Dagestan Menuju Kerasnya Persaingan UFC

Jakarta – Shamil Gaziev lahir pada 10 Februari 1990 di Khunzakh, Dagestan, Rusia. Sebelum dikenal sebagai petarung kelas berat, ia pernah menjadi pemain voli tim nasional Dagestan. Perubahan arah kariernya bermula ketika ia bertemu Abdulmanap Nurmagomedov, pelatih legendaris yang juga membimbing sejumlah petarung MMA ternama. Setelah menyaksikan ketertarikan Gaziev pada olahraga, Abdulmanap mengajaknya mengikuti latihan MMA. Pengalaman tersebut menjadi titik awal perjalanan yang mengubah masa depannya. Gaziev kemudian mengembangkan kemampuannya dalam bela diri campuran dan membangun karier profesional di usia yang relatif matang dibandingkan banyak petarung lainnya.

Perjalanannya semakin berkembang ketika teman masa kecilnya, Eldar Eldarov, mengundangnya mengikuti kamp latihan di Bahrain pada 2017. Gaziev tertarik dengan lingkungan latihan dan kesempatan yang tersedia di negara tersebut. Pada 2018, ia mendapat kesempatan mewakili Bahrain dalam kejuaraan dunia amatir International Mixed Martial Arts Federation (IMMAF). Ia kemudian mencatat prestasi sebagai juara Eropa, Afrika, dan Asia di kelas berat, serta meraih medali perunggu kejuaraan dunia. Pengalaman amatir itu memberinya dasar kompetitif sebelum akhirnya beralih ke level profesional pada 2020. Gaziev juga dikenal sebagai juara turnamen grand prix kelas superberat MMA Fight Nights. (UFC, 2024).

Karier profesional Gaziev dimulai pada Oktober 2020 dengan kemenangan TKO atas Denis Gvozdev. Ia segera menunjukkan kecenderungan menyelesaikan pertarungan lebih awal. Dalam lima pertandingan profesional pertamanya, ia selalu menang melalui KO atau TKO, termasuk kemenangan atas Arthur Bunkov dan Vladislav Kozlov. Ia juga mencatat kemenangan submission atas Murad Adyrbaev pada 2021. Pada 2022, ia memperluas pengalamannya dengan bertanding di beberapa promotor internasional, termasuk ARES Fighting Championship dan Brave Combat Federation (Brave CF). Kemenangan atas Pavel Dailidko dan terutama Darko Stosic pada Februari 2023 memperkuat reputasinya sebagai petarung kelas berat dengan daya hancur tinggi. Kemenangan TKO atas Stosic, mantan petarung UFC, menjadi salah satu pencapaian penting sebelum ia memasuki panggung yang lebih besar.

Kesempatan menuju UFC datang melalui Dana White’s Contender Series pada 19 September 2023. Menghadapi Greg Velasco, Gaziev memenangkan pertarungan melalui rear-naked choke pada ronde pertama. Kemenangan tersebut memberinya kontrak UFC dan membuka jalan menuju debut pada 16 Desember 2023 di UFC 296. Lawannya adalah Martin Buday, petarung Slovakia yang datang dengan reputasi kuat dan rentetan 12 kemenangan. Gaziev tampil agresif dan menghentikan Buday melalui TKO pada ronde kedua, tepatnya 56 detik setelah ronde dimulai. Kemenangan itu menjadi pernyataan penting bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi sekaligus mengakhiri rentetan kemenangan lawannya.

Setelah debut impresif tersebut, Gaziev mendapat ujian lebih berat saat menghadapi Jairzinho Rozenstruik pada Maret 2024. Pertarungan berlangsung hingga ronde keempat sebelum Gaziev tidak dapat melanjutkan laga akibat kelelahan dan dinyatakan kalah TKO melalui penghentian di antara ronde. Kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting dalam perkembangan kariernya, khususnya mengenai daya tahan ketika menghadapi pertarungan panjang. Ia kemudian bangkit dengan mengalahkan Don’Tale Mayes melalui keputusan bulat pada Agustus 2024 dan Thomas Petersen melalui TKO pada Februari 2025. Namun, konsistensinya kembali diuji setelah ia kalah KO dari Waldo Cortes-Acosta pada November 2025 dan Brando Peričić pada Mei 2026. Gaziev merespons dengan kemenangan KO atas Kennedy Nzechukwu pada 22 Agustus 2026, menghentikan lawannya hanya dalam 1 menit 20 detik pada ronde pertama. (UFC, n.d.).

Berdasarkan catatan pertandingan hingga 29 Oktober 2026, Gaziev memiliki rekor profesional 15 kemenangan dan tiga kekalahan. Sepuluh kemenangannya diraih melalui KO/TKO, tiga melalui submission, dan dua melalui keputusan juri. Ia bertanding di kelas heavyweight atau kelas berat, dengan berat badan sekitar 118 kilogram berdasarkan data profil petarung. Rekor tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menyelesaikan pertarungan menjadi salah satu kekuatan utama Gaziev. Meski demikian, tiga kekalahan profesionalnya yang seluruhnya terjadi melalui KO/TKO juga memperlihatkan bahwa persaingan di kelas berat UFC menuntut pertahanan yang kuat, selain daya serang yang besar.

Gaya bertarung Gaziev menggabungkan pukulan bertenaga, tekanan agresif, dan kemampuan grappling yang cukup baik. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga mampu mencari peluang submission ketika pertarungan berpindah ke lantai. Guillotine merupakan salah satu teknik grappling favoritnya, sedangkan uppercut menjadi salah satu pilihan serangan berdiri yang ia sukai. Pengalaman voli turut memberinya latar belakang dalam koordinasi tubuh dan kompetisi, meskipun tidak ada bukti bahwa olahraga tersebut secara langsung menentukan seluruh gaya bertarungnya. Dalam persiapannya, Gaziev pernah menjelaskan bahwa ia terbiasa melakukan sparring lima ronde sebanyak dua kali seminggu. Hal itu menggambarkan perhatian terhadap kesiapan menghadapi pertarungan panjang, terutama setelah pengalamannya melawan Rozenstruik.

Bagi Gaziev, UFC merupakan tempat untuk membuktikan ambisinya menjadi petarung kelas berat terbaik di dunia. Ia menyebut ayahnya sebagai sosok pahlawan dan menjadikan perjalanan kariernya sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan melawan lawan-lawan elite. Mentalitas tersebut terlihat ketika ia mampu kembali menang setelah mengalami kekalahan beruntun. Dengan usia 36 tahun pada 2026, Gaziev menghadapi tantangan menjaga konsistensi, meningkatkan pertahanan, dan mempertahankan daya tahan di tengah persaingan yang semakin ketat. Kemenangan atas Nzechukwu memberinya momentum baru, tetapi perjalanan menuju jajaran elite kelas berat masih membutuhkan pembuktian berkelanjutan.

(PR/timKB)

Sumber foto google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...