Jakarta – Mikael-Michelle Brown menempuh jalan yang relatif singkat, tetapi penuh perubahan, sebelum akhirnya dikenal di panggung Power Slap. Petarung asal Las Vegas, Nevada, ini bukan produk dari karier panjang di MMA profesional. Pengalaman kompetitif MMA yang tercatat justru hanya satu pertandingan amatir pada 2019. Namun, beberapa tahun kemudian, Brown menemukan kesempatan baru dalam slap fighting dan dengan cepat menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di divisi wanita. Profil resmi Power Slap saat ini mencatat Brown berusia 27 tahun, memiliki tinggi 5 kaki 5 inci (165 cm), berat 134 pound (61 kg), bertanding di Women’s Flyweight, serta memiliki rekor profesional Power Slap 1-2-0. Ia juga berada di peringkat #10 Women’s Flyweight.
Jauh sebelum masuk Power Slap, Brown sudah pernah mencoba MMA. Pada 12 Oktober 2019, ia menghadapi Vanessa Karnowski dalam ajang Tuff-N-Uff di Nevada. Brown memenangkan pertandingan tersebut melalui TKO akibat pukulan pada ronde pertama, 58 detik. Catatan Sherdog dan Tapology sama-sama mengklasifikasikan laga itu sebagai pertandingan amatir MMA, sehingga kemenangan tersebut tidak masuk sebagai rekor profesional MMA. Setelah itu, tidak terdapat rangkaian panjang pertandingan MMA profesional yang terdokumentasi. Dengan demikian, ketika Brown memasuki Power Slap, ia membawa pengalaman bertarung tetapi bukan rekam jejak profesional MMA yang panjang.
Menariknya, Brown sendiri mengaku baru mulai berlatih khusus untuk slap fighting sekitar enam minggu sebelum Erica menghubunginya mengenai kontrak. Dalam profil resmi Power Slap, ia mengatakan kesempatan tersebut memberinya ruang untuk menunjukkan ketangguhan dan kekuatan di panggung besar sekaligus menjadi bagian dari olahraga yang masih berkembang. Ambisinya juga tidak berhenti pada kemenangan. Brown ingin menjadi salah satu wajah Power Slap dan bahkan berharap suatu hari dapat terlibat sebagai komentator. Sebelum menjadikan pertarungan sebagai pekerjaan utamanya, ia tercatat pernah bekerja sebagai waitress.
Debut profesional Brown berlangsung di Power Slap 10 pada 6 Desember 2024, menghadapi Emily “Spitfire” Whitmire, mantan petarung UFC. Brown memenangkan pertandingan melalui unanimous decision setelah tiga ronde reguler ditambah overtime. Laga tersebut tercatat dalam kelas bantamweight 132 pound, sementara profil Brown sekarang menempatkannya di Women’s Flyweight. Kemenangan atas Whitmire menjadi pijakan penting karena Brown berhasil mengalahkan lawan yang memiliki pengalaman UFC meskipun dirinya sendiri baru memasuki dunia slap fighting profesional.
Pertandingan berikutnya membawa Brown menghadapi tantangan yang lebih besar. Pada 7 Maret 2025 di Power Slap 12, ia berhadapan dengan Paige “12 Gauge” VanZant, mantan petarung UFC yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di olahraga tarung. Pertarungan tersebut berlangsung di kelas featherweight 146 pound dan berjalan tiga ronde. VanZant memenangkan laga melalui unanimous decision. Kekalahan itu sekaligus memberikan Brown pengalaman menghadapi salah satu nama paling dikenal yang pernah masuk ke Power Slap.
Alih-alih berhenti setelah kekalahan tersebut, Brown justru menjadikannya bahan evaluasi. Dalam wawancara menjelang pertandingan berikutnya, ia berbicara mengenai pentingnya memperbaiki teknik kontak telapak tangan dan menjadikan latihan sebagai bagian dari proses penyempurnaan. Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupannya telah berubah: bertarung mulai menjadi pekerjaan penuh waktu, sehingga ia tidak lagi harus membagi waktu antara latihan dan pekerjaan delapan jam seperti sebelumnya. Fokus tersebut menunjukkan perubahan dari seorang atlet yang baru mencoba Power Slap menjadi kompetitor yang mulai menjadikan olahraga tersebut sebagai karier.
Kesempatan berikutnya datang pada Power Slap 13, 27 Juni 2025, ketika Brown menghadapi Ellie “Belly” Dempster dalam pertandingan Women’s Flyweight tiga ronde. Pertarungan berakhir pada ronde kedua setelah Brown didiskualifikasi karena clubbing, yakni pelanggaran teknik pukulan. Power Slap secara resmi mencatat Dempster menang melalui disqualification. Laga tersebut bukan pertandingan perebutan gelar; duel gelar Women’s Flyweight pada kartu yang sama adalah pertandingan lain.
Kekalahan melalui diskualifikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Brown yang masih relatif muda. Secara teknis, gaya bertarungnya lebih tepat digambarkan melalui apa yang telah diperlihatkan dan diungkapkannya sendiri daripada memberikan label yang terlalu jauh. Ia menekankan kekuatan, ketangguhan, penyempurnaan teknik kontak, dan kesiapan menerima tantangan. Pengalaman MMA amatir juga memberikan sedikit fondasi dalam menghadapi situasi kompetitif, meskipun Power Slap memiliki format dan tuntutan yang berbeda dari MMA.
Di balik kariernya, Brown juga membawa perjalanan personal yang tidak sederhana. Dalam sebuah wawancara pada 2025, ia terbuka mengenai perjuangannya menghadapi eating disorder dan proses mendapatkan bantuan hingga berhasil melewatinya. Dalam profil resmi Power Slap, Brown juga menyebut mengatasi depresi sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam hidupnya. Karena itu, kisah Brown bukan hanya tentang perpindahan dari MMA amatir menuju slap fighting, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman hidup membentuk ketangguhan mental yang kemudian ia bawa ke kompetisi.
Kini, dengan rekor 1-2-0 di Power Slap dan posisi #10 Women’s Flyweight, Brown masih berada dalam tahap membangun kariernya. Ia belum memiliki pengalaman UFC sebagai petarung dan tidak tercatat pernah bertanding di ONE Championship. Panggung profesionalnya adalah Power Slap, tempat ia memulai dengan kemenangan atas mantan petarung UFC, kemudian menghadapi VanZant dan Dempster. Dari seorang atlet dengan pengalaman MMA amatir yang relatif terbatas hingga menjadi striker profesional, perjalanan Mikael-Michelle Brown memperlihatkan bagaimana sebuah kesempatan yang datang hanya beberapa minggu setelah mulai berlatih dapat membuka babak baru dalam karier seorang petarung.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda