Jakarta – Liverpool sudah menempatkan satu kakinya di semifinal Liga Champions setelah mengahajar Benfica 3-1 di laga leg pertama pekan lalu. Seharusnya Liverpool bisa bermain lebih tenang di laga leg ke-2 apalagi bermain di kandangnya, Stadion Anfield. Namun melihat dua hasil babak Delapan Besar lainnya antara tuan rumah Real Madrid dan Bayern Muenchen yang sama sama kalah dari tamunya, membuat pelatih Liverpool Jurgen Klopp perlu waspada.
Pertandingan Liverpool melawan Benfica bisa disebut sebagai laga David dan Goliath. Selain pertandingan antara tim penuh bintang dengan tim yang tidak terlalu kuat wakil dari Portugal, Liverpool sudah unggul agregat dengan selisih dua gol. Jadi Benfica harus mencetak minimal dua gol untuk menyamakan agregat. Hal ini adalah misi yang sulit, mengingat Liverpool adalah salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Liga Inggris bahkan di Eropa. Liverpool bahkan belum pernah kalah sepanjang tahun ini di seluruh ajang yang diikutinya.

Namun Benfica berhasil sampai di babak Delapan Bear setelah mengalahkan tim kuat Ajax Amsterdam. Ajax yang tampil tak terkalahkan di fase penyisihan grup, tampil sangat impresif dan menjadi perhatian dari seluruh peserta Liga Champions. Ajax menjadi tim yang sangat produktif saat itu dengan menempatkan strikernya, Sebastian Heller sebagai top skorer, sebelum dilewati oleh Lewandowski. Namun Benfica yang tidak diunggulkan dapat mengalahkan Ajax di dua laga babak 16 besar baik di leg pertama dan kedua. Ini membuktikan bahwa Benfica tidak dapat dipandang sebelah mata.
Diprediksikan Benfica akan mengejutkan Liverpool dengan memenangkan laga dengan skor tips 1-0. Namun seperi Chelsea, kemenangan Benfica tidak cukup membawa mereka lolos ke semifinal karena kalah agregat gol dari tuan rumah Liverpool.
(bP/teamKB)
Fototitle: kompas.com