Bermain Di Liga Indonesia Bukan Hal Yang Memalukan

Bambang Parikesit 28/07/2022 2 min read
Bermain Di Liga Indonesia Bukan Hal Yang Memalukan

Jakarta – Nasib buruk menimpa para pemain Indonesia yang mengadu nasib bermain di kompetisi Eropa. Setidaknya ada tiga nama pemain nasional Indonesia yang saat ini nasibnya belum jelas usai diputus kontraknya oleh klub mereka di Eropa. Egy Maulana Vikry meninggalkan FK Senica karena gaji yang belum diterimanya selama ini, sementara Witan yang kembali ke Leicha Gdansk akhirnya diputus kontraknya dengan alasan karena tidak mendapat tempat di skuad utama.

Nasib yang sama juga dialami Bagus Kahfi yang diputus kontraknya oleh FC Ultrecht dengan alasan yang sama, yaitu gagal menembus skuad inti. Namun nasib Bagus lebih baik dibanding Egy dan Witan. Dikabarkan sebuah klub Yunani tertarik mendatangkannya. Kini tinggal Egy dan Witan yang masih belum jelas kemana akan perginya. Sementara kompetisi Eropa akan segera dimulai.

Nampaknya kedua pemain harus mulai berfikir logis untuk bermain di luar Eropa. Liga Jepang dan Korea Selatan masih bisa menjadi tujuan keduanya, apalagi sudah ada pemain Indonesia lain yang bermain di dua liga Asia itu yaotu Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan. Walau belum selalu jadi starter namun kedua pemain yang bermain di Jepang dan Korea Selatan itu telah beberapa kali bermain sebagai pemain pengganti dan sudah berhasil mencetak gol.

Foto: okezone.com

Hal itu berbanding dengan nasib Egy dan Witan yang hanya bermain di liga kecil Eropa dan sangat jarang dimainkan. Bahkan Witan belum sekalipun dimainkan dalam sebuah laga oleh Lechia Gdansk selama berada di klub tersebut. Witan hanya berlatih bersama rekan rekannya dan namanya juga tidak dimasukkan ke list pemain walau hanya sebagai pemain cadangan.

Alasan bermain di Eropa memang sangat baik. Selain mencari pengalaman dan mengembangkan kemampuan, mereka bisa menyerap ilmu dari ketatnya kompetisi di Eropa dan membangun mental juara karena bermain jauh dari negara sendiri. Namun apa gunanya bila kehadiran mereka hanya dipaksakan dan memang tidak berhasil menembus skuad inti karena belum mencapai standard Eropa.

Lebih baik bermain di level Asia. Mereka masih mempunyai kesempatan bermain walau mungkin sebagai cadangan. Bahkan bermain di Liga 1 Indonesia juga bukan hal yang memalukan. Karena memang bila skill mereka belum sampai ke tingkat internasional, maka akan lebih baik meningkatkan kemampuan di dalam negeri sambil menanti kesempatan di suatu hari bila mereka bisa kembali go internasional.

(bP/timKB)

Sumber foto: goal.com

Loading next article...