Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengajak para pelaku olahraga di Indonesia untuk memaksimalkan penerapan sport science. Staf Khusus Menpora Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga, Mahfudin Nigara mengungkapkan pentingnya sport science dalam kesuksesan prestasi olahraga di Indonesia.
Ia mengatakan, semua program latihan para atlet di Indonesia harus memiliki landasan sport science yang kuat. Kini, semua hal harus memakai data, termasuk sport science, agar prestasi bisa terukur dan direncanakan dengan baik,” kata Mahfudin, seperti dikutip dari Republika.
Dalam sport science, ada lima hal yang mengemuka. Pertama, penggunaan teknologi Biomekanika untuk menganalisa kemampuan gerak, kajian sport medicine untuk mengakselerasi kemampuan fisiologi dan pemanfaatan instrumen tes yang tepat bagi atlet.
Selanjutnya, sport science harus diterapkan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga karena mampu memprediksi dan membandingkan hasil dari tes yang dilakukan.
Menurut Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Hari Setijono, M.Pd, “Jangan terbalik, tes dulu baru menyusun program, selama ini masih menyusun program didahulukan baru tes, jadi tidak tepat.”
Kedua, sport science mampu memonitor hasil pelatihan yang telah dilakukan. Ketiga, dapat digunakan sebagai penentu keputusan. Keempat, dapat dipakai untuk melakukan identifikasi bakat, dana, serta penentuan sasaran. Dan kelima, sebagai bahan untuk memberikan motivasi.
Penelitian juga sangat diperlukan untuk pengembangan sport science dan kolaborasi dari berbagai lembaga penelitian sehingga secepatnya dapat diterapkan dengan tepat. Menurut peneliti Kadek Heri Sanjaya Ph.D, “BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) banyak melakukan penelitian, termasuk sport science, banyak dana di berbagai lembaga penelitian yang bisa dikerjasamakan dan bisa dijajaki oleh Kemenpora.”
Peneliti dari UNJ Octavianus Matakupan, mengingatkan bahwa diperlukan komitmen dari pemerintah, karena sebenarnya sport science sudah dibicarakan sejak tahun 1980, bahkan sempat menggema pada tahun 1990, namun masih bersifat isu sporadis. Menurutnya, hasil Asian Games, SEA Games yang lalu bagus karena ada beberapa cabang olahraga yang secara berkelanjutan menerapkan sport science.
Baru-baru ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menghadiri pengambilan data riset keolahragaan oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes), dengan menggunakan fasilitas dan dilakukan di BRIN, pada Laboratorium Hidrodinamika, Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.
Mengutip rilis resmi Kemenpora, Menpora didampingi Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang, Prof. Tandiyo Rahayu dan Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRiN, Hazman Abimanyu, menyaksikan langsung proses uji hidrodinamika kepada beberapa atlet renang dan selam dari Jawa Tengah.
Menpora menambahkan, dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sport science adalah pemandu utama bagi atlet dalam berprestasi. Semua fasilitas yang ada di BRIN bisa dimanfaatkan bersama untuk peningkatan prestasi atlet Indonesia.
Prof. Tandiyo menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Kemenpora untuk meningkatkan sport science bagi olahraga di Indonesia sangat tepat, karena baru pertama kali pemerintah punya konsentrasi terhadap pengembangan sport science.
(BS/timKB)
Sumber Foto: Liputan6