Jakarta – Chelsea resmi memecat manajer Thomas Tuchel setelah membawa timnya melewati awal musim 2022/23 dengan buruk. Kabar ini datang cukup mengejutkan, tak sampai sehari setelah The Blues kalah mengecewakan 1-0 dari Dinamo Zagreb dalam laga permbuka fase grup mereka di Liga Champions, Rabu (7/9) dini hari WIB. Tak cuma kekalahan memalukan dari Dinamo, tapi awal buruk yang dicatatkan oleh Chelsea musim ini menjadi penyebab utama di balik pemecatan Tuchel.
Chelsea baru mengumpulkan 10 poin dari lima pertandingan sejauh ini, setelah menghabiskan dana belanja paling banyak dibandingkan klub mana pun di bursa transfer – €323 juta di bawah pemilik baru, Todd Boehly. The Blues kalah dari beberapa tim yang seharusnya di atas kertas bisa mereka kalahkan, yakni Southampton, Leeds United dan Dinamo Zagreb. Selain itu, ada banyak desakan dari suporter yang menginginkan agar Tuchel dipecat karena pemilihan taktiknya yang cenderung monoton dan tidak bisa memaksimalkan potensi terbaik para pemainnya.

Terlepas dari semua kesalahan dirinya, Thomas Tuchel masih tercatat sebagai manajer terbaik Chelsea sepanjang sejarah, setelah Jose Mourinho. Pelatih asal Jerman itu berhasil membawa Chelsea memenangkan Liga Champions, Piala Super dan Piala Dunia Antarklub di tahun 2021 yang lalu. Suatu raihan yang bagi seorang Kose Mourinhopun belum bisa dipersembahkan untuk Chelsea. Satu satunya ajang yang gagal memberikan Trophi bagi Chelsea di era Tuchel ialah menjuarai Liga Primer Inggris.
Namun bagaimanapun inilah budaya di Liga Primer Inggris yang memang terkenal sadis dan kejam pada para pelatih yang tidak memberikan hasil sesuai keinginan sang pemilik klub. Dengan kompetisi yang baru sja dimulai, pelatih penggamti Tuchel diharapkan masih memiliki waktu yang cukup untuk membaw Chelsea kembali ke jalur kemenangan.
(Yp/timKB)
Sumber foto: okezone.com