Jakarta – Tuah San Siro ternyata tidak berhasil membawa Milan memenangkan laga saat menjamu Chelsea di matchday 4 Liga Champions. Milan dua kali beruntun harus menerima kekalahan dari Chelsea. Setelah dicukur 0-3 di Stamford Bridge pekan lalu, kini Milanpun ditaklukkan Chelsea dengan skor 0-2. Sebaliknya bagi Chelsea mengalhkan AC Milan adalah kebangkitannya di ajang Liga Champions usai dipermalukan Dinamo Zagreb di laga perdana yang membuat Thomas Tuchel langsung dipecat.
Keangkeran nama besar San Siro nampaknya tidak berpengaruh pada para pemain Chelsea yang justru terlihat dominan sejak laga dimulai. Dominasi itu membuat Chelsea membuka keunggulan di menit ke-21 setelah Jorginho menunaikan tugasnya dari titik putih. Sebelumya, bek Milan Fikayo Tomori melanggar penyerang sayap Chelsea Mason Mount di kotak terlarang. Wasit utama Daniel Siebert bahkan mengeluarkan kartu merah langsung atas pelanggaran yang dilakukan Tomori.

Bukannya menyamakan kedudukan, gawang Milan bobol lagi di menit ke-34. Mount kembali menjadi kreator pada gol kedua ini dengan memberikan assist pada Aubameyang lewat permainan satu sentuhan cepat. Milan akhirnya melakukan pergantian pemain untuk mengakomodasi kekurangan satu pemain. Brahim Diaz menjadi tumbal dengan menggantinya di menit ke-37 dengan seorang bek kanan Sergio Dest. Pergantian itu tidak memberikan pengaruh apapun di pertandingan. Dominasi Chelsea semakin terasa jelang babak pertama berakhir. Namun skor 2-0 untuk Chelsea bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Chelsea kembali mendapatkan peluang untuk memperlebar margin di menit ke-54. Peluang tersebut datang dari sundulan Aubameyang. Sayangnya, upaya sundulan dari jarak dekat itu gagal di tangan Tatarusanu. Dua wingback Chelsea, James dan Chilwell benar-benar jadi motor serangan ke jantung pertahanan Milan. Semenjak kehilangan satu pemain, Milan tidak ambil resiko untuk memberi tekanan ketat. Mereka lebih banyak menunggu dekat dengan kotak penalti.
Chelsea benar-benar tidak memberikan napas sedikit pun bagi Milan untuk menguasai bola. Walaupun serangan Chelsea jadi tidak seefisien di babak pertama, penguasaan bola yang lama memaksa Milan harus bertahan di tengah kondisi yang tertinggal. Sepuluh menit terakhir, Milan mengubah pendekatannya untuk lebih agresif menekan Chelsea. Kecenderungan Chelsea menguasai bola memaksa Milan untuk melakukan pendekatan ini. Chelsea sayangnya terlalu piawai dalam hal resistensi bola, sehingga upaya Milan tidak menghasilkan apa-apa. Skor akhir tetap 2-0 untuk keunggulan Chelsea.
(Yp/timKB)
Sumber foto: twitter