Jakarta – Jose Mourinho membawa AS Roma ke babak final kompetisi Eropa untuk kedua kalinya secara berturut. Bila di musim lalu “The Special One” berhasil memberikan gelar pertama sepanjang sejarah bagi Roma dengan menjuarai Liga Conference, maka musim ini Roma berhasil menjejakkan kakinya di final Liga Europa. Berhasil menahan imbang tanpa gol Leverkusen di laga leg kedua semifinal Liga Europa, membawa Roma lolos ke final bertemu dengan Sevilla.
Seperti yang diprediksikan sebelumnya, Roma cenderung bertahan untuk mengamankan keunggulan agregat gol mereka. Tuan rumah yang dalam kondisi tertinggal secara agregat gol pun berusaha keras mencetak gol. Peluang pun didapat di menit ke-21 lewat aksi Demirbay. Dia melepaskan tendangan keras ke gawang AS Roma, namun Patricio masih bisa menepis bola sehingga menyelamatkan gawang AS Roma.

AS Roma pun tak tinggal diam mendapati kondisi ini. Mereka juga terus berupaya membangun serangan. Salah satunya terjadi di menit ke-44. Roma berusaha menekan tim tuan rumah hingga memasuki menit akhir babak pertama. Kali ini, Belotti yang mencoba menjebol solidnya pertahanan lawan. Namun, usahanya masih bisa digagalkan pemain Leverkusen. Skor 0-0 pun bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Leverkusen terus berupaya mencetak gol demi memperpanjang napas dalam perebutan tiket ke babak final ini. Namun, Patricio masih begitu tangguh di depan gawang AS Roma. Pada menit ke-67, penyelamatan luar biasa dilakukan Patricio. Dia menangkis bola tendangan Demirbay. Bola rebound disambut Azmoun, tetapi pemain AS Roma dengan sigap langsung menghalaunya.
Tak berhenti sampai di situ, Leverkusen kembali mencoba mencetak gol di menit ke-81. Kini, giliran Amine Adli yang mencoba peruntungannya untuk mencetak gol. Namun, bola langsung diblok. Di sisa waktu pertandingan, kedua tim terus berupaya mencetak gol. Namun, tak ada satu pun gol yang tercipta. Skor 0-0 pun menghiasi laga.
(Yp/timKB)
Sumber foto: twitter