Seperti layaknya hukum gravitasi universal Newton, ada hukum alam semesta yang tidak dapat diubah yang mengatur realitas dan pengalaman hidup kita. Saat kita bisa memahami hukum-hukum ini, kita dapat mengerti bagaimana cara semesta ini bekerja. Dan dapat mengubah cara hidup kita untuk membuat hukum itu bekerja sesuai dengan apa yang kita kehendaki.
Alam semesta pasti akan bekerja sesuai dengan hukumnya. Percaya atau tidak, memang begitulah adanya. Kita pun dirancang sedemikian rupa sebagai creator dari hidup kita sendiri. Dan hidup akan lebih mudah dan menyenangkan jika kitab isa menerapkan hukum-hukum tersebut.
Kita mungkin cukup akrab dengan Law of Attraction atau hukum tarik menarik, popularitasnya telah dipelopori oleh selebriti seperti Oprah Winfrey, yang percaya bahwa karena hukum inilah mereka dapat meraup sukses dalam hidup mereka.
Atau kita bahkan mungkin pernah mendengar tentang hukum vibrasi, tetapi sebenarnya ada 10 hukum kesemestaan lainnya yang menyusun 12 hukum alam semesta dan mengatur cara kerja alam semesta, dan dunia kita.
Hukum spiritual yang terjalin kuat dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan kita dan kita mungkin bekerja dengan beberapa di antaranya dan bahkan tidak mengetahuinya.
Masing-masing dari 12 hukum alam semesta mengajarkan kita sesuatu yang unik dan penting tentang kebahagiaan, kesejahteraan, dan cara membentuk takdir kita.
Kesalahpahaman atau kurangnya pengetahuan kita tentang hukum-hukum ini, yang membuat kita merasa tersesat, frustrasi, dan sendirian.
Mereka yang menjalani hidup mereka dengan kesadaran dan menghormati 12 hukum alam semesta menemukan hidup mereka menjadi penuh dengan kepositifan dan kemungkinan. Ketika kita pertama kali melangkah ke dunia hukum kesemestaan, ini bisa terasa rumit dan berat, tetapi yang terbaik adalah memulai dengan mencoba memahami apa yang ada di setiap hukum dan beberapa cara sederhana yang dapat kita manfaatkan untuk kemajuan hidup kita.
Jika kita ingin menemukan rahasia alam semesta, pikirkan energi, frekuensi dan getaran
Nikola Tesla
Tubuh, pikiran, dan emosi kita semuanya adalah energi yang memiliki frekuensi dan getarannya sendiri. Pikiran yang sangat memiliki tingkat getaran dan frekuensinya sendiri.
Alam semesta itu logis dan seimbang. Seperti yang akan kita pelajari di bawah ini, tidak ada akibat tanpa sebab.
Ini berarti bahwa jika kita sengaja memikirkan cara kita berpikir, merasakan, dan percaya, kita dapat mengubah dan menggeser realitas kita.
Jika segala sesuatu di alam semesta ini adalah energi dengan getaran dan frekuensinya sendiri, berarti segala sesuatu dapat digeser. Kita dapat mulai mengalir dengan hukum spiritual alam semesta alih-alih bergumul di dalamnya dan merasa menjadi korban kehidupan.
Hukum-hukum ini tidak diciptakan oleh manusia, melainkan telah begitu adanya. Mereka tidak berubah seperti hukum yang dibuat oleh manusia. Hukum ini tidak dapat diubah, sama seperti hukum gravitasi, dan selalu bekerja.

Dengan mempelajari, memahami, dan menerapkannya dalam hidup, kita dapat mengubah pengalaman hidup kita dari masalah yang rumit menjadi kelimpahan dan kegembiraan.
Law of Divine Oneness – Hukum Kesatuan Ilahi
Hukum ini adalah hukum dasar. Sebuah hukum di mana semua hukum lainnya telah dibangun.
Seperti penopang sebuah rumah, tanpanya semua hukum lainnya akan runtuh menjadi kehampaan. Itu dibangun di atas keyakinan bahwa setiap makhluk dan segala sesuatunya saling berhubungan. Bahwa semua yang kita pikirkan, katakan, atau lakukan berdampak pada dunia di sekitar kita.
Mungkin aneh jika mencoba memfokuskan pemikiran bahwa kita tidak hanya terhubung dengan tetangga kita, tetapi juga dengan pepohonan di taman, sungai yang mengalir dan melihat lebih jauh lagi, kehidupan orang-orang yang belum pernah kita temui.
Segala sesuatu memiliki tempatnya di alam semesta, karena hubungannya yang kuat dengan yang lainnya, akan merusak segalanya jika hilang.
Pikirkan tentang pepohonan, tanpanya, produksi oksigen kita nol, kadar karbon dioksida kita akan melonjak, kita tidak akan memiliki naungan yang menyejukkan dari terik matahari. Begitulah cara pohon itu terhubung dengan kita.
Tapi bagaimana kita terhubung dengannya? Apakah kita membuang sampah sembarangan? Atau kita menebang pohon atau menikmati hasilnya? Apakah kita tidak menghormati kekuatan pohon itu? Perilaku ini akan memengaruhi pohon seperti perilaku dan kekuatan hidupnya memengaruhi kita. Energi vibrasi kitalah yang menghubungkan kita dengan yang lainnya.
Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghormati hukum dasar ini, seperti :
- Berpikir, berbicara dan bertindak dengan kesesuaian
- Memberi dengan ikhlas
- Bersyukur atas apa yang kita miliki
Law of Vibration – Hukum Getaran
Hukum getaran bergantung pada bagaimana segala sesuatu di alam semesta kita bergetar pada tingkat terkecil sekalipun. Bahwa semuanya terus bergerak, tidak pernah berhenti.
Sains sendiri telah membuktikan bahwa pada tingkat atom segala sesuatu terus bergerak. Berbenturan satu sama lain, atom-atom ini adalah sumber energi vibrasi kita. Semuanya memiliki frekuensi getarannya sendiri dan getaran selaras dengan getaran serupa lainnya.
Di sinilah pembicaraan tentang getaran tinggi atau baik berasal. Jika ada sesuatu yang kita inginkan, kita akan membutuhkan frekuensi getaran untuk menyesuaikan dengan hal yang kita inginkan.
Jadi bagaimana kita menggunakan hukum ini? Cara terbaik untuk menggunakan hukum getaran adalah dengan menaikkan frekuensi getaran kita sendiri. Sebagian besar metodenya cukup sederhana, dan hanya memerlukan sedikit dedikasi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti, meditasi, menutrisi tubuh dengan getaran tinggi, meminimalisir apapun yang memiliki getaran rendah dari hidup, jika memungkinkan, dan, tetap bersyukur dan positif dalam pengalaman hidup kita saat ini.
Beberapa hal yang dapat kita gunakan untuk hukum getaran adalah attract manifestation, kekayaan finansial, dan kesehatan fisik yang baik. Bukankah itu hukum tarik-menarik? Ya dan tidak. Tanpa hukum getaran, hukum tarik-menarik mungkin sulit terjadi. Tanpa pengetahuan tentang bagaimana energi vibrasi bekerja, kita tidak akan mampu menarik apapun kepada kita. Hukum getaran dapat sepenuhnya berfungsi dengan sendirinya.

Law of Correspondence – Hukum Korespondensi
Hukum ketiga dari 12 hukum alam semesta adalah tentang bagaimana keberadaan internal kita secara langsung mencerminkan keberadaan eksternal kita. Dunia luar diri kita dan dunia dalam diri. Kutipan yang mungkin pernah kita temui sebelumnya seperti ‘as above so below’.
Dengan kata lain, jika batin kita gembira, dunia luar dan pengalaman kita akan menyenangkan. Sayangnya, ini juga berarti jika kita merasa kacau dan kacau di dalam, dunia kita yang lain akan mencerminkan hal yang sama. Dunia yang telah kita ciptakan dalam kesadaran dan alam bawah sadar kita akan mulai terbentuk dalam pengalaman eksternal kita.
Pikiran adalah rangkaian kompleks dari mekanisme, emosi, pikiran, dan gambaran. Tidak masalah upaya apa yang kita lakukan untuk mengubah dunia fisik kita. Jika keadaan pikiran penuh dengan kenegatifan, kebencian terhadap diri sendiri atau kehidupan yang kita miliki saat ini, dan kebencian terhadap orang-orang di sekitar, kita akan berjuang untuk melihat perbaikan dalam hidup.
Untuk menggunakan hukum korespondensi, pertama-tama kita harus menggali lebih dalam realitas sebenarnya di balik pikiran dan perasaan negatif yang kita miliki. Tanpa kejelasan, kita tidak dapat menempa jalan positif ke depan. Kita harus mulai memperhatikan pikiran dan mengubahnya. Mulailah memperhatikan hal-hal luar biasa yang kita miliki.
Inner self kita adalah sumber kekuatan sejati kita dalam hal mengubah realitas eksternal. Mulailah jurnal rasa syukur, atau renungkan selama beberapa menit setiap hari dengan fokus pada kebaikan yang kita miliki. Pergeseran halus ini perlahan-lahan akan berkembang menjadi gelombang monumental yang akan mulai mengubah pengalaman fisik kita. Membuka pintu untuk kebaikan datang kepada kita.
Law of Attraction – Hukum Tarik Menarik
Hukum tarik-menarik menyatakan bahwa yang serupa menarik yang serupa. Ini sangat mirip dengan prinsip hukum getaran tetapi memiliki fokus yang lebih kuat pada bagaimana kita hidup menarik hal yang sama.
Mungkin juga salah satu dari 12 hukum alam semesta yang paling kita kenal, terutama jika kita tertarik pada manifestasi. Kita sebenarnya tidak menarik apa yang kita inginkan, tetapi kita menarik bagaimana kita hidup saat ini.
Keinginan kita tidak akan ada habisnya. Jika keinginan kita kuat dalam ketakutan, keputusasaan, atau kemarahan, kita sudah memberi tahu alam semesta bahwa kita tidak benar-benar percaya apa yang kita inginkan adalah apa yang pantas kita dapatkan. Sebaliknya, ketakutan atau keputusasaan yang kita kirimkan ke alam semesta itulah yang akan dikembalikan kepada kita.
Apakah kita hidup seperti kita sudah memiliki apa yang kita inginkan? Ini terasa sederhana dan sulit tergantung pada ukuran tujuan kita. Jika kita menginginkan kebebasan finansial, akan sulit untuk hidup seolah-olah kita sudah memilikinya jika kita khawatir tentang bagaimana kita akan membayar tagihan.
Sayangnya dunia kita ini, dibangun di atas kebutuhan manusia untuk merasa takut. Karena ketakutan kitalah yang membuat kita tetap disitu dan tidak dapat mencapai potensi penuh kita.
Beberapa cara terbaik untuk mengubah cara kita meminta apa yang kita inginkan kepada alam semesta adalah :
- Meditasi
- Jurnal syukur
- Mencintai diri kita apa adanya
- Affirmasi
- Lakukan hal yang membuat kita bahagia
Sama seperti hukum getaran, tujuan kita di sini adalah menaikkan frekuensi. Untuk mengelilingi diri dengan kepositifan dan rasa syukur atas kehidupan yang kita jalani saat ini.
Untuk menghilangkan perasaan ‘rumput tetangga lebih hijau’ dan benar-benar menikmati dunia yang kita miliki sekarang sambil membiarkan pintu peluang terbuka lebar untuk kemungkinan apapun.
Bersambung ke artikel selanjutnya.
(DK-TimKB)
Sumber Foto : Just Energy