Jakarta – Federasi sepakbola Italia (FIGC) mengumumkan peresmian Luciano Spalletti sebagai pelatih Gli Azzurri, Jumat (18/8) malam WIB, menggantikan Roberto Mancini yang mengundurkan diri dari jabatannya satu pekan lalu. Spalletti akan mulai menangani tim nasional dari 1 September hingga selepas Piala Dunia 2026. FIGC langsung bergerak cepat mencari pengganti Mancini karena ingin timnas Italia bisa fokus dengan pelatih yang baru.
Pemilihan Spalletti tidaklah mengejutkan. Dirinya terpilih karena berhasil membawa Napoli meraih Scudetto Serie A dengan tim yang tidak mewah. Bahkan Spalletti berhasil membawa Napoli lolos ke babak perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah, walaupun kemudian dihentikan oleh sesama klub Serie A, AC Milan.

Spalletti dan Napoli berpisah berdasarkan kesepakatan bersama setelah menuntaskan dahaga Partenopei selama 30 tahun dengan menjuarai Serie A 2022/23. Kesepakatan itu tercapai selepas Spalletti menandatangani tujuh lembar dokumen yang berisikan klausul pembayaran €3 juta jika sang pelatih kembali ke menangani tim dalam waktu kurang dari satu tahun, karena pria berusia 64 tahun ini beralasan ingin beristirahat. Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis menekankan, klausul itu termasuk untuk tim nasional.
Sebelumnya ada nama Antonio Conte yang menjadi kandidat pelatih timnas Italia. Pelatih asal Italia itu saat ini sedang tidak memiliki klub yang dilatih usai kontraknya diberhentikan oleh Tottenham Hotspurs jelang musim lalu berakhir. Namun ada perbedaan gaya dan pola permainan antara Conte dan Mancini dianggap akan memulai timnas Italia dari titik nol lagi. Padahal mereka sudah jauh berkembang sejak ditangani oleh Mancini hingga berhasil meraih Euro 2020 yang lalu.
Spalletti menjalani tugasnya mulai 1 September menjelang dua pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2024 melawan Makedonia Utara dan Ukraina. FIGC akan memperkenalkan Spalletti kepada publik secara resmi di Coverciano di tengah pemusatan latihan.
(Yp/timKB).
Sumber foto: detik.com