Jakarta – Lalu Muhammad Zohri adalah nama yang sudah tak asing lagi dalam dunia atletik Indonesia. Pelari muda berbakat ini telah meraih berbagai prestasi gemilang dan menorehkan sejarah baru bagi olahraga lari Indonesia. Mari kita kenali lebih dekat sosok pelari yang lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 1 Juli 2000 ini.
Zohri memulai kiprahnya di dunia lari saat masih sekolah di SMPN 1 Pemenang. Talentanya dalam olahraga lari langsung terlihat, dan tak lama kemudian ia mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan. Prestasinya mulai menonjol ketika ia berhasil meraih posisi jawara dalam beberapa ajang, termasuk Kejuaraan Nasional U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun. Di sinilah ia berhasil menyelesaikan lari 100 meter dengan waktu 11,18 detik, sebuah pencapaian yang menjadi awal mula namanya dikenal publik.

Seiring berjalannya waktu, Zohri terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional di Jawa Tengah pada tahun 2017, ia berhasil mencatatkan waktu 10,28 detik. Kinerja ini membuat PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia merekrutnya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Zohri kemudian berkesempatan untuk bertanding dalam Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya. Di sini ia menyelesaikan lari 200 meter dengan waktu 21,96 detik, sebuah pencapaian yang mengantarkannya membawa pulang medali emas. Tak hanya itu, Zohri juga berhasil meraih medali perunggu dalam test menuju Asian Games 2018. Meskipun hanya terpaut 0,02 detik dengan atlet pemenang medali emas dari Sri Lanka, prestasi ini membuktikan kualitas Zohri dalam kancah internasional.
Pada usianya yang ke-20, Zohri sukses menjadi sprinter tercepat di dunia dalam Kejuaraan Atletik Dunia U-20 dengan rekor 10,18 detik. Ini adalah kemenangan pertama kali bagi Indonesia dalam kurun waktu 32 tahun dalam kejuaraan ini. Prestasi lain yang mengukuhkan namanya adalah saat ia berhasil meraih medali perak dalam Kejuaraan Asia 2019. Catatan waktunya, 10,13 detik, berhasil memecahkan rekor nasional lari 100 meter Indonesia. Meskipun tersingkir di babak kualifikasi Olimpiade Musim Panas 2020, Zohri tetap menjadi sosok yang diidolakan. Pada Asian Games 2023, meskipun mengalami cedera kaki, ia berhasil finis ketiga dalam nomor 200 meter dengan catatan waktu 21,02 detik.
Lalu Muhammad Zohri adalah contoh nyata dari semangat, dedikasi, dan kerja keras yang menghasilkan prestasi luar biasa. Berbagai medali dan rekor yang ia raih membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta luar biasa dalam dunia atletik. Dari anak sekolah di Lombok hingga menjadi sprinter tercepat di dunia, Zohri telah menorehkan sejarah baru bagi olahraga lari Indonesia. Namanya akan selalu dikenang sebagai pelari yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Pelari ini tentunya menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berusaha dan berprestasi.
(EA/timKB).
Sumber foto: tribunnews.com