Jakarta – Membicarakan sosok seorang Lionel Messi, tentu tidak dapat melepaskan Barcelona sebagai klub yang membesarkan namanya. Messi telah menjadi legenda dan pemain terbaik di dunia saat bersama Barcelona lebih dari satu dasawarsa. Kapten timnas Argentina itu mendapatkan semua penghargaan baik individual maupun klub bersama Barcelona. Sehingga Messi dan Barcelona sempat diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Namun kisah dongeng Messi bersama Barcelona berakhir di tahun 2021 saat Barcelona secara menyakitkan melepas Messi secara cuma-cuma setelah pengabdiannya yang panjang di klub kebanggaan masyarakat Catalan itu. Setelah meninggalkan Barcelona, Messi menjadikan Paris Saint Germain sebagai klub profesional selanjutnya. Bersama PSG Messi membuktikan diri belum habis, walau sempat sulit beradaprltasi di awal musim, Messi kemudian menjadi pemain penting di PSG bersama Neymar Jr dan Kylian Mbappe.
Namun pengharapan berlebihan dari pemilik dan fans PSG yang menginginkan Messi berperforma seperti saat bersama Barcelona merusak hubungan baik kedua belah pihak. Akhirnya Messi menjadi pemain paling dimusuhi oleh fans PSG yang menyebabkan dirinya tidak memperpanjang kontrak di Paris. Kemudian Messi memutuskan meninggalkan Eropa dan melanjutkan karier di Amerika Serikat.
Namun satu hal menarik terjadi pada karier seorang Lionel Messi. Dirinya berhasil menjuarai tiga turnamen terbesar di dunia saat dirinya tidak lagi bersama Barcelona. Messi membawa timnas Argentina menjuarai Copa America dengan mengalahkan Brasil, menjuarai Finalisima dengan mengalahkan juara Euro 2020, Italia dan yang terakhir menjuarai Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis di final.
Tiga gelar juara dari tiga turnamen tersebut tidak pernah berhasil diraih seorang Lionel Messi saat menjadi pemain Barcelona. Sebaliknya Messi begitu didewakan saat bersama Barcelona namun menjadi pesakitan dan dicaci maki oleh fans PSG. Sungguh sebuah kebalikan yang bagaikan bumi dan langit. Apakah itu sebuah kebetulan atau memang Messi harus meninggalkan kejayaan bersama Barcelona untuk membawa Argentina meraih gelar juara?
(Yp/timKB).
Sumber foto: idntimes.com
