Jakarta – Timnas Cape Verde meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah di babak sistem gugur Piala Afrika, Selasa (30/1) dini hari WIB, ketika penalti larut Ryan Mendes memastikan kemenangan 1-0 atas timnas Mauritania di babak 16 besar Negara pulau di Samudera Atlantik itu telah berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Afrika dua kali dari tiga keikutsertaan mereka namun selalu langsung kalah sebelum kali ini. Di perempat final mereka akan bertemu pemenang pertandingan antara Maroko dan Afrika Selatan.
Sebaliknya, Mauritania, yang melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Aljazair di babak penyisihan grup dan membuat salah satu tim Afrika itu tersingkir, berharap bisa melaju ke perempat final. Namun, anak-anak asuhan Amir Abdou, yang membawa Komoro ke babak 16 besar Piala Afrika, dua tahun lalu, tersingkir usai gagal menjebol gawang Cape Verde yang dikawal Vozinha.
Mendes mempunyai peluang awal untuk mencetak gol pembuka, menerobos dari garis tengah pada menit ketiga dan masuk ke area penalti tetapi tembakannya dibelokkan oleh sepatu pemain bertahan dan mengarah ke sepak pojok. Enam menit kemudian ia menghasilkan sentuhan pertama yang super untuk menerima umpan panjang dari udara dan dalam gerakan yang sama menembak ke gawang dari sudut tetapi masih melebar tipis.
Permainan tekanan tinggi di Tanjung Verde membuat Mauritania berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, namun peluang emas tidak ada dimana tembakan jarak jauh Bebe diblok pada menit ke-25 dan tendangan menyudut Jovane Cabral dapat ditepis oleh Niasse. Mauritania mendapat peluang bagus dari tendangan bebas pada menit ke-57 ketika upaya Aboubakary Koita melayang ke arah gawang dan membentur bagian atas gawang.
Mereka memiliki peluang yang lebih baik lagi dua menit kemudian ketika Amar Sidi Bouna memberikan umpan kepada Souleymane Anne yang jelas mengarah ke gawang namun gagal melakukan tendangan jarak dekat dengan tendangan kaki kirinya yang melenceng dari sasaran dan membentur bagian luar tiang gawang. Namun, tekanan yang tiada henti-henti yang memaksa terjadinya kesalahan yang berujung pada penalti dan penyelesaian dramatis.
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
