Awal tahun baru adalah waktu yang tepat untuk membuka halaman baru, yang mungkin menjadi alasan banyak orang membuat resolusi tahun baru. Tahun baru seringkali terasa seperti awal yang baru dan kesempatan besar untuk mengubah kebiasaan buruk dan membangun rutinitas baru yang akan membantu kita tumbuh secara psikologis, emosional, sosial, fisik, atau intelektual.
Dan biasanya, resolusi jauh lebih mudah dibuat daripada dipertahankan, dan pada bulan ke 3 atau ke berapa, banyak dari kita telah melupakan tekad kita dan kembali ke pola lama kita. Salah satu masalahnya mungkin adalah kita tidak tahu bagaimana mempertahankannya. Tahun baru terasa seperti awal yang baru, itulah sebabnya banyak orang sering membuat resolusi. Beberapa resolusi yang paling umum antara lain, menurunkan berat badan, olahraga, diet, mengelola keuangan dengan baik, berhenti merokok atau menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga.
Meski resolusi tidak selalu melekat, bukan berarti resolusi tidak layak untuk dibuat. Sebuah survei menemukan bahwa orang yang berencana membuat resolusi Tahun Baru lebih optimis tentang masa depannya.

Jadi, apa yang dapat kita lakukan untuk membuatnya lebih mungkin untuk mempertahankan resolusi kita selanjutnya?
Pilih Target
Setiap tahun, sebagian besar kita bertekad untuk menurunkan berat badan, menjadi lebih produktif, atau menjadi bugar. Alih-alih memilih tujuan yang ambigu, fokuslah pada sesuatu yang lebih konkret yang dapat kita tetapkan secara realistis. Dengan kata lain, pilih tujuan yang sangat spesifik dan dapat dicapai. Misalnya membuat daftar tugas harian untuk joging, yoga atau sekedar jalan kaki atau naik tangga ke kantor. Buatlah tujuan yang realistis daripada drastis.
Membuat Rencana Detil
Memilih dengan bijak dan membuat perencanaan adalah bagian penting untuk mencapai tujuan. Para ahli menyarankan agar kita melakukan brainstorming bagaimana kita akan mengatasi perubahan perilaku yang besar, termasuk langkah-langkah yang akan diambil, menngapa dan cara-cara agar kita tetap berada di jalur yang benar.Hal ini memungkinkan kita untuk mempertimbangkan taktik apa yang akan digunakan saat menghadapi tantangan. Ketika keadaan menjadi sulit, strategi apa yang akan kita gunakan untuk tetap berada di jalur menuju realisasi resolusi kita. Misalnya, jika tujuan kita adalah berlari tiga kali per minggu, apa yang akan kita lakukan ketika melewatkan empat hari berturut-turut. Karena biasanya kita akan lebih berat untuk melanjutkannya.
Mulailah Dengan Langkah Kecil
Mengambil terlalu banyak dan terlalu cepat adalah alasan umum mengapa begitu banyak resolusi Tahun Baru gagal. Memulai diet ketat yang tidak berkelanjutan, melakukannya secara berlebihan di gym, atau secara radikal mengubah perilaku normal adalah cara yang pasti untuk menggagalkan rencana. Alih-alih, fokuslah untuk mengambil langkah-langkah kecil yang pada akhirnya akan membantu kita mencapai tujuan yang lebih besar. Misalnya mulailah dengan joging dua atau tiga kali seminggu. Perlahan, tingkatkan lari yang lebih lama dan berolahraga lebih banyak hari per minggu. Atau jika ingin mencoba untuk makan lebih sehat, mulailah dengan mengganti beberapa makanan yang kurang sehat dengan pilihan yang lebih bergizi. Kemudian, atasi elemen lain dari diet, seperti menambahkan lebih banyak variasi sayuran, mengurangi ukuran porsi, dan/atau mengurangi gorengan atau makan di luar. Meskipun ini mungkin tampak seperti awal yang lambat, perubahan bertahap kecil ini memudahkan kita untuk tetap berpegang pada kebiasaan baru yang sehat dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan jangka panjang.
Ingatlah Bahwa Perubahan Adalah Sebuah Proses
Kebiasaan tidak sehat atau tidak diinginkan yang kita coba ubah mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, jadi bagaimana kita bisa berharap mengubahnya hanya dalam hitungan hari, minggu, atau bulan? Bersabarlah dengan diri kita sendiri. Pahami bahwa menuju resolusi yang sudah kita buat adalah sebuah proses. Bahkan jika kita membuat satu atau dua langkah salah, kita masih dapat memulai kembali dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan.
Perbarui Motivasi
Selama hari-hari pertama resolusi Tahun Baru, kita mungkin merasa percaya diri dan sangat termotivasi untuk mencapai tujuan. Karena mungkin belum benar-benar menghadapi ketidaknyamanan atau godaan yang terkait dengan perubahan perilaku. Ketika kita menghadapi saat-saat seperti itu, ingatkan diri kita mengapa kitamelakukannya. Pikirkan tentang apa yang akan kita peroleh dengan mencapai tujuan kita. Temukan sumber inspirasi dapat membuat kita terus maju di saat-saat sulit. Pertahankan inspirasi itu tetap hidup dengan terus mengerjakan tujuan, bahkan setelah menghadapi kemunduran. Menjadi fleksibel dengan rencana kita dan bahkan tujuan akan membantu kita untuk sukses.
Belajar dan Beradaptasi
Menghadapi kemunduran adalah salah satu alasan paling umum mengapa orang menyerah pada resolusi Tahun Baru mereka. Jika kita tiba-tiba kembali ke kebiasaan buruk, jangan menganggapnya sebagai kegagalan. Jalan menuju tujuan tidak selalu lurus, dan akan sering ada tantangan di sepanjang jalan. Sebaliknya, lihatlah tantangan tersebut sebagai kesempatan belajar. Catat tentang kegagalan tersebut dan apa pemicunya, dan pelajari agar kita lebih siap lagi jika menghadapi tantangan lain di masa yang akan datang.
Apapun resolusi yang kita buat, semuanya adalah perjalanan kita menuju diri kita yang lebih baik. Semoga apapun yang menjadi tujuan kita, dapat tercapai dan terlaksana. Dan kita dapat melewati segala tantangannya. Selamat menapaki tahun yang baru, awal yang baru untuk menjadi pribadi yang baru.
(DK-TimKB)
Sumber Foto : Inc Magazine