Pikiran Negatif, Bagaimana Mengendalikan dan Membalikkannya?

Dayana Kristyka 12/01/2023 4 min read
Pikiran Negatif, Bagaimana Mengendalikan dan Membalikkannya?

Bukankah menyenangkan jika kita bisa mengendalikan pikiran negatif yang muncul di kepala kita? Meskipun, kita mungkin tidak bisa mengelola apa yang muncul di benak kita, akan tetapi kita dapat membuatnya berhenti mendominasi hidup kita. 

Misalnya kita sedang mengemudi di jalan, dan semuanya berjalan dengan baik. Matahari bersinar cerah, dan ini hari yang menyenangkan. Tiba-tiba, muncul pikiran di benak kita bahwa kita mungkin mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang. Reaksi tubuh kita tegang karena ketakutan saat otak kita memainkan permainan dan mulai membayangkan skenario terburuk.  Ironisnya, pikiran ini muncul entah dari mana, dan kemudian kita berkeringat karena kecemasan. Kita menjadi terlena dengan hal-hal negatif, dan pikiran pesimis ini menyebabkan kita mengalami perjalanan yang tidak nyaman.

Hal-hal tersebut akan berbeda jika kita bisa menepis pikiran itu dan menempatkan hal-hal negatif pada tempatnya. Saatnya membalik naskah tentang pikiran yang mengganggu dan pesimisme kronis yang mengatur hidup kita. Kitadapat melakukannya dengan menggunakan strategi mind-over-matter.

Banyak orang menganggap bahwa menangis sebagai suatu kelemahan. Padahal menurut banyak ilmuwan, menangis bisa sangat menyegarkan, dan dapat membantu kita melepaskan kecemasan dan stres yang terpendam. Menurut Harvard Health, menangis bermanfaat karena menghilangkan racun untuk menghilangkan stres.

Ketika kita menangis, hal itu memiliki efek menenangkan. Hal negatif bisa berasal dari situasi di luar kendali kita. Kita sering mengalami hal-hal buruk yang membuat kita terpuruk, dan tidak jarang kita membuat emosi tersebut menjadi jauh terpendam. Dengan menangis, kita mengeluarkan emosi tersebut dan membersihkan ketegangan serta stres yang kita alami. Menangis dapat  meningkatkan mood, membantu tidur, dan membuat kita merasa lebih baik. Inilah mengapa terkadang kita merasa sangat segar setelah sesi menangis.

Foto : Addicted 2 Success

Kita juga dapat menggunakan afirmasi positif untuk meredakan kenegatifan. Diri kita adalah kritikus terburuk diri kita sendiri. Ketika kita dihadapkan pada kegagalan, kita mungkin sering berkata hal-hal negatif tentang diri kita sendiri. Dan kita menjadi semakin sedih dan terpuruk. Namun, kita harus mengubahnya. Ingat, kita telah memiliki kekuatan selama ini, oleh karena itu ingatkan kembali kepada diri kita bahwa kita adalah berharga dan layak, bahwa kita adalah orang yang luar biasa. 

Selanjutnya kita dapat mengurangi orang-orang toxic di sekitar kita. Kita tidak dapat mencapai potensi penuh dengan orang-orang beracun yang berkeliaran di sekitar kita.  Mulailah dengan mengubah lingkaran dalam kita untuk membalikkan skrip negatifitas diri kita. Orang tidak bertanggung jawab atas pikiran negatif kita, tetapi mereka dapat menempatkan kita pada lingkungan yang negatif.  Orang-orang yang tepat akan meningkatkan kita secara positif, dan memiliki pengaruh yang bersinar pada kita.

Hindari kenegatifan di masa lalu. Apa yang ada di belakang tidak pernah sebaik apa yang ada di depan.  Kita akan menjadi lebih tua, lebih bijaksana, dan melangkah ke arah yang mendewasakan. Tidak ada orang hidup yang tidak melakukan kesalahan ketika mereka lebih muda, jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri atas masalah ini. Kitaharus fokus pada masa depan dan berhenti menoleh ke belakang untuk melihat semua kesalahan yang telah kitabuat.  Sangat mudah untuk mengembangkan pandangan pesimis saat kita terjebak melihat ke kaca spion.

Menjauhi media sosial dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi kenegatifan. Media sosial mendominasi kehidupan banyak orang. Media sosial tidak hanya membuang-buang waktu, tetapi ada banyak hal di sana yang dapat mengubah pola pikir kita. Disaat emosi kita sedang sedih atau kecewa tentang sesuatu, di media sosial kita justru melihat kehidupan orang lain yang jauh lebih sempurna. Keadaan tersebut justru membuat kita semakin berpikir negatif. Atau bahkan kita memberi makan diri kita dengan kebohongan media.  Alih-alih menghitung berkat dan anugerah yang kita sudah dapatkan, kita akan mulai menyoroti semua kekurangan diri kita.  Kita akan bertanya-tanya apa yang salah dengan hubungan, kehidupan, pekerjaan dan keluarga.  Oleh karena itu kita perlu membatasi diri.

Menjadi pesimis itu mudah ketika kita hidup di dunia yang tidak bersahabat.  Namun, ada kalanya kita perlu berhenti sejenak.  Jika pikiran negatif mengalir deras seperti sungai yang mengamuk, satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan berhenti sejenak. Selama jeda ini, kita dapat bermeditasi, berdoa, dan hadir(present moment). Terkadang kita harus mematikan panas dan apa yang memicu pikiran negatif dalam diam dan hening. Tentu saja hal tersebut akan lebih membantu kita untuk menjadi lebih tenang.

Membuat jurnal adalah cara yang bagus untuk menghilangkan semua hal pesimistis dari diri kita.  Namun, beberapa orang hanya ingin mencatat beberapa sampah dalam hidup mereka. Taktik lain adalah menulis dan menghancurkannya. Membakar surat adalah cara yang bagus untuk melakukan terapi mandiri. Kita dapat menuliskan semuanya dan kemudian membakarnya.  Saat kita melihat asap naik ke atas, bayangkan bahwa pikiran pesimistis dan pergumulan pikiran yang menyiksa sedang mengepul ke awan dan hilang.

Latihlah pikiran kita secara sehat, dan lepaskan segala rasa serta emosi yang sering membuat kita terpuruk. Akhiri cengkeramannya. Dan dengan menyadari pengalaman tersebut, kita dapat menjalani kehidupan kita sebagai suatu pembelajaran yang mendewasakan.

(DK-TimKB)

Sumber Foto : Success Consiousness

Loading next article...