Jakarta – Kiamran Rashidovich Nabati, lahir pada 23 November 1994 di Buynaksk, Rusia, adalah seorang kickboxer Muay Thai yang telah menorehkan prestasi gemilang di dunia seni bela diri. Dengan tinggi 178 cm dan berat 65,8 kg, Nabati dikenal karena teknik striking yang tajam dan kekuatan pukulannya yang mematikan.
Awal Karier dan Perjalanan Profesional
Sejak usia muda, Nabati menunjukkan minat besar dalam seni bela diri, khususnya Muay Thai. Dedikasinya membuahkan hasil dengan meraih 18 kemenangan beruntun di awal kariernya, sebuah prestasi yang menarik perhatian komunitas seni bela diri internasional. Rekor impresif ini membawanya ke panggung ONE Championship, salah satu organisasi seni bela diri terbesar di dunia.
Debut di ONE Championship
Pada September 2023, Nabati memulai debutnya di ONE Championship dalam ajang ONE Friday Fights 35. Dalam pertandingan tersebut, ia menghadapi Pongsiri PK Saenchai, mantan penantang gelar Juara Dunia Muay Thai. Nabati berhasil memenangkan pertarungan melalui keputusan mutlak, menunjukkan dominasinya di atas ring.
Kemenangan Beruntun dan Kontrak Bergengsi
Setelah debut yang sukses, Nabati melanjutkan tren kemenangannya dengan mengalahkan Avatar PK Saenchai pada Maret 2024 di ONE Friday Fights 55 melalui keputusan mutlak. Kemudian, pada Juni 2024 di ONE Friday Fights 68, ia menghadapi Suablack Tor Pran49 dan meraih kemenangan KO di ronde pertama. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkannya, tetapi juga membuatnya dianugerahi kontrak enam digit oleh CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong.
Pertarungan Melawan Nong-O Hama
Pada 27 September 2024, dalam ajang ONE Friday Fights 81, Nabati menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya dengan melawan Nong-O Hama, mantan Juara Dunia Muay Thai Bantamweight. Dalam pertarungan yang berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok, Nabati menunjukkan strategi dan teknik superior, meraih kemenangan melalui keputusan mutlak. Kemenangan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu petarung teratas di divisi bantamweight.
Gaya Bertarung dan Keunggulan
Nabati dikenal dengan gaya bertarung yang agresif namun terukur. Kemampuannya dalam mengontrol jarak, kecepatan, dan akurasi pukulan membuatnya menjadi lawan yang sulit dihadapi. Selain itu, adaptabilitasnya dalam menghadapi berbagai gaya bertarung lawan menunjukkan kecerdasan taktis yang tinggi.
Kontroversi Doping dalam Karier Kiamran Nabati
Kiamran Nabati memiliki riwayat doping yang signifikan dalam kariernya. Ia pertama kali dijatuhi larangan enam tahun oleh Federasi Muaythai Internasional (IFMA) pada 2017 karena penggunaan clenbuterol dan manipulasi sampel. Pada 2024, ia kembali dikenai sanksi empat tahun setelah terbukti menggunakan drostanolone, meldonium, dan modafinil. Kontroversi berlanjut di ONE Championship, di mana hasil kemenangannya atas Ferrari Fairtex pada Januari 2025 dibatalkan menjadi no contest setelah keduanya dinyatakan positif doping, dan Nabati menerima larangan bertanding selama satu tahun.
Masa Depan di ONE Championship
Kiamran Nabati telah menunjukkan kualitas luar biasa sebagai petarung Muay Thai dengan serangkaian kemenangan impresif di ONE Championship, termasuk kemenangan mutlak atas mantan juara dunia Nong-O Hama. Penampilannya yang konsisten dan teknik bertarung yang tajam menjadikannya salah satu nama yang paling diperhatikan di divisi bantamweight. Meskipun sempat menghadapi tantangan terkait regulasi doping, Nabati tetap memiliki potensi besar untuk kembali ke panggung utama setelah masa larangan bertanding berakhir. Dengan dedikasi dan semangat kompetitif yang tinggi, ia berpeluang untuk bangkit lebih kuat dan melanjutkan perjalanannya menuju perebutan gelar juara dunia. Kariernya menjadi bukti bahwa setiap atlet memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan membuktikan diri di level tertinggi.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda