Mayssa Bastos: Grappler BJJ Bersabuk Hitam Dari Brasil

Piter Rudai 08/09/2025 5 min read
Mayssa Bastos: Grappler BJJ Bersabuk Hitam Dari Brasil

Jakarta – Mayssa Bastos, lahir pada 23 Oktober 1997 di Niterói, Brasil, adalah seorang grappler submission dan kompetitor Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) yang telah mencuri perhatian dunia bela diri internasional. Bersabuk hitam dalam BJJ, Mayssa saat ini berkompetisi di divisi Atomweight Submission Grappling dalam ONE Championship, ajang seni bela diri terkemuka di Asia. Dengan teknik bertarung yang presisi, kecerdasan taktis, serta kegigihan yang kuat, Mayssa Bastos menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda yang bercita-cita tinggi di dunia BJJ dan grappling.

Mengenal Dunia Bela Diri di Niterói

Mayssa Bastos tumbuh di Niterói, sebuah kota yang dikenal dengan kecintaan masyarakatnya terhadap olahraga, termasuk seni bela diri. Dalam lingkungan inilah Bastos pertama kali bersentuhan dengan olahraga bela diri. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan besar pada olahraga, dan grappling menjadi salah satu yang menarik perhatiannya.

Di usia yang masih sangat muda, Bastos mulai berlatih judo sebagai dasar pengenalan terhadap seni bela diri. Namun, begitu dia mengenal Brazilian Jiu-Jitsu, ia jatuh cinta pada seni bertarung ini. Baginya, BJJ bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga soal strategi, teknik, dan kesabaran. Di BJJ, seorang atlet tidak hanya belajar menyerang, tetapi juga bagaimana bertahan dan memanfaatkan energi lawan untuk keunggulannya.

Meniti Karier di Dunia Brazilian Jiu-Jitsu

Sebagai seorang remaja yang penuh tekad, Bastos memulai kariernya dengan penuh semangat. Ia berlatih keras setiap hari, berfokus pada teknik dan keterampilan fisik yang dibutuhkan untuk menjadi grappler andal. Awalnya, Bastos mengikuti turnamen lokal dan regional di Brasil, di mana ia mulai dikenal karena gaya bertarungnya yang efektif dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga.

Keahlian Bastos dalam BJJ semakin terasah dan terlihat di ajang kompetisi nasional. Ia mengumpulkan pengalaman berharga dalam turnamen-turnamen besar dan berjuang melawan lawan-lawan tangguh, yang sebagian besar memiliki fisik yang lebih besar darinya. Namun, Bastos mampu menutupi kekurangan fisiknya dengan teknik cerdik dan strategi yang matang, memungkinkannya untuk unggul di atas matras.

Prestasi Gemilang di Kancah Internasional

Dengan kerja keras dan ketekunan, Bastos tidak hanya mencetak kemenangan di tingkat nasional, tetapi juga menjadi bintang di kancah internasional. Berikut adalah beberapa pencapaian besar yang ia raih dalam perjalanan karier BJJ-nya:

    1. Juara Dunia IBJJF: Mayssa Bastos meraih gelar Juara Dunia dalam turnamen International Brazilian Jiu-Jitsu Federation (IBJJF), salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia BJJ. Pencapaian ini membawa namanya melambung sebagai salah satu atlet wanita terbaik di kelasnya.
    2. Juara Pan American Championship: Selain gelar juara dunia, Bastos juga mendominasi di Pan American Championship. Kemenangan di ajang ini menunjukkan bahwa dia tidak hanya mampu bertarung di tanah kelahirannya tetapi juga di panggung internasional yang lebih besar, melawan lawan dari seluruh benua Amerika.
    3. Juara Eropa IBJJF: Keberhasilan Bastos tidak terbatas pada Amerika, ia juga memenangkan Kejuaraan Eropa yang diselenggarakan IBJJF. Gelar ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu grappler wanita terbaik yang pernah ada.
    4. Menjadi Juara Dunia Submission Grappling Atomweight pertama di ONE Championship

Kemenangan demi kemenangan mengukuhkan posisi Bastos sebagai atlet yang sangat berbakat. Teknik, kecepatan, dan kemampuannya dalam mengantisipasi gerakan lawan menjadi senjata andalan yang membantunya menguasai matras di berbagai turnamen besar.

Masuk ke ONE Championship dan Menjadi Bintang di Divisi Atomweight Submission Grappling

Prestasi yang diraih Bastos dalam BJJ menarik perhatian ONE Championship, dan ia kemudian bergabung untuk berlaga di divisi Atomweight Submission Grappling. ONE Championship adalah salah satu organisasi seni bela diri terbesar di dunia, dan bergabungnya Bastos ke dalamnya menjadi langkah besar dalam kariernya. Pada Agustus 2024, Bastos mengalahkan Danielle Kelly dan menjadi Juara Dunia Submission Grappling Atomweight pertama di ONE Championship

Di ONE Championship, Bastos menghadapi format pertandingan grappling yang lebih intens dan membutuhkan adaptasi tinggi. Setiap pertarungan memerlukan teknik grappling yang sempurna, daya tahan, serta strategi yang matang. Namun, pengalaman Bastos di turnamen internasional memberinya keunggulan untuk cepat beradaptasi.

Dalam setiap pertarungan, Bastos memamerkan teknik BJJ yang kuat, memanfaatkan guard dan kontrol untuk mengunci lawannya, sambil menunggu saat yang tepat untuk melakukan submission. Lawan-lawannya sering kali terkejut dengan kekuatan dan teknik penguncian yang ia miliki. Meski ukurannya kecil, Bastos menunjukkan bahwa grappling bukanlah soal ukuran, melainkan soal teknik dan kecerdikan.

Gaya Bertarung dan Teknik Unggulan Mayssa Bastos

Mayssa Bastos memiliki gaya bertarung yang khas. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan bermain dari posisi guard yang luar biasa. Ia sering menggunakan teknik De La Riva guard, teknik yang memungkinkan dia mengontrol pergerakan lawan dengan baik. Selain itu, Bastos juga dikenal dengan teknik kuncian seperti triangle choke dan armbar yang mematikan.

Bastos tidak hanya berfokus pada serangan, tetapi juga mempertahankan posisi dan menciptakan peluang di setiap situasi. Bahkan ketika menghadapi lawan yang lebih besar, ia mampu meredam serangan dan mengatur ritme pertarungan. Kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan dan ketepatan teknik membuatnya menjadi salah satu grappler paling sulit dikalahkan di divisinya.

Warisan dan Inspirasi bagi Generasi Muda

Di usianya yang masih muda, Mayssa Bastos telah mencapai banyak hal yang luar biasa. Kehadirannya di panggung internasional dan ONE Championship menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, siapa pun bisa meraih impian mereka. Bastos tidak hanya menjadi inspirasi bagi atlet BJJ wanita di Brasil, tetapi juga di seluruh dunia.

Sebagai seorang atlet yang sukses, Bastos sering membagikan pengalamannya melalui wawancara dan seminar. Ia berbagi teknik, strategi, serta nilai-nilai yang ia pegang dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kompetisi. Baginya, grappling dan BJJ bukan hanya soal kemenangan di atas matras, tetapi juga tentang pembentukan karakter, disiplin, dan sikap pantang menyerah.

Ambisi dan Masa Depan di ONE Championship

Mayssa Bastos memiliki masa depan yang sangat cerah. Dalam wawancara, ia sering menyebutkan ambisinya untuk terus mendominasi di divisi Atomweight Submission Grappling dan menjadi juara dunia di ONE Championship. Bastos juga berharap bisa mengembangkan Brazilian Jiu-Jitsu lebih luas di dunia, terutama di kalangan wanita muda yang bermimpi mengikuti jejaknya.

Dengan rekor yang terus bertambah, teknik yang terus diasah, dan tekad yang kuat, Bastos dipastikan akan melanjutkan perjalanannya menuju puncak dunia grappling. Ia adalah bukti nyata bahwa ukuran dan kekuatan fisik bukanlah penentu utama dalam grappling – teknik, kecerdasan, dan hati yang besar adalah kunci kemenangan.

Mayssa Bastos adalah simbol dari dedikasi dan kegigihan di dunia Brazilian Jiu-Jitsu dan grappling. Sebagai petarung yang gigih dan tidak mudah menyerah, ia telah meraih banyak gelar juara dan membawa nama Brasil ke panggung dunia. Dengan terus bersaing di ONE Championship, Bastos membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu grappler terbaik di divisi Atomweight. Dunia akan terus menyaksikan perjuangannya, dan tak diragukan lagi, masa depan yang gemilang menantinya.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...