Kulit Bundar

New Age of Sports Community

Volkan Oezdemir: Petarung Eksplosif UFC Dari Swiss


Jakarta – Lahir pada 19 September 1989 di Fribourg, Swiss, Volkan Oezdemir tumbuh di tengah suasana khas Eropa Tengah yang tenang dan teratur — jauh dari hiruk-pikuk dunia seni bela diri. Namun di balik ketenangan itu, ia memiliki energi dan keberanian luar biasa sejak kecil.

Sejak usia muda, Volkan sudah tertarik pada olahraga fisik dan kompetitif. Ia memulai perjalanannya bukan langsung di MMA, melainkan melalui kickboxing dan Muay Thai, dua disiplin yang menuntut kecepatan, presisi, dan kekuatan mental.

Dalam waktu singkat, ia menunjukkan potensi besar dengan refleks cepat dan kekuatan pukulan alami, yang kemudian menjadi ciri khasnya hingga hari ini.

Meski datang dari negara yang jarang menghasilkan petarung MMA terkenal, Volkan membuktikan bahwa bakat sejati tidak mengenal batas geografis. Ia membawa semangat khas Swiss — presisi, disiplin, dan ketenangan — ke dunia pertarungan yang keras dan tak kenal kompromi.

“Saya mungkin berasal dari negara yang damai, tapi saya selalu punya semangat petarung di dalam diri,” ujar Oezdemir dalam sebuah wawancara pasca-kemenangan UFC-nya.

Dari Kickboxing ke Dunia MMA Profesional

Sebelum dikenal sebagai petarung UFC, Volkan Oezdemir meniti jalannya di dunia kickboxing profesional, di mana ia mencatat serangkaian kemenangan impresif berkat kecepatan tangannya dan kemampuan membaca arah serangan lawan.

Namun, rasa ingin tahu terhadap seni bela diri campuran (MMA) membawanya untuk memperluas keterampilan — menambahkan elemen grappling dan ground control ke dalam arsenal striking-nya. Ia kemudian mulai berlatih MMA secara serius, berpindah-pindah antara Swiss dan Belanda untuk memperdalam teknik di berbagai gym Eropa.

Pada tahun 2010, Oezdemir menjalani debut profesionalnya di MMA dan langsung mencatat kemenangan KO cepat di ronde pertama. Dari titik itu, julukannya “No Time” lahir — simbol dari gaya bertarungnya yang agresif dan efisien, menyelesaikan laga bahkan sebelum jam ronde pertama berjalan penuh.

Dengan serangkaian kemenangan di Eropa dan Amerika Selatan, Oezdemir mulai menarik perhatian dunia. Ia sempat bertarung di ajang Bellator MMA, di mana ia mencetak kemenangan KO dalam waktu kurang dari dua menit. Performa luar biasa itu membuka jalan baginya menuju organisasi MMA terbesar di dunia — Ultimate Fighting Championship (UFC).

“No Time” Menggebrak Divisi Light Heavyweight

Volkan Oezdemir bergabung dengan UFC pada tahun 2017, dan dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi salah satu petarung paling berbahaya di divisi Light Heavyweight (93 kg).

Ia melakukan debutnya melawan Ovince Saint Preux pada Februari 2017, dan meski datang sebagai underdog, ia mengejutkan dunia dengan kemenangan melalui keputusan juri.

Namun, yang membuat namanya benar-benar dikenal luas adalah dua kemenangan brutal berikutnya:

    • *KO atas Misha Cirkunov (17 detik di ronde pertama)
    • KO atas Jimi Manuwa (42 detik di ronde pertama)

Dua kemenangan cepat itu memperkuat reputasinya sebagai finisher paling eksplosif di UFC. Tak butuh waktu lama bagi penggemar dan komentator untuk menyematkan julukan “No Time” — karena Volkan hampir tidak memberi lawan kesempatan untuk bernafas.

Gaya bertarungnya memadukan striking teknikal Eropa dengan agresivitas khas Muay Thai, menjadikannya salah satu petarung paling menghibur di kelasnya.

Dengan tangan kanan yang mematikan, ia mampu mengakhiri pertarungan dengan satu pukulan bersih, bahkan melawan lawan yang lebih berpengalaman.

Menantang Sabuk Juara Dunia UFC

Setelah mencatat tiga kemenangan beruntun spektakuler, Volkan Oezdemir mendapatkan kesempatan emas untuk menantang Daniel Cormier dalam perebutan sabuk juara dunia Light Heavyweight UFC pada UFC 220 (Januari 2018).

Meskipun akhirnya kalah melalui TKO di ronde kedua, penampilan Oezdemir tetap mendapat banyak pujian. Ia menunjukkan keberanian luar biasa dan kemampuan bertarung yang solid menghadapi salah satu legenda terbesar UFC.

Kekalahan itu justru menjadi batu loncatan baginya untuk berkembang — memperkuat pertahanan grappling dan meningkatkan stamina dalam laga panjang.

Usai perebutan sabuk, Oezdemir terus menjadi nama besar di papan atas divisi Light Heavyweight. Ia menghadapi petarung elit seperti Dominick Reyes, Aleksandar Rakić, dan Nikita Krylov, menunjukkan konsistensinya menghadapi kompetisi keras di UFC.

Meski tidak selalu menang, ia selalu memberikan pertarungan seru dan penuh aksi, mempertahankan reputasinya sebagai salah satu striker paling eksplosif di dunia MMA.

Cepat, Akurat, dan Mematikan

Volkan Oezdemir dikenal dengan gaya bertarung orthodox yang sangat efektif di jarak menengah. Ia memadukan kekuatan tangan kanan khas kickboxer dengan akurasi luar biasa.

Beberapa ciri khas gaya bertarungnya antara lain:

    • Kecepatan tangan luar biasa: Ia sering memulai serangan dengan jab atau hook kiri cepat untuk membuka ruang bagi pukulan kanan keras yang menghancurkan.
    • Low kick dan kombinasi jarak menengah: Oezdemir menggunakan tendangan rendah untuk memperlambat pergerakan lawan sebelum melancarkan kombinasi tinju.
    • Kesabaran strategis: Meski agresif, ia jarang terburu-buru. Ia menunggu celah, lalu melancarkan serangan cepat dan presisi — membuat lawan sulit menebak timing-nya.
    • Kemampuan KO alami: Dari 20 kemenangan profesionalnya, 13 diraih melalui KO/TKO, termasuk beberapa di antaranya dalam waktu kurang dari satu menit.

Julukan “No Time” bukan sekadar gimmick — itu adalah manifestasi nyata dari gaya bertarungnya yang mematikan dan efisien.

Ia adalah simbol dari filosofi bahwa pertarungan terbaik adalah yang diselesaikan secepat mungkin.

Rekor dan Prestasi Profesional

Hingga kini, Volkan Oezdemir telah mencatatkan karier profesional yang panjang dan penuh warna.

Berikut beberapa pencapaian pentingnya:

    • Rekor profesional MMA: 20 kemenangan – 8 kekalahan dimana 13 kemenangan melalui KO/TKO, 2 kemenangan melalui submission dan 5 kemenangan melalui keputusan juri
    • Penantang sabuk juara dunia UFC Light Heavyweight (2018)
    • Kemenangan tercepat dalam karier UFC: 17 detik (vs. Misha Cirkunov)
    • Salah satu petarung Swiss pertama yang berlaga di UFC

Konsistensinya di level tertinggi UFC selama lebih dari tujuh tahun menjadikannya ikon MMA Eropa, membuka jalan bagi generasi baru petarung dari Swiss dan negara-negara sekitarnya.

Filosofi dan Mentalitas Petarung

Di balik persona agresifnya di oktagon, Volkan Oezdemir dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan introspektif. Ia percaya bahwa pertarungan sejati tidak hanya terjadi di dalam ring, tetapi juga di dalam diri seseorang — melawan rasa takut, ego, dan kelelahan.

“Setiap pertarungan adalah ujian jiwa. Kamu tidak hanya melawan lawan di depanmu, tapi juga dirimu sendiri,” kata Volkan dalam sebuah wawancara di UFC Fight Week.

Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kesabaran, dan mental tenang — atribut yang seringkali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan di dunia MMA.

Simbol Ketangguhan Swiss di UFC

Kini, di usia 36 tahun, Volkan Oezdemir masih menjadi bagian penting dari divisi Light Heavyweight UFC. Ia dikenal sebagai veteran yang mampu memberi tantangan berat bagi siapa pun — dari petarung baru hingga calon juara dunia.

Dengan pengalaman luas, kekuatan pukulan yang belum pudar, dan semangat juang yang tetap menyala, Oezdemir terus menjadi representasi daya juang dan disiplin ala Swiss di kancah global MMA.

Ke depan, ia berencana memperluas kariernya tidak hanya sebagai petarung, tetapi juga sebagai mentor dan pelatih, membagikan pengalaman kepada generasi muda yang bermimpi menembus UFC.

“No Time” yang Tak Pernah Kehilangan Waktu untuk Berjuang

Dari kota kecil di Swiss hingga panggung megah Ultimate Fighting Championship, perjalanan Volkan Oezdemir adalah kisah inspiratif tentang tekad, disiplin, dan keberanian menantang batas.

Dengan gaya bertarung cepat, tangan mematikan, dan filosofi sederhana untuk bertarung tanpa keraguan, ia telah mengukir namanya di antara petarung paling berbahaya dalam sejarah divisi Light Heavyweight UFC.

Julukannya — “No Time” — bukan sekadar nama panggilan, melainkan representasi dari seluruh kariernya: tidak ada waktu untuk ragu, tidak ada waktu untuk menyerah.

(PR/timKB).

Sumber foto: instagram

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda