Jakarta – Nama Thongpoon PK Saenchai mungkin belum selama itu bergaung di kancah global, tetapi bagi penonton setia ONE Friday Fights di Lumpinee Boxing Stadium, ia sudah menjadi salah satu ikon baru Muay Thai modern. Dari kacamata hitam dan kalung berkilau yang selalu menemaninya saat berjalan menuju ring, sampai tomahawk elbow yang siap mendarat kapan saja, Thongpoon adalah paket lengkap: entertainer, finisher, dan representasi sempurna “nak muay” generasi kini.
Profil Singkat Thongpoon PK Saenchai
Thongpoon PK Saenchai adalah petarung Muay Thai asal Provinsi Maha Sarakham, Thailand, yang berkompetisi di ONE Championship pada divisi strawweight Muay Thai (limit sekitar 55,3 kg). Dengan tinggi 163 cm dan berat bertanding 121,9 lbs, ia mungkin tidak terlihat paling besar di kelasnya, tetapi gaya bertarung ultra-agresif dan power pada tiap serangannya membuat banyak lawan berpikir dua kali sebelum bermain jarak dekat.
Bernaung di salah satu sasana paling legendaris di dunia, PK Saenchai Muaythaigym, Thongpoon ditempa dalam atmosfer kompetitif kelas dunia, berlatih bersama para bintang Muay Thai dan kickboxing yang juga menghuni ONE Championship. Lingkungan ini membentuknya menjadi petarung yang bukan hanya keras secara fisik, tetapi juga cerdas secara taktik.
Dari Kampung Muay Thai ke Panggung ONE Championship
Lahir dan besar di Thailand – tanah kelahiran Muay Thai – Thongpoon tumbuh bersama budaya “seni delapan tungkai” yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Seperti banyak petarung Thailand lainnya, ia mulai naik ring di usia muda. Rutinitas latihan, diet ketat, dan ritme bertanding yang padat bukanlah hal asing baginya; justru menjadi bagian dari identitasnya sebagai nak muay.
Nama Thongpoon mulai menggaung lebih kuat ketika ia masuk dalam rangkaian besar ONE Friday Fights di Lumpinee Stadium pada 2023. Program ini dirancang ONE sebagai panggung global bagi bakat-bakat Muay Thai terbaik dari Thailand dan dunia – dan Thongpoon memanfaatkannya secara maksimal. Dalam tiga penampilan awalnya di Lumpinee, ia benar-benar “meledak”. Dua lawan pertamanya diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 detik – kemenangan ultra-cepat yang langsung membuat penonton dan penikmat Muay Thai menoleh dan mengingat namanya.
Puncak momentumnya datang pada Juni 2023 ketika ia menghadapi Yangdam Sor Tor Hiewbangsaen dalam sebuah laga keras yang kemudian disebut sebagai salah satu brawl paling liar di panggung ONE. Pertarungan tersebut bukan hanya kemenangan besar bagi Thongpoon, tetapi juga titik balik kariernya: performanya mengesankan hingga membuat ONE memberinya kontrak bernilai enam digit – sebuah lompatan besar dari petarung stadion lokal menjadi bintang global.
Menanjak di ONE: Rekor, Kemenangan Besar, dan Pertarungan Spektakuler
Sejak resmi menjadi bagian dari roster ONE Championship, Thongpoon tidak pernah jauh dari spotlight. Statistiknya menggambarkan betapa berbahayanya ia di atas ring: 5 kemenangan dan 3 kekalahan, dengan 4 kemenangan lewat penyelesaian (KO/TKO), menghasilkan finish rate sekitar 80% dan rata-rata durasi pertarungan hanya sekitar lima menit. Artinya, ketika Thongpoon bertarung, jarang sekali laga berjalan datar sampai bel terakhir.
Beberapa momen penting dalam karier ONE-nya antara lain:
-
- Kemenangan TKO atas Timur Chuikov di ONE Fight Night 19, yang datang di ronde pertama hanya dalam waktu 1 menit 37 detik. Penampilan eksplosif tersebut memberinya bonus performa senilai US$50.000, menegaskan statusnya sebagai salah satu knockout artist paling menghibur dalam divisi strawweight Muay Thai.
- Kemenangan TKO ronde kedua atas Danial Williams di ONE Fight Night 26, dalam duel yang sejak awal sudah diprediksi menjadi perang terbuka. Keduanya saling jual-beli serangan keras, tetapi presisi dan timing Thongpoon membuatnya keluar sebagai pemenang.
- Perang habis-habisan melawan Zakaria El Jamari, yang menjadi salah satu duel paling liar dan penuh momen highlight. Pertarungan ini menunjukkan bahwa selain punya finishing power, Thongpoon juga sanggup bertahan dalam tempo tinggi selama tiga ronde penuh ketika dibutuhkan.
Ia juga pernah bersua nama-nama berbahaya lain seperti Rui Botelho dan Elmehdi El Jamari, dan sekalipun tak semua laga berakhir dengan kemenangan, tiap penampilannya nyaris selalu menjadi “fight of the night material” – penuh risiko, penuh serangan, dan minim rasa mundur.
Muay Femur Agresif dengan Tomahawk Elbow Maut
Secara teknis, Thongpoon bertarung dengan stance ortodoks. Basisnya adalah Muay Thai klasik Thailand, tetapi cara ia mengeksekusi sangat modern: cepat, meledak, dan selalu mencari celah untuk menyelesaikan laga. Jab dan straight panjang digunakan untuk membuka kombinasi, sementara low kick dan body kick menjadi senjata untuk mengikis stamina lawan.
Namun, satu teknik yang membuat namanya benar-benar menonjol adalah tomahawk elbow – siku keras yang diayunkan dari atas seperti kapak jatuh. ONE secara resmi menyebut tomahawk elbow ini sebagai trademark Thongpoon, menandai betapa sering dan efektifnya teknik tersebut ia gunakan dalam berbagai pertarungan.
Ciri khas gaya bertarungnya dapat dirangkum sebagai berikut:
-
- Ultra-agresif sejak awal ronde – ia jarang menunggu terlalu lama untuk “mencicipi” lawan, sering kali langsung menutup jarak dan memaksakan pertukaran pukulan.
- Tekanan konstan – ia suka memaksa lawan bertarung mundur, sesuatu yang sangat tidak nyaman dalam konteks Muay Thai karena membuat lawan sulit menanamkan posisi untuk menendang.
- Kombinasi siku dan clinch – begitu masuk jarak dekat, ia memanfaatkan clinch untuk mengontrol posisi dan membuka ruang tomahawk elbow maupun serangan lutut ke tubuh.
- Insting finisher – banyak laganya berakhir sebelum bel terakhir, menunjukkan bahwa ia punya naluri kuat untuk “mencium darah” dan menghabisi ketika lawan mulai goyah.
Hasilnya adalah paket gaya bertarung yang bukan saja efektif dari sudut pandang kompetitif, tetapi juga sangat menghibur dari sudut pandang penonton.
Persona Flamboyan: Dari Kacamata Hitam ke Komunitas Hip-Hop
Salah satu aspek paling menarik dari Thongpoon – dan yang membedakannya dari banyak nak muay lain – adalah personanya di luar teknik. Ia hampir selalu muncul ke ring dengan kacamata hitam dan kalung berkilau yang memantulkan cahaya lampu arena, memberi nuansa superstar pop atau rapper alih-alih sekadar petarung stadion. ONE secara eksplisit menyebut tampilan ini sebagai bagian dari daya tarik flamboyannya, yang bersinar seterang performanya di atas ring.
Lebih dari sekadar gimmick, gaya ini tersambung dengan kedekatannya pada komunitas hip-hop Thailand. Dalam sebuah wawancara, Thongpoon menjelaskan betapa lingkaran pertemanan dan komunitas di dunia hip-hop – yang ia sebut penuh “friendly, loving, and supportive circles” – menjadi salah satu sumber energi positif dan kepercayaan dirinya.
Bagi penggemar, ini menjadikan Thongpoon sebagai figur yang mudah diingat: ia bukan hanya petarung lain yang keluar dari sudut merah atau biru, melainkan karakter penuh warna yang membawa identitas gaya hidup, musik, dan budaya urban ke dalam ritual tradisional Muay Thai.
Prestasi Penting dan Posisi di Kancah Muay Thai Modern
Secara formal, Thongpoon belum mengangkat sabuk dunia di ONE Championship. Namun, dalam lanskap Muay Thai modern, prestasinya sudah cukup untuk menempatkan namanya di jajaran striker yang paling diperhitungkan:
-
- Kontrak bernilai enam digit dengan ONE Championship setelah brawl epik melawan Yangdam Sor Tor Hiewbangsaen.
- Beberapa kemenangan cepat di bawah 30 detik pada penampilan awal di Lumpinee Stadium, yang jarang terjadi di level sekompetitif itu.
- Finish rate sekitar 80% di ONE, dengan mayoritas kemenangan lewat KO atau TKO.
- Bonus performa US$50.000 untuk kemenangan TKO atas Timur Chuikov di ONE Fight Night 19, menandai pengakuan resmi bahwa ia bukan sekadar petarung, melainkan “show-stealer” di mata promotor.
Di era ketika Muay Thai semakin global dan penonton internasional mencari wajah-wajah baru yang karismatik, Thongpoon berada di posisi unik: ia memadukan warisan tradisional Thailand dengan packaging modern yang sangat “broadcast friendly”.
Masa Depan: Dari Kultus Fan-Favorite ke Potensi Penantang Sabuk
Melihat gaya bertarung, statistik, dan cara ia memegang perhatian penonton, masa depan Thongpoon di ONE Championship terbuka lebar. Jika ia mampu merangkai kembali kemenangan – terutama dengan penyelesaian spektakuler seperti yang sudah berkali-kali ia lakukan – peluang untuk naik ke jalur penantang sabuk di kelas strawweight sangat realistis.
Selain itu, gaya dan persona flamboyannya membuatnya sangat mungkin menjadi salah satu wajah promosi di luar sekadar urusan ranking. Sosok seperti ini sering diberi panggung di kartu besar, laga co-main, atau bahkan main event di Bangkok, terutama ketika ONE ingin menyajikan laga-laga yang nyaris pasti “heboh”.
Pada akhirnya, Thongpoon PK Saenchai adalah contoh sempurna bagaimana Muay Thai tidak hanya bertahan, tetapi juga berevolusi di era global: tradisi teknik yang kuat, dipadukan dengan entertainment value tinggi, menjadikannya magnet bagi generasi baru penggemar seni bela diri.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita lainya
Kalahkan Benfica, Juventus Pastikan Tempat Di Babak Selanjutnya
Newcastle Menang Telak Saat Jamu PSV Eindhoven
Gol Tunggal Moises Caicedo Bawa Chelsea Kalahkan Pafos