Lee Seung Cheol: Kisah “The Flash”, Petarung Korea Selatan

Piter Rudai 25/04/2026 4 min read
Lee Seung Cheol: Kisah “The Flash”, Petarung Korea Selatan

Jakarta – Di dunia MMA Asia, selalu ada petarung muda yang datang membawa kecepatan, disiplin, dan keyakinan bahwa waktunya akan tiba. Sebagian hanya lewat sejenak, tetapi sebagian lain mulai meninggalkan kesan bahwa mereka memang datang untuk bertahan. Lee Seung Cheol termasuk nama yang terasa masuk ke kategori kedua. Petarung asal Korea Selatan ini lahir pada 19 Februari 1999, dikenal dengan julukan “The Flash”, dan kini menjadi salah satu nama yang terus mencuri perhatian di panggung ONE Championship. Lee Seoung Cheol adalah atlet Korea Selatan dengan afiliasi DK Gym, rekor profesional 12 kemenangan dan 1 kekalahan, serta status aktif di kelas ringan bawah MMA ONE.

Yang membuat Lee menarik sejak awal adalah kesan bahwa ia bukan petarung yang menang dengan satu warna saja. Gaya bertarungnya sebagai ortodoks dengan penekanan pada striking cepat dan submission grappling. Profil resmi ONE menampilkan kemenangan lewat submission, TKO, dan decision, ia datang ke 2026 dengan 12 kemenangan beruntun setelah sempat menelan satu-satunya kekalahan pada awal kariernya. Ini memberi gambaran tentang petarung yang tidak hanya eksplosif, tetapi juga adaptif. Ia bisa menyelesaikan laga dengan tangan, dengan kontrol, maupun dengan ketenangan selama tiga ronde penuh.

Lee bertarung di kelas strawweight, profil atletnya di ONE memperlihatkan kemenangan atas Cueng Naibaho di ONE Friday Fights 136 dan kemenangan atas Fabio Henrique di ONE Fight Night 41, keduanya dikategorikan sebagai strawweight MMA.

Perjalanan Lee di ONE menjadi semakin menarik karena ia tampak seperti petarung yang berkembang cepat dari satu penampilan ke penampilan berikutnya. Salah satu fase penting dalam perjalanannya terlihat pada ONE Friday Fights 91 tanggal 13 Desember 2024, ketika ia mengalahkan Pham Van Nam lewat TKO ronde kedua. Hasil ini penting karena menunjukkan bahwa Lee bukan hanya petarung teknis yang bisa mengumpulkan poin, tetapi juga mampu memaksakan tekanan dan menutup pertarungan dengan jelas. kemenangan ini membuat rekornya naik dari 8-1 menjadi 9-1, sebuah detail yang menunjukkan ia sudah mulai memasuki jalur kemenangan yang serius saat itu.

Setelah itu, Lee terus bergerak ke depan. Pada ONE Friday Fights 116 tanggal 18 Juli 2025, ia menghadapi Hiroba Minowa, salah satu lawan yang tidak mudah karena datang dari Jepang dengan latar pengalaman yang solid. Hasilnya, Lee harus menerima satu-satunya kekalahan yang tercatat di ONE sejauh ini, kalah lewat unanimous decision. Kekalahan seperti ini penting dalam membentuk cerita seorang petarung. Ia tidak dihentikan cepat, tidak dihabisi sepihak, tetapi dipaksa melewati tiga ronde dan kalah angka. Itu memberi kesan bahwa bahkan saat ia kalah, Lee tetap berada dalam pertarungan dan tetap memberi cukup perlawanan untuk bertahan sampai akhir.

Namun justru setelah titik itu, narasi Lee menjadi lebih kuat. Petarung muda sering dipuji saat menang, tetapi kualitas mereka yang sesungguhnya baru terlihat saat mereka harus merespons kekalahan. Lee menjawabnya dengan cara yang sangat meyakinkan. Pada ONE Friday Fights 136 tanggal 12 Desember 2025, ia mengalahkan Cueng Naibaho lewat submission ronde pertama pada menit 3:02. Kemenangan ini sangat berarti karena langsung memperlihatkan bahwa ia tidak terjebak pada citra striker cepat semata. Ia bisa menyelesaikan pertarungan di bawah, dan lebih penting lagi, ia mampu bangkit dengan cara yang tegas setelah sebelumnya mengalami kekalahan angka.

Dari sana, momentum Lee semakin terasa. Pada 13 Maret 2026, ia tampil di panggung yang lebih besar, ONE Fight Night 41, menghadapi petarung Brasil Fabio Henrique. Menurut hasil resmi ONE, Lee menang lewat unanimous decision setelah bertahan dari ronde awal yang berat dan kemudian mengambil alih kendali pertarungan dalam duel strawweight MMA yang keras. Ketika saat masuk ke laga itu, rekor Lee berada di 11-1, lalu naik menjadi 12-1 setelah kemenangan tersebut. Hasil ini sangat penting karena menunjukkan kedewasaan baru dalam permainannya. Ia tidak hanya bisa menang cepat, tetapi juga bisa melewati pertarungan sulit melawan lawan berbahaya dan tetap keluar sebagai pemenang.

Kemenangan atas Fabio Henrique terasa seperti salah satu titik paling dewasa dalam karier Lee sejauh ini. ONE secara khusus menulis bahwa ia “selamat dari ronde pembuka yang berat” sebelum perlahan mengikis lawannya sepanjang tiga ronde. Kalimat ini memberi gambaran yang sangat penting: Lee bukan cuma petarung cepat, tetapi juga petarung yang mulai mampu mengelola kesulitan. Ia bisa bertahan saat situasi tidak nyaman, lalu menyesuaikan ritme, membaca pertarungan, dan membalikkan keadaan. Untuk petarung yang masih berusia 27 tahun, kualitas seperti ini adalah pertanda yang sangat menjanjikan.

Aspek lain yang membuat kisah Lee menarik adalah afiliasinya dengan DK Gym. Dalam dunia MMA Korea Selatan, gym bukan sekadar tempat latihan, tetapi juga pusat identitas. Seorang petarung yang datang dari satu camp tertentu biasanya membawa pola kerja, disiplin, dan gaya bertarung yang dibentuk oleh lingkungan itu. Diketahui DK Gym sebagai afiliasi Lee, dan dari cara ia bertarung, tampak bahwa ia dibangun dengan keseimbangan yang baik antara agresi dan kontrol. Ia tidak tergesa-gesa sampai liar, tetapi juga tidak terlalu pasif. Ia punya kecepatan, namun tetap cukup sabar untuk memanfaatkan peluang submission atau keputusan juri ketika laga menuntut itu.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Lee belum memiliki sabuk besar di ONE. Tetapi pencapaiannya sejauh ini tetap layak mendapat perhatian. Ia sudah mengumpulkan rekor 12-1, menang di beberapa laga penting ONE, bangkit dengan meyakinkan setelah kalah dari Hiroba Minowa, dan sukses meraih kemenangan di panggung global ONE Fight Night. Untuk petarung berusia 27 tahun, fondasi seperti ini sangat kuat. Ia masih muda, tetapi sudah punya pengalaman menang cepat, menang submission, kalah angka, lalu menang lagi dalam pertarungan yang menuntut ketahanan mental.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...