Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang datang ke panggung besar dengan sorotan besar sejak awal, dan ada pula yang meniti jalannya dengan lebih sunyi, lebih sabar, tetapi justru terasa lebih menarik karena setiap langkahnya benar-benar harus diperjuangkan. Faine Mesquita termasuk dalam kelompok kedua itu. Ia adalah petarung asal Australia yang lahir pada 3 Februari 1988 di Sydney, dan kini dikenal sebagai salah satu nama yang sempat membangun momentum di ONE Championship. Mesquita adalah atlet dengan fondasi jiu-jitsu yang kuat, dikombinasikan dengan striking yang cukup efektif untuk membuat lawan selalu berada dalam ancaman.
Faine Mesquita sebagai petarung MMA asal Australia di kelas Strawweight ONE Championship. Hasil-hasilnya di organisasi tersebut adalah menang unanimous decision atas Baktygul Kurmanbekova pada ONE Friday Fights 43 dan menang submission (rear-naked choke) atas Yuka Okutomi pada ONE Friday Fights 71.
Justru di situ kisah Faine Mesquita menjadi menarik. Ia bukan petarung yang dibangun dari sensasi besar satu malam, melainkan atlet yang tumbuh lewat proses. Artikel resmi ONE saat mengumumkan debut profesional Adrian Lee pada 2024 bahkan menyebut Mesquita sebagai salah satu rekan setim tak terkalahkan dari MMAFFT yang ikut membangun reputasi gym itu di kancah internasional. Penyebutan itu penting, karena menunjukkan bahwa pada titik tertentu Mesquita dipandang sebagai bagian dari generasi petarung Australia yang sedang menanjak dan layak diperhatikan.
Perjalanan Faine di ONE mulai terlihat jelas pada ONE Friday Fights 43 tanggal 1 Desember 2023. Malam itu, ia menghadapi Baktygul Kurmanbekova dalam laga strawweight MMA dan meraih kemenangan lewat unanimous decision. Hasil ini dicatat baik di artikel hasil resmi ONE maupun di halaman event resmi. Kemenangan seperti ini sangat penting untuk petarung yang baru mulai membangun nama di organisasi besar. Ia bukan hanya menang, tetapi menang melalui tiga ronde penuh, yang berarti ia mampu menjaga ritme, mempertahankan disiplin, dan cukup efektif sepanjang laga untuk membuat semua juri berpihak kepadanya.
Kemenangan atas Baktygul Kurmanbekova memberi gambaran awal tentang siapa Faine Mesquita sebenarnya. Ia bukan petarung yang hanya mengandalkan satu ledakan besar. Menang lewat keputusan bulat menunjukkan adanya struktur permainan yang cukup matang. Untuk seorang atlet dengan dasar I Go Ryu Jiu Jitsu, hasil ini terasa masuk akal. Ia tampak sebagai petarung yang bisa tetap tenang, memilih momen, dan tidak harus memaksakan penyelesaian cepat bila jalannya pertarungan menuntut pendekatan yang lebih sabar. Walau sumber resmi ONE tidak menuliskan detail basis tekniknya secara spesifik, hasil-hasil laganya cukup konsisten menggambarkan atlet yang nyaman ketika pertarungan menuntut kontrol, bukan sekadar kekacauan.
Langkah berikutnya datang pada ONE Friday Fights 71 tanggal 19 Juli 2024, saat Mesquita menghadapi petarung Jepang Yuka “Dosukoi” Okutomi. Di sinilah sisi lain dari permainannya muncul dengan sangat jelas. Artikel hasil resmi ONE menulis bahwa Mesquita “made quick work” of Okutomi, lalu menjelaskan bahwa ia siap menghadapi rush awal lawannya yang punya latar judo, bertahan dengan baik, melakukan lemparan untuk mengambil posisi atas, dan kemudian mengamankan rear-naked choke pada 2:15 ronde pertama. Hasil resmi halaman event ONE juga mencatat kemenangan itu sebagai submission ronde pertama. Ini adalah kemenangan yang sangat penting, karena memperlihatkan bahwa Faine bukan hanya petarung yang bisa menang angka, tetapi juga atlet yang cukup tajam untuk menyelesaikan pertarungan dengan tenang di bawah tekanan awal lawan.
Kemenangan atas Yuka Okutomi terasa sangat cocok dengan identitas dasar yang ada. Jika Faine memang datang dengan pondasi jiu-jitsu, maka cara ia menutup laga ini menjadi validasi yang sangat kuat. Ia tidak hanya berhasil membawa pertarungan ke wilayah yang lebih nyaman baginya, tetapi juga cukup tenang untuk mengeksekusi submission dengan cepat begitu posisi terbuka. Dalam dunia MMA, ini adalah salah satu tanda kematangan yang penting: kemampuan membaca transisi dan langsung mengubahnya menjadi kemenangan.
Dari sini, kisah Faine Mesquita mulai terasa semakin menarik. Pada saat melawan Yuka Okutomi, tercatat bahwa ia masuk ke pertarungan dengan rekor 2-0, lalu naik menjadi 3-0 setelah kemenangan tersebut. Itu berarti dua hasil resmi yang terlihat jelas di ONE memang menjadi bagian dari fase tak terkalahkan awal dalam karier profesionalnya. Artikel resmi ONE yang mengumumkan kartu ONE Friday Fights 71 juga menempatkannya sebagai wakil Australia yang akan menghadapi Yuka di strawweight MMA, memperlihatkan bahwa organisasi tersebut memang memberi ruang padanya untuk berkembang.
Namun seperti banyak petarung lain, jalur karier Faine tidak sepenuhnya bebas hambatan. Sumber pihak ketiga mencatat bahwa pada Beatdown Promotions 12, ia menghadapi Lisa Kyriacou dan hasil laga itu membuat rekornya berubah dari 4-0 menjadi 4-1. Karena ini bukan sumber resmi ONE, hasil tersebut paling aman dibaca sebagai konteks pendukung tentang perkembangan karier profesionalnya di luar organisasi. Tetapi informasi itu tetap penting, karena menunjukkan bahwa Faine bukan petarung yang hidup dalam jalur sempurna tanpa benturan. Ia sudah merasakan fase menang, membangun momentum, lalu juga menghadapi kekalahan yang bisa menjadi titik evaluasi dan pematangan berikutnya.
Dari sisi gaya, Faine Mesquita terasa menarik justru karena perpaduan gaya bertarungnya sebagai campuran dengan dasar jiu-jitsu dan striking, dan hasil-hasil yang ada memang cocok dengan gambaran itu. Ia punya kemenangan keputusan yang menunjukkan kontrol dan disiplin. Ia juga punya kemenangan submission cepat yang menegaskan kualitas grappling. Walaupun tidak ditemukan sumber resmi yang menegaskan kemenangan KO/TKO miliknya dalam konteks ONE, artikel resmi yang menyebutnya sebagai bagian dari jajaran petarung muda berbakat dari gym-nya tetap menunjukkan bahwa ia dipandang sebagai atlet yang menjanjikan.
Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Faine Mesquita belum punya sabuk besar atau status bintang utama. Namun fondasi yang ia miliki sudah layak dihargai. Ia berhasil menembus panggung ONE Friday Fights, menang lewat unanimous decision atas Baktygul Kurmanbekova, lalu meraih kemenangan submission ronde pertama atas Yuka Okutomi. Di luar itu, data pihak ketiga menunjukkan ia sempat membawa rekor 4-0 sebelum mengalami kekalahan pertamanya. Untuk petarung wanita asal Australia yang sedang menapaki jalur internasional, ini adalah bekal yang sangat berarti.
Pada akhirnya, Faine Mesquita adalah kisah tentang petarung yang sedang membangun dirinya di panggung besar dengan cara yang nyata. Ia lahir di Sydney pada 3 Februari 1988, membawa identitas MMA dengan dasar jiu-jitsu dan striking, dan mulai menulis namanya lewat kemenangan-kemenangan penting di ONE Championship. Mungkin ia belum menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan, tetapi justru di situlah daya tariknya. Ia masih berada di tahap ketika cerita terbaiknya sangat mungkin belum ditulis. Dan dalam olahraga seperti MMA, fase seperti itu sering kali jauh lebih menarik daripada kisah yang sudah selesai.
(PR/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda