Jakarta – Di antara banyak nama besar yang lahir dari tradisi Muay Thai Thailand, Panpayak Jitmuangnon menempati posisi yang sangat istimewa. Lahir dengan nama Taewan Seangngen pada 7 Januari 1996 di Samut Prakan, Thailand, ia tumbuh menjadi salah satu petarung paling berbakat pada generasinya. Dengan tinggi 175 sentimeter dan bertarung di kisaran 61 kilogram, Panpayak dikenal sebagai petarung bergaya Muay Femur, tipe petarung teknikal yang mengandalkan kecerdasan, presisi, serta kemampuan membaca ritme lawan. Bertarung dengan stance southpaw, ia memperoleh julukan “The Angel Warrior”, sebuah nama yang menggambarkan kombinasi ketenangan dan efektivitasnya di atas ring. Setelah menguasai arena stadion-stadion legendaris Thailand, kini Panpayak berusaha mengukir warisan baru bersama ONE Championship.
Perjalanan Panpayak dimulai seperti kebanyakan anak-anak Thailand yang tumbuh di lingkungan Muay Thai. Sejak usia dini ia diperkenalkan pada olahraga nasional tersebut, bukan hanya sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai jalan untuk membangun disiplin dan membantu perekonomian keluarga. Bakatnya segera terlihat ketika masih berlatih di kampung halamannya. Tendangan kirinya yang tajam, keseimbangan tubuh yang luar biasa, serta kecerdasan membaca situasi membuatnya berkembang jauh lebih cepat dibandingkan rekan-rekan seusianya.
Bakat tersebut membawanya bergabung dengan Jitmuangnon Gym di Bangkok, salah satu kamp Muay Thai paling bergengsi di Thailand. Di sanalah kemampuannya ditempa hingga mencapai level elite. Selain berlatih di Jitmuangnon, Panpayak juga beberapa kali menjalani pemusatan latihan di Phuket Fight Club untuk meningkatkan aspek fisik dan adaptasi menghadapi lawan dari berbagai gaya bertarung. Kombinasi latihan tradisional Thailand dengan pendekatan modern membuat kemampuannya semakin lengkap.
Karier profesional Panpayak berkembang sangat cepat. Sejak masih remaja, ia sudah menghadapi petarung-petarung terbaik Thailand dalam pertandingan yang berlangsung hampir setiap pekan. Pengalaman bertanding dalam frekuensi tinggi membentuk mental juara sekaligus memperkaya kemampuan teknisnya. Hingga kini, Panpayak dipercaya telah menjalani sekitar 295 pertandingan profesional, dengan sekitar 250 kemenangan, termasuk 35 kemenangan melalui KO. Jumlah pertandingan tersebut merupakan gambaran betapa kerasnya sistem kompetisi Muay Thai di Thailand.
Prestasi Panpayak di level domestik nyaris sulit ditandingi. Ia berhasil menjadi Juara Lumpinee Stadium sebanyak empat kali di berbagai divisi, sebuah pencapaian yang menjadi impian hampir seluruh petarung Muay Thai. Tidak hanya itu, ia juga merebut gelar Rajadamnern Stadium sebanyak dua kali, menjadikannya salah satu petarung paling sukses pada era modern. Puncak pengakuan datang ketika ia dinobatkan sebagai Sports Writers Association of Thailand Fighter of the Year selama tiga tahun berturut-turut (2013, 2014, dan 2015). Hingga kini, Panpayak menjadi satu-satunya petarung yang mampu meraih penghargaan bergengsi tersebut tiga kali secara beruntun.
Setelah menaklukkan hampir seluruh tantangan di Thailand, Panpayak memutuskan memperluas kariernya ke panggung internasional bersama ONE Championship. Debutnya berlangsung pada September 2019 saat menghadapi petarung Jepang Masahide Kudo. Dalam laga tersebut, Panpayak langsung memperlihatkan kelasnya dengan kemenangan mutlak melalui keputusan juri. Penampilan itu menjadi perkenalan sempurna bagi penggemar internasional terhadap kualitas salah satu ikon Muay Thai Thailand.
Perjalanan di ONE Championship menghadirkan tantangan berbeda. Ia tidak lagi hanya menghadapi petarung Thailand, tetapi juga atlet elite dari berbagai negara dengan gaya bertarung yang lebih beragam. Meski demikian, Panpayak tetap mampu menunjukkan kualitasnya. Hingga pertengahan 2026, ia membukukan rekor 7 kemenangan dan 4 kekalahan di ONE Championship.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat mengikuti ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix 2022. Pada babak perempat final, Panpayak tampil luar biasa dengan mengalahkan Savvas Michael melalui KO, menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya piawai bermain teknik, tetapi juga memiliki daya ledak yang mampu mengakhiri pertandingan kapan saja. Penampilan tersebut kembali mengingatkan dunia bahwa ia masih termasuk salah satu striker terbaik yang dimiliki Thailand.
Nama Panpayak juga tidak bisa dilepaskan dari rivalitas panjangnya dengan Superlek Kiatmuu9. Keduanya telah beberapa kali bertemu, baik di stadion-stadion Thailand maupun di ONE Championship. Duel mereka selalu menjadi tontonan berkualitas tinggi karena mempertemukan dua petarung Muay Femur dengan kecerdasan teknik luar biasa. Meski hasil pertandingan silih berganti, rivalitas tersebut dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Muay Thai modern.
Keistimewaan Panpayak terletak pada gaya bertarungnya. Ia bukan petarung yang mengandalkan agresivitas tanpa perhitungan. Sebaliknya, ia sangat sabar membangun ritme pertandingan sebelum melepaskan kombinasi serangan yang presisi. Tendangan kiri keras ke tubuh dan kepala menjadi senjata utamanya, dipadukan dengan teep, siku, serta timing counter yang sangat sulit ditebak. Kemampuannya membaca gerakan lawan sering membuatnya terlihat selangkah lebih maju dibandingkan siapa pun yang berdiri di hadapannya.
Filosofi bertarung Panpayak berakar pada prinsip klasik Muay Thai, yakni mengutamakan teknik, kesabaran, dan efisiensi. Baginya, kemenangan bukan hanya soal menyerang sebanyak mungkin, melainkan memilih momen yang tepat untuk menghasilkan poin atau mencetak penyelesaian. Pendekatan tersebut membuatnya mampu mempertahankan performa tinggi selama bertahun-tahun di level elite.
Di luar ring, Panpayak dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan disiplin. Latihan hariannya mencakup lari jarak jauh, pad work, sparring teknis, clinch, hingga penguatan fisik. Ia tetap mempertahankan metode latihan tradisional Thailand yang dipadukan dengan program strength and conditioning modern untuk menjaga kebugaran menghadapi kompetisi internasional.
Meski telah mengoleksi begitu banyak gelar, perjalanan Panpayak belum selesai. Persaingan di ONE Championship semakin ketat dengan hadirnya generasi baru petarung dari berbagai negara. Namun, pengalaman hampir tiga ratus pertandingan, teknik yang nyaris sempurna, serta mental juara membuat The Angel Warrior tetap menjadi salah satu figur paling disegani di dunia Muay Thai. Ia bukan hanya simbol kejayaan Muay Thai Thailand, tetapi juga bukti bahwa kecerdasan teknik mampu bertahan di tengah perubahan era olahraga tarung modern.
(PR/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda