Jakarta -Movsar Evloev adalah salah satu nama paling menarik dalam generasi baru kelas bulu UFC. Petarung asal Ingushetia, Rusia, ini membangun reputasinya bukan melalui sensasi, melainkan konsistensi. Sejak menjadi profesional pada 2014, Evloev belum pernah merasakan kekalahan. Hingga September 2026, catatannya mencapai 20 kemenangan tanpa kekalahan, menjadikannya salah satu petarung tak terkalahkan paling berbahaya di jajaran elite UFC.
Lahir pada 11 Februari 1994 di Ingushetia, Evloev tumbuh di lingkungan yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga bela diri, khususnya gulat. Sebelum memasuki dunia MMA, ia memiliki latar belakang gulat Greco-Roman. Pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi utama gaya bertarungnya. Evloev juga memiliki dua gelar pendidikan, yakni komputer dan hukum, tetapi olahraga akhirnya menjadi jalan hidup yang dipilihnya. Filosofinya terhadap bela diri cukup jelas: disiplin dan olahraga dapat memberikan arah, karakter, serta tujuan bagi generasi muda.
Karier profesional Evloev dimulai pada 2014 ketika ia tampil di M-1 Challenge 53 di China. Dalam debutnya, ia menghadapi Khi Jianwei dan meraih kemenangan. Perjalanan di M-1 Global kemudian menjadi batu loncatan penting. Evloev berkembang dari prospek regional menjadi salah satu petarung terbaik di organisasi tersebut. Puncaknya terjadi ketika ia memenangkan M-1 Global Bantamweight Championship. Sebelum bergabung dengan UFC, ia telah membangun rekor sempurna dan menunjukkan bahwa kemampuan grappling-nya dapat menjadi senjata utama menghadapi lawan dengan gaya berbeda.
Debut UFC datang pada 20 April 2019 di St. Petersburg melawan SeungWoo Choi. Evloev menang melalui keputusan mutlak dan membawa rekor profesionalnya menjadi 11-0. Sejak saat itu, ia perlahan tetapi pasti menaiki tangga persaingan kelas bulu. Enrique Barzola, Mike Grundy, Nik Lentz, Hakeem Dawodu dan Dan Ige menjadi bagian dari deretan lawan yang berhasil dikalahkannya. Bahkan ketika menghadapi Nik Lentz dalam pertarungan yang berakhir dengan keputusan terbelah pada UFC 257, Evloev tetap mempertahankan rekor sempurnanya.
Tahun-tahun berikutnya memperlihatkan peningkatan kualitas lawan sekaligus kematangan Evloev. Ia mengalahkan Dan Ige pada 2022, kemudian Diego Lopes pada UFC 288 tahun 2023. Kemenangan atas Lopes menjadi penting karena lawannya dikenal memiliki kemampuan grappling dan submission berbahaya. Evloev mampu mengontrol jalannya pertandingan dan menang melalui keputusan mutlak. Pada 2024, level tantangannya meningkat lagi. Ia mengalahkan Arnold Allen melalui keputusan mutlak di UFC 297, kemudian menghadapi mantan juara UFC kelas bantam, Aljamain Sterling, di UFC 310. Evloev kembali menang dengan keputusan mutlak, memperpanjang rekor tanpa kekalahannya.
Ujian terbesar berikutnya datang pada 21 Maret 2026 ketika Evloev menghadapi Lerone Murphy dalam pertarungan lima ronde di UFC London. Murphy juga datang sebagai petarung yang belum terkalahkan, sehingga pertandingan tersebut menjadi duel penting antara dua nama elite kelas bulu. Evloev akhirnya memenangkan pertarungan melalui keputusan mayoritas setelah lima ronde. Hasil tersebut membuat rekornya menjadi 20-0 dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai penantang utama kelas bulu. UFC saat ini menempatkannya di posisi #1 ranking featherweight.
Jika ada satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan gaya bertarung Evloev, kata itu adalah kontrol. Ia memiliki dasar freestyle wrestling yang kuat dan sangat nyaman membawa pertandingan ke area grappling. Tekanan, takedown, kontrol posisi dan kemampuan mempertahankan dominasi menjadi bagian penting dari permainannya. Statistik UFC mencatat Evloev memiliki rata-rata 4,78 takedown per 15 menit, sementara kemenangan profesionalnya mencakup tiga KO/TKO dan empat submission. Ia berlatih di American Top Team, salah satu pusat latihan MMA terkemuka, yang membantu mengembangkan permainannya menjadi lebih komplet.
Namun, kekuatan terbesar Evloev bukan hanya teknik. Mentalitas kompetitifnya terlihat dari kemampuannya tetap tenang menghadapi lawan-lawan elite dan mempertahankan strategi selama tiga hingga lima ronde. Ia tidak selalu mengejar kemenangan spektakuler; baginya, mengendalikan pertandingan dan memaksakan ritme sendiri sama pentingnya dengan mencari penyelesaian. Bahkan Evloev secara terbuka menggambarkan ketertarikannya pada grappling sebagai kemampuan untuk mengontrol lawan dan menguras mereka secara fisik maupun mental.
Perjalanan Evloev juga tidak terlepas dari tantangan. Ia harus membangun namanya dari kompetisi regional, kemudian menghadapi lawan yang semakin berpengalaman di UFC. Sebagian besar kemenangannya datang melalui keputusan juri, sehingga ia kerap dituntut membuktikan bahwa dominasi teknis dapat dipertahankan dalam pertarungan panjang. Justru konsistensi itulah yang menjadi ciri khasnya. Dari gulat Greco-Roman di Ingushetia, gelar M-1 Global, hingga puncak persaingan UFC, Evloev terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Dengan rekor 20-0, tujuh kemenangan melalui KO/TKO atau submission, serta status sebagai salah satu penantang teratas kelas bulu UFC, Movsar Evloev kini berada di ambang pencapaian terbesar dalam kariernya. Ia bukan petarung yang membutuhkan banyak suara untuk membuktikan kualitasnya. Setiap kemenangan mempersempit jarak antara dirinya dan sabuk juara. Dan selama rekor sempurnanya masih bertahan, “mesin gulat” dari Ingushetia ini akan terus menjadi salah satu ancaman paling serius bagi siapa pun yang berdiri di puncak kelas bulu UFC.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda