Har Ling Om: Petarung Myanmar Di ONE Championship

Piter Rudai 09/09/2026 3 min read
Har Ling Om: Petarung Myanmar Di ONE Championship

Jakarta – Bagi Har Ling Om, bela diri bukan sekadar profesi. Petarung asal Myanmar ini menyebut seni bela diri sudah mengalir dalam darahnya. Lahir pada 5 Juli 1998, Har Ling Om tumbuh dengan ketertarikan terhadap olahraga tarung sebelum akhirnya memilih Lethwei sebagai jalan hidup. Ia mulai bertanding di Lethwei ketika baru berusia 15 tahun. Hanya setahun kemudian, ia sudah berani menghadapi lawan di tingkat regional dan negara bagian Myanmar.

Ketertarikannya terhadap Lethwei berawal dari kekaguman kepada para legenda negaranya, terutama Tway Ma Shaung dan Sayar Saw Nga Man. Bagi Har Ling Om, menyaksikan pertarungan kedua nama tersebut memperlihatkan bahwa seorang petarung bukan hanya membutuhkan teknik, tetapi juga keberanian, ketahanan dan mentalitas untuk terus maju ketika tubuh berada dalam tekanan. Tradisi Lethwei yang keras kemudian menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakternya sebagai striker.

Perjalanan Har Ling Om tidak langsung membawanya ke panggung internasional. Ia menghabiskan bertahun-tahun bertanding dan berkembang di lingkungan Muay Thai dan Lethwei, termasuk tampil di Thailand. Salah satu catatan awal yang terdokumentasi adalah kemenangan TKO atas PetchEk WorWantawee pada Muay Thai Super Champ, 12 Mei 2019. Setelah melewati periode panjang di level regional, kesempatan yang lebih besar akhirnya datang ketika ONE Championship membuka pintu kepadanya.

Debutnya di ONE berlangsung pada 15 Agustus 2025 dalam ONE Friday Fights 120 di Lumpinee Stadium, Bangkok. Menghadapi striker Jepang Jurai Ishii dalam laga Muay Thai, Har Ling Om menunjukkan keberanian menghadapi lawan yang lebih diunggulkan. Ia mampu bertahan hingga ronde ketiga sebelum akhirnya dihentikan oleh head kick pada 2 menit 16 detik. Kekalahan tersebut menjadi pengalaman penting karena untuk pertama kalinya ia merasakan langsung kerasnya persaingan di panggung ONE.

Namun, kekalahan itu tidak membuat langkahnya berhenti. Dua bulan kemudian, Har Ling Om bangkit menghadapi Haruyuki Tanitsu di ONE Friday Fights 129 pada 17 Oktober 2025. Kali ini ia tampil lebih efektif dan memenangkan pertarungan melalui keputusan mutlak setelah tiga ronde. Pertandingan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa ia mampu belajar dari kekalahan dan menyesuaikan diri dengan level kompetisi ONE.

Momentum itu sempat terhenti ketika ia kalah dari Chatpichit SorSorToipadriew melalui keputusan pada ONE Friday Fights 136, Desember 2025. Tetapi Har Ling Om kembali menunjukkan mental kompetitifnya pada 3 April 2026. Menghadapi Khunsuk T1 Fight Academy di ONE Friday Fights 149, ia memenangkan pertarungan melalui keputusan mutlak dalam laga atomweight Muay Thai. Kemenangan tersebut memperlihatkan perkembangan seorang petarung yang mulai semakin nyaman menghadapi tempo dan tekanan kompetisi internasional.

Pada 19 Juni 2026, ia kembali beraksi melawan Teeyai Torfunfarm di ONE Friday Fights 159. Kali ini Har Ling Om harus menerima kekalahan melalui keputusan mutlak. Secara khusus di ONE, catatan yang tersedia mencatatnya dengan rekor 2 kemenangan dan 3 kekalahan dalam lima penampilan pertama organisasi tersebut. Sementara itu, Muay Thai Records mencatat keseluruhan rekor profesional yang terdokumentasi sebagai 3-3, termasuk kemenangan atas PetchEk pada 2019. ONE sendiri menyebut Har Ling Om memiliki rekor striking karier yang jauh lebih luas, yakni 32-6, sehingga angka tersebut perlu dipahami sebagai catatan karier striking keseluruhan, bukan hanya pertarungan yang tercatat di ONE.

Secara fisik, Har Ling Om tercatat memiliki tinggi sekitar 163 cm dan berkompetisi di kelas atomweight dalam sejumlah pertandingan ONE. Ia berlatih bersama Phyo Wai Group, dan gaya bertarungnya sangat dipengaruhi akar Lethwei: tekanan konstan, keberanian bertukar serangan dan kemampuan mempertahankan intensitas dalam pertarungan jarak dekat. Pengalaman bertanding sejak usia sangat muda membuatnya terbiasa menghadapi situasi ketika rasa sakit dan kelelahan menjadi bagian dari pertandingan.

Mentalitas tersebut juga terlihat dari ambisinya. Har Ling Om mengakui bahwa salah satu sosok yang sangat ia kagumi adalah Aung La N Sang, legenda Myanmar dan mantan juara dunia dua divisi ONE. Aung La menjadi salah satu alasan Har Ling Om ingin menembus level tertinggi ONE. Target terdekatnya adalah mendapatkan kontrak penuh ONE Championship, sebelum kemudian memburu sabuk juara dunia.

Kini, perjalanan Har Ling Om memasuki babak yang jauh lebih besar. Pada 12 September 2026, ia dijadwalkan menghadapi Nadaka, juara dunia ONE Atomweight Muay Thai, dalam laga atomweight kickboxing di ONE SAMURAI 3 di Yokohama, Jepang. Pertarungan tersebut menjadi kesempatan besar bagi Har Ling Om untuk mengubah statusnya dari petarung yang sedang berkembang menjadi nama yang benar-benar diperhitungkan di panggung internasional. Dari Lethwei Myanmar pada usia 15 tahun hingga menghadapi salah satu juara terbaik dunia, kisahnya memperlihatkan satu hal: perjalanan seorang petarung tidak selalu dibangun dari kemenangan, tetapi dari kemampuan untuk terus kembali setelah mengalami kekalahan.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...