Jakarta – 20 Desember 2000, Mahesuan Aekmuangnon lahir di Thailand dan kemudian tumbuh menjadi salah satu petarung muda yang menarik perhatian di kelas atomweight Muay Thai ONE Championship. Pada usia 25 tahun per 2026, ia memiliki postur sekitar 165 cm dengan bobot bertarung 52 kg dan menggunakan stance orthodox. Mahesuan berafiliasi dengan Singpatong, salah satu gym yang menjadi tempat berkembangnya sejumlah petarung Muay Thai di Phuket. Meski informasi mengenai masa kecil dan kehidupan pribadinya tidak banyak terdokumentasi di sumber publik, perjalanan profesionalnya memperlihatkan sosok petarung yang berkembang melalui pengalaman langsung di ring. Ia bukan tipe atlet yang membutuhkan waktu panjang untuk menunjukkan identitasnya: sejak tampil di ONE, agresivitas dan kemampuan mencari penyelesaian sudah menjadi bagian utama dari permainannya.
Sebelum memasuki ONE Championship, Mahesuan telah mengumpulkan pengalaman dalam kompetisi Muay Thai Thailand. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting ketika ia mendapatkan kesempatan tampil di panggung internasional. Debut ONE-nya berlangsung pada ONE Friday Fights 53, 23 Februari 2024, menghadapi Pet Fairtex dalam pertarungan atomweight Muay Thai. Mahesuan tidak membutuhkan keputusan juri untuk memperkenalkan dirinya. Ia menghentikan Pet melalui TKO pada ronde ketiga, tepat pada 2:30, sekaligus membuka perjalanan ONE dengan kemenangan meyakinkan. Debut tersebut menunjukkan bahwa ia memiliki gaya yang cocok dengan format pertandingan ONE Friday Fights yang menuntut tempo tinggi dan kemampuan mencuri perhatian sejak awal.
Hanya dua bulan kemudian, Mahesuan menghadapi ujian yang jauh lebih berat ketika bertemu Yodnumchai Fairtex pada ONE Friday Fights 60. Pertandingan itu berakhir pahit. Yodnumchai memanfaatkan momen dalam pertukaran jarak dekat dan menjatuhkan Mahesuan dengan serangan siku sebelum melanjutkan tekanan hingga wasit menghentikan pertandingan pada 1:21 ronde pertama. Kekalahan tersebut menjadi gambaran bahwa agresivitas yang menjadi senjatanya juga membawa risiko besar ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki timing dan kemampuan counter yang sama tajamnya. Namun Mahesuan tidak membiarkan kekalahan itu menghentikan lajunya. Pada November 2024, ia kembali ke ring menghadapi Panlam Sor Sommai di ONE Friday Fights 86. Kali ini ia tampil jauh lebih efektif, menjatuhkan Panlam dua kali melalui straight right sebelum menutup pertarungan dengan left hook pada menit 2:36 ronde pertama.
Pertandingan tersebut memperlihatkan salah satu karakter paling menonjol dari Mahesuan: tekanan yang dibangun melalui kombinasi pukulan cepat dan serangan beruntun. Ia tidak sekadar menyerang untuk mengumpulkan angka, tetapi berusaha menciptakan kerusakan sampai lawan kehilangan kemampuan untuk melanjutkan pertandingan. Setelah kemenangan atas Panlam, ia harus menghadapi tantangan lain pada Mei 2025 ketika bertemu Petnaya NhongBangsai. Dalam duel atomweight yang berlangsung sengit, Petnaya menjatuhkan Mahesuan pada ronde pertama dengan left cross. Mahesuan bangkit dan membalas pada ronde ketiga, bahkan mencetak knockdown melalui left hook, tetapi agresivitasnya belum cukup untuk membalikkan penilaian juri. Petnaya akhirnya menang melalui keputusan mutlak.
Mahesuan kemudian mencoba bangkit di luar ONE dan pada 25 Desember 2025 meraih kemenangan keputusan mutlak atas Raktemroi Jaheakmuangtai di Patong Fight Night. Namun ketika kembali ke ONE pada Februari 2026, ia kembali mendapatkan ujian keras. Chokdee Maxjandee menghentikannya melalui TKO ronde pertama pada ONE Friday Fights 141. Dua kekalahan beruntun di ONE tentu menjadi periode yang menantang, terutama bagi petarung yang mengandalkan kepercayaan diri dan momentum. Akan tetapi, respons Mahesuan justru memperlihatkan mentalitas kompetitifnya. Ia kembali dua bulan kemudian menghadapi Aung Tun Bo dan membalas dengan kemenangan TKO ronde kedua pada ONE Friday Fights 154, 15 Mei 2026.
Momentum itu mencapai puncaknya pada 24 Juli 2026 di ONE Friday Fights 163 ketika Mahesuan menghadapi YodUdon K Tongtalingchan dalam pertarungan atomweight Muay Thai. Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal. YodUdon berusaha maju dan menekan, tetapi Mahesuan menunjukkan pergerakan kaki serta kecepatan memulai serangan yang lebih baik. Ketika pertarungan memasuki ronde kedua dan keduanya mulai bertukar pukulan dari jarak dekat, Mahesuan menemukan celah untuk melakukan serangan balasan. Ia menjatuhkan YodUdon dan kemudian kembali menerjang dengan pukulan keras setelah lawannya bangkit. Hasil akhirnya adalah KO pada 1:07 ronde kedua. ONE mencatat kemenangan tersebut sebagai kemenangan keempat Mahesuan di organisasi.
Secara statistik, karakter Mahesuan sangat jelas. Rekor ONE-nya kini 4 kemenangan dan 3 kekalahan, dengan seluruh empat kemenangannya berakhir melalui penyelesaian—satu KO dan tiga TKO menurut statistik resmi ONE. Durasi rata-rata pertarungannya hanya 4 menit 44 detik, dengan total waktu tujuh pertandingannya sekitar 33 menit 8 detik. Artinya, pertandingan Mahesuan jarang berkembang menjadi duel panjang yang penuh kalkulasi. Ia cenderung memaksa lawan bertarung dalam ritme yang ia inginkan. Sumber Muay Thai Records juga mencatat rekor terdokumentasi keseluruhannya sebagai 5–3, karena memasukkan kemenangan di Patong Fight Night.
Gaya bertarung Mahesuan pada akhirnya merupakan perpaduan antara tekanan agresif, kecepatan masuk, kombinasi pukulan, dan naluri finishing. Kemenangan atas Panlam memperlihatkan bagaimana ia dapat menggunakan straight right untuk membuka pertahanan sebelum menyelesaikan serangan dengan hook, sementara kemenangan atas YodUdon memperlihatkan kemampuan melakukan counter ketika lawan mencoba mendekat. Filosofi bertarungnya tampak sederhana tetapi efektif: jangan memberikan lawan kesempatan untuk nyaman. Setiap serangan harus menghasilkan tekanan berikutnya. Dengan pengalaman yang terus bertambah, ia juga mulai memperlihatkan kemampuan beradaptasi—sebuah perkembangan penting setelah mengalami kekalahan dari Yodnumchai, Petnaya, dan Chokdee.
Kini, pada usia 25 tahun, Mahesuan berada di titik menarik dalam kariernya. Ia memang belum memiliki sabuk juara ONE, tetapi rentetan kemenangan finisnya membuatnya menjadi petarung yang sulit diabaikan di atomweight. Dari debut melawan Pet Fairtex, kekalahan-kekalahan yang memaksanya belajar, hingga kemenangan TKO atas Aung Tun Bo dan KO spektakuler atas YodUdon, perjalanan Mahesuan menunjukkan seorang striker yang terus berkembang melalui tekanan. Jika ia mampu mempertahankan agresivitas sekaligus meningkatkan pertahanan dan pengambilan keputusan, Mahesuan Aekmuangnon berpotensi menjadi salah satu finisher paling berbahaya di generasi berikutnya kelas atomweight ONE Championship.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda