Jakarta – Nama Mukhammed “Asadullah” Amantayev belum terlalu dikenal luas di panggung olahraga tarung internasional. Namun, satu penampilan sudah cukup untuk membuat petarung asal Kazakhstan ini mulai diperhitungkan. Amantayev mencatat debut profesionalnya di Power Slap 17, yang berlangsung di Mohammed Abdo Arena, Riyadh, Arab Saudi, pada 31 Oktober 2025. Dalam laga tersebut, ia menghadapi petarung China, Honggang “Wukong” Zhao, dan mengakhiri pertarungan melalui KO pada ronde ketiga. Catatan resmi Power Slap kini menempatkan Amantayev dengan rekor sempurna 1-0-0 dan berada di peringkat kedelapan kelas Lightweight.
Data pertarungan yang dicatat informasi yang tersedia menyebutkan tinggi badannya sekitar 173 cm dengan jangkauan 173 cm. Yang juga penting untuk diluruskan, Amantayev secara resmi tercatat bertarung di kelas Lightweight dengan batas 154 pon. Debutnya di Power Slap 17 dapat dianggap sebagai titik awal dalam perjalanan profesionalnya. Hal ini membuat kisah Amantayev berbeda dari banyak petarung lain yang memasuki arena slap fighting setelah memiliki pengalaman panjang di tinju, kickboxing, atau MMA.
Debutnya melawan Zhao menjadi ujian yang langsung menuntut ketenangan sekaligus kemampuan menghasilkan pukulan eksplosif. Keduanya sama-sama berstatus pendatang baru di Power Slap, dan Amantayev mendapatkan kesempatan menyerang lebih dahulu setelah memenangkan coin toss. Pertarungan berjalan hingga ronde ketiga sebelum Amantayev mencatat kemenangan KO/TKO. Hasil resmi Power Slap menyatakan kemenangan tersebut sebagai knockout pada ronde ketiga, sedangkan Tapology mengklasifikasikannya sebagai KO/TKO. Zhao kemudian tercatat memiliki rekor profesional 0-1-0.
Yang menarik dari penampilan perdana tersebut adalah cara Amantayev membangun reputasinya bukan melalui volume serangan, melainkan momen-momen yang menentukan. Dalam slap fighting, kemampuan menghasilkan tenaga bukan satu-satunya faktor. Timing, akurasi, keseimbangan tubuh, konsentrasi, serta kemampuan menerima tekanan menjadi bagian penting dari pertarungan. Power Slap sendiri menggambarkan duel Amantayev dan Zhao sebagai pertandingan yang berakhir dengan knockout besar dan kontroversi, sementara pihak General Entertainment Authority Arab Saudi menyoroti kecepatan, presisi, dan agresivitas dalam penampilan petarung Kazakhstan tersebut.
Dari satu pertandingan yang tersedia, gaya Amantayev dapat digambarkan sebagai striker yang mengandalkan power dan timing. Dapat dikatakan secara faktual adalah ia mampu menjaga efektivitas hingga ronde ketiga dan menemukan penyelesaian ketika kesempatan datang. Untuk seorang debutan, kemenangan tersebut menjadi fondasi penting karena ia langsung mengawali karier dengan kemenangan KO.
Kemenangan atas Zhao juga memberi Amantayev modal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya. Power Slap merupakan arena yang menuntut kesiapan mental karena setiap kesempatan menyerang dapat mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Sebagai pendatang baru, tantangan terbesar Amantayev adalah membuktikan bahwa kemenangan debutnya bukan sekadar momentum sesaat. Ia perlu mempertahankan akurasi, kekuatan, disiplin, serta ketenangan ketika menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Sampai saat ini belum terdapat catatan resmi mengenai pertandingan profesional keduanya, sehingga perjalanan kariernya masih berada pada tahap yang sangat awal.
Dengan demikian, profil Mukhammed “Asadullah” Amantayev lebih tepat dipandang sebagai kisah awal seorang prospek Kazakhstan yang baru membuka lembaran kariernya. Rekornya masih sederhana—1 kemenangan dari 1 pertandingan, seluruhnya melalui KO/TKO—tetapi cara kemenangan itu diraih membuat debutnya layak diperhatikan. Ia belum memiliki koleksi gelar, belum mempunyai sejarah panjang di organisasi tarung lain, dan informasi personalnya masih minim. Justru karena itulah perjalanan selanjutnya menjadi menarik: kemenangan atas Honggang Zhao di Power Slap 17 telah memberinya pintu masuk, sementara pertandingan-pertandingan berikutnya akan menentukan apakah “Asadullah” mampu berkembang dari seorang debutan dengan pukulan keras menjadi salah satu nama penting di kelas Lightweight Power Slap.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda