Jakarta – Di atas ring, Superlek Kiatmoo9 tidak membutuhkan banyak gerakan untuk memperlihatkan ancamannya. Sebuah tendangan yang dilepaskan dengan timing tepat, serangan lutut yang menyusul, atau kombinasi pukulan singkat dapat mengubah jalannya pertarungan. Dijuluki The Kicking Machine, petarung asal Thailand ini membangun reputasinya melalui teknik, disiplin, dan pengalaman panjang di dunia Muay Thai sebelum menjadi salah satu nama besar dalam kompetisi tarung internasional. Perjalanannya berawal di Buriram, wilayah Isan, Thailand, yang dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga Muay Thai.
Masa Kecil dan Awal Ketertarikan pada Bela Diri
Superlek lahir dengan nama Manachai Yiamsiri pada 6 November 1995 di Provinsi Buriram, Thailand. Lingkungan keluarganya memiliki hubungan erat dengan Muay Thai. Ia tumbuh di sekitar Kiatmoo9 Gym dan mendapatkan pengaruh dari sang paman, Singdam Kiatmoo9, seorang petarung berpengalaman yang turut membentuk kedekatannya dengan dunia bela diri. Menurut profil biografi YOKKAO, Superlek mulai bertanding sejak usia tujuh tahun. Sejak masa kanak-kanak, latihan dan pertandingan menjadi bagian dari prosesnya membangun kemampuan sebagai petarung profesional.
Memasuki level kompetitif, Superlek tidak langsung dikenal melalui panggung internasional. Ia lebih dahulu mengembangkan karier di arena Muay Thai Thailand. Pada 2011, ia meraih gelar Thailand Mini-Flyweight, kemudian memenangkan gelar Thailand Flyweight dan Lumpinee Stadium Super Flyweight pada 2012. Setahun berikutnya, ia menambah gelar Lumpinee Stadium Bantamweight dan Thailand Featherweight. Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan kariernya di berbagai kelas berat sebelum melangkah ke kompetisi global.
Menapaki Level Profesional dan Gelar Internasional
Tahun 2012 menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan Superlek. Selain meraih gelar di arena domestik, ia juga mendapatkan penghargaan Muay Thai Fighter of the Year dari Sports Authority of Thailand. Empat tahun kemudian, ia memenangkan gelar dunia WBC MuayThai Super Featherweight. Pengalaman menghadapi lawan-lawan berpengalaman di Thailand menjadi fondasi bagi gaya bertarung yang mengutamakan akurasi serangan, pengaturan jarak, dan kemampuan membaca ritme pertandingan.
Langkah besar berikutnya hadir ketika Superlek memasuki ONE Championship pada 2022. Ia kemudian memenangkan gelar dunia kickboxing kelas terbang ONE pada 2023 melalui kemenangan atas Daniel Puertas Gallardo. Pertandingan tersebut menjadi tonggak penting karena memperluas pencapaiannya dari Muay Thai ke kickboxing dalam organisasi internasional.
Pertandingan Penting yang Membentuk Reputasi
Salah satu pertarungan yang paling banyak diperbincangkan adalah pertemuannya dengan Rodtang Jitmuangnon pada ONE Friday Fights 34, 22 September 2023. Superlek memenangkan pertandingan melalui keputusan juri dengan suara bulat. Kemenangan tersebut memperlihatkan kemampuannya beradaptasi dalam duel melawan salah satu nama besar Muay Thai.
Pada 28 Januari 2024, ia menghadapi Takeru Segawa di ONE 165, Tokyo. Superlek mempertahankan gelar dunia kickboxing kelas terbang ONE melalui kemenangan angka mutlak setelah lima ronde. Duel ini menjadi salah satu penampilan penting dalam karier internasionalnya, mengingat Takeru merupakan petarung berpengalaman dalam kickboxing.
Pada September 2024, Superlek kembali mencatat kemenangan besar saat menghadapi Jonathan Haggerty di ONE 168. Ia merebut gelar dunia Muay Thai kelas bantam ONE setelah menghentikan Haggerty melalui KO siku pada ronde pertama, dalam waktu 49 detik. Hasil tersebut menambah pencapaiannya sebagai juara dunia di dua disiplin tarung dalam organisasi yang sama.
Gaya Bertarung, Mentalitas, dan Metode Latihan
Superlek dikenal dengan gaya Muay Thai teknis atau Muay Femur, yang mengandalkan kecermatan, pengaturan jarak, dan pemilihan serangan. Tendangan serta lutut menjadi bagian menonjol dari arsenalnya, sementara pengalaman bertanding membantunya membaca gerakan lawan. Julukan The Kicking Machine menggambarkan reputasinya dalam menggunakan tendangan sebagai senjata utama. Namun, penilaian atas kualitas teknik tetap perlu dilihat melalui rekaman pertandingan dan analisis kompetisi, bukan hanya julukan promosi.
Detail lengkap mengenai rutinitas latihan harian, filosofi pribadi, serta mentalitas kompetitif Superlek tidak seluruhnya tersedia secara terperinci dalam sumber yang berhasil diverifikasi. Karena itu, klaim mengenai metode latihan spesifik atau prinsip psikologisnya tidak sebaiknya ditulis sebagai fakta tanpa kutipan wawancara atau dokumentasi resmi. Yang dapat ditelusuri adalah perjalanan panjangnya dalam tradisi latihan Muay Thai Thailand dan pengalaman kompetitif sejak usia muda.
Kelas Bertanding dan Rekor Profesional
Sepanjang kariernya, Superlek berkompetisi dalam beberapa kelas berat, termasuk flyweight, bantamweight, featherweight, dan super featherweight, bergantung pada disiplin serta aturan pertandingan. Ia memiliki gelar dunia kickboxing kelas terbang ONE dan gelar dunia Muay Thai kelas bantam ONE yang diraih pada September 2024.
Mengenai rekor profesional, basis data publik mencantumkan angka yang dapat berbeda karena metode penghitungan pertandingan Muay Thai dan kickboxing tidak selalu sama. Salah satu catatan yang tersedia mencantumkan 139 kemenangan, 31 kekalahan, dan 4 hasil imbang, tetapi angka tersebut perlu dicocokkan dengan daftar pertandingan resmi terbaru sebelum dipublikasikan sebagai rekor definitif per September 2026.
Dari arena Muay Thai di Thailand hingga sorotan dunia ONE Championship, Superlek menunjukkan bagaimana pengalaman yang dibangun sejak usia muda dapat berkembang menjadi karier internasional. Kisahnya bukan hanya tentang gelar dan kemenangan, melainkan juga perjalanan panjang seorang petarung yang menjadikan ketepatan teknik dan pengalaman bertanding sebagai bagian penting dari identitasnya di atas ring.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda