Gabriel Bonfim: Petarung Brasil Di Panggung Elite UFC

Piter Rudai • 26/09/2026 • 3 min read
Gabriel Bonfim: Petarung Brasil Di Panggung Elite UFC

Jakarta – Nama Gabriel Bonfim mulai menjadi perhatian besar di dunia mixed martial arts (MMA) setelah tampil sebagai salah satu prospek paling menjanjikan dari Brasil. Dijuluki “Marretinha” yang berarti “palu kecil” dalam bahasa Portugis, Bonfim dikenal sebagai petarung dengan kemampuan penyelesaian luar biasa, terutama melalui permainan grappling yang agresif. Lahir pada 20 Agustus 1997 di Brasília, Brasil, Gabriel de Souza Bonfim tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia bela diri. Kecintaannya terhadap pertarungan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berkembang melalui pengaruh keluarganya, terutama saudara-saudaranya yang lebih dahulu berlatih olahraga tarung.

Perjalanan Bonfim dimulai dari dunia tinju. Ia mulai berlatih boxing pada usia 14 tahun sebelum akhirnya memperluas kemampuannya ke MMA ketika berusia 17 tahun. Lingkungan latihan yang kompetitif membuatnya berkembang sebagai atlet serba bisa. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan pukulan, tetapi juga mempelajari teknik grappling khas Brasil seperti Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) dan luta livre, sebuah aliran gulat submission yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan MMA Brasil. Dari sinilah fondasi gaya bertarungnya terbentuk: seorang striker yang mampu berubah menjadi grappler berbahaya ketika pertarungan memasuki jarak dekat.

Sebelum mencapai UFC, Bonfim membangun reputasinya melalui kompetisi regional Brasil. Ia menjalani debut profesional MMA pada 2014 dan secara bertahap mengumpulkan kemenangan demi kemenangan. Perkembangan kariernya semakin terlihat ketika ia bergabung dengan Legacy Fighting Alliance (LFA), salah satu organisasi pengembangan atlet MMA yang sering menjadi jalur menuju UFC. Pada 2022, Bonfim berhasil memenangkan gelar LFA Welterweight Championship, sebuah pencapaian penting yang membuktikan bahwa dirinya sudah siap bersaing di level lebih tinggi.

Momentum terbesar datang ketika Gabriel Bonfim mengikuti Dana White’s Contender Series (DWCS) Season 6 pada 2022. Dalam kesempatan tersebut, ia menghadapi Trey Waters dan meraih kemenangan melalui submission shoulder choke pada ronde pertama. Penampilan dominan itu membuatnya mendapatkan kontrak UFC. Menariknya, saudaranya, Ismael Bonfim, juga mendapatkan kontrak UFC pada episode yang sama, menjadikan keduanya sebagai salah satu pasangan saudara yang menembus organisasi MMA terbesar dunia secara bersamaan.

Debut UFC Gabriel Bonfim terjadi pada UFC 283, Januari 2023, di Brasil. Ia langsung menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Mounir Lazzez melalui rear-naked choke hanya dalam waktu 49 detik pada ronde pertama. Kemenangan tersebut memperlihatkan karakter utama Bonfim: tenang dalam membaca situasi, cepat mencari celah, dan sangat berbahaya ketika mendapatkan posisi dominan. Tidak lama setelah itu, ia kembali mencuri perhatian dengan kemenangan submission atas Trevin Giles melalui guillotine choke di UFC 291.

Namun, perjalanan Bonfim tidak sepenuhnya mulus. Pada November 2023, ia mengalami kekalahan profesional pertama ketika menghadapi Nicolas Dalby. Pertarungan tersebut menjadi ujian mental bagi seorang petarung yang sebelumnya dikenal selalu menang. Bonfim kemudian menggunakan pengalaman itu sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan fisik maupun strategi bertandingnya. Setelah kekalahan tersebut, ia kembali bangkit dengan serangkaian kemenangan penting, termasuk kemenangan atas Ange Loosa, Khaos Williams melalui brabo choke, Stephen Thompson lewat keputusan split, dan Randy Brown melalui kemenangan TKO.

Secara statistik, Bonfim bertanding di kelas welterweight UFC (170 pound atau sekitar 77 kg). Rekor profesionalnya mencerminkan gaya bertarung yang agresif: sebagian besar kemenangannya diraih melalui penyelesaian. UFC mencatat Bonfim memiliki 20 kemenangan profesional dengan 13 kemenangan submission dan 4 kemenangan knockout, menunjukkan bahwa kemampuan ground fighting menjadi senjata utama dalam kariernya. Ia juga memiliki banyak kemenangan cepat, termasuk beberapa penyelesaian pada ronde pertama.

Dalam bertarung, Bonfim dikenal memiliki gaya yang menggabungkan striking modern dengan grappling tradisional Brasil. Ia mampu menggunakan pukulan untuk membuka ruang sebelum membawa lawan ke pertarungan bawah. Teknik seperti guillotine choke, rear-naked choke, dan berbagai variasi submission menjadi ciri khasnya. Julukan “Marretinha” menggambarkan pendekatannya yang tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga tekanan konstan untuk membuat lawan berada dalam posisi sulit.

Mentalitas kompetitif Bonfim banyak dipengaruhi oleh filosofi kerja keras dan perkembangan berkelanjutan. Ia melihat setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran, termasuk ketika menghadapi kekalahan pertama dalam kariernya. Dalam wawancara UFC, Bonfim menyebut bahwa ia mulai berlatih karena pengaruh saudara-saudaranya dan menjadikan dunia pertarungan sebagai bagian penting dari hidupnya. Ia juga berlatih bersama tim keluarga di Bonfim Brothers Academy, tempat ia terus mengembangkan kemampuan teknik dan fisiknya.

Dengan kombinasi kemampuan submission elite, pukulan yang semakin berkembang, serta pengalaman menghadapi lawan-lawan berkualitas di UFC, Gabriel Bonfim menjadi salah satu nama menarik dalam generasi baru petarung Brasil. Perjalanannya masih panjang, tetapi dari seorang anak Brasília yang memulai dari latihan tinju hingga tampil di panggung terbesar MMA dunia, “Marretinha” telah membuktikan bahwa disiplin, adaptasi, dan keberanian menghadapi tantangan adalah fondasi utama seorang juara.

 

Loading next article...